Search
Minggu 12 Juli 2020
  • :
  • :

Sumut Berpotensi Jadi Tuan Rumah WRC

Starberita – Deliserdang, Setelah 10 tahun absen, Asia-Pasific Rally Championship (APRC) 2019 digelar kembali di Sumatera Utara (Sumut).

Gubsu, Edy Rahmayadi yakin ajang ini akan dongkrak pariwisata Sumut. Hal ini diungkapkannya saat konferensi pers APRC 2019 di Museum Deliserdang, Komplek Pemerintahan Deliserdang, Lubuk Pakam, Jumat (26/7/2019).

Sedikitnya ada 63 peserta yang akan mengikuti APRC 2019, yang terbanyak dari Sumut dengan 26 pereli, disusul DKI Jakarta 17 pereli, kemudian Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Bahkan pereli asal Italia Fabio Friziero juga ambil andil di APRC kali ini.

“Kita punya target satu juta wisatawan dalam waktu satu tahun, event-event seperti ini harus bisa mendongkrak pariwisata kita. Rally itu tim, mereka membawa banyak orang ke sini dan kejuaraan internasional seperti ini akan menarik perhatian nasional dan internasional. Bukan hanya rally sebenarnya, semua kita upayakan, sepeda, lari dan lain-lain,” ujar Edy.

Bila acara ini sukses, menurut Edy Rahmayadi, Sumut akan berpotensi besar menjadi tuan rumah Word Rally Championship (WRC) pada tahun 2020, yang akan berdampak lebih besar pada pariwisata Sumut dan Indonesia.

“Ini awal, kita berharap acara ini sukses dan yang membuat acara ini sukses ya kita-kita ini, masyarakat Sumut. Bila ini sukses kita targetkan akan menjadi tuan rumah WRC tahun 2020, itu akan meningkatkan pariwisata kita secara signifikan,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Wagubsu, Musa Rajekshah (Ijeck) yang mengatakan, bahwa Rambongsialang, Serdangbedagai menjadi veneu APRC 2019 karena dianggap memiliki geografis yang unik dan tekstur tanah yang menantang. Tipikal tanah di Sumut menjadi daya tarik tersendiri bagi pereli.

“Kita punya trek yang unik, SS (Special Stage) 1 dan 2 bisa jauh berbeda kondisinya, SS 1 bisa sangat kering, SS 2 berlumpur, belum lagi struktur tanah yang berbeda-beda. Ini juga yang membuat banyak produsen ban penasaran dengan trek di Sumut,” kata Ijeck, yang juga merupakan seorang pereli Indonesia.

Bukan hanya struktur tanah, jelasnya, cuaca juga menjadi tantangan para pereli di Rambongsialang. Karena menurutnya, di bulan-bulan ini cuaca di Sumut memang tidak bisa dipastikan. Walau begitu, ini semua menjadi tantangan bagi pereli yang mengikuti APRC 2019 termasuk Fabio yang mencari tantangan baru dan ingin menikmati pemandangan indah di Sumut.

“Tim kami tertarik ikut di APRC ini karena kami ingin mencari tempat yang berbeda, tantangan baru dan di sini kami menemukan itu setelah mensurvei trek yang akan dilalui. Kami terpesona melihat pemandangan di Sumut dan juga masyarakatnya yang ramah,” kata Fabio.

Sementara itu, Ketua Pengprov IMI Sumut, Faisal Arif Nasution mengatakan, sudah satu dekade Sumut absen menjadi tuan rumah APRC, dengan penyelenggaraan ini mudah-mudahan menjadi penanda bangkitnya reli Sumut.

“Dengan suksesnya acara ini, kita harapkan FIA memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjadi tuan rumah WRC 2020,” ujarnya.

APRC 2019 akan berlangsung selama 2 hari, 63 pereli termasuk pereli nasional Ryan Nirwan, Subhan Aksa, dan H. Rihan Variza akan menjajal total 50 SS di perkebunan PT Lonsum di Rambongsialang, Serdangbedagai. Bukan hanya pereli aktif, Wagubsu juga memastikan diri untuk ikut menjajal APRC 2019 tersebut. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: