Search
Sabtu 6 Juni 2020
  • :
  • :

Tanggapi Hoax, Ibnu: Prinsip Dasar ACT Berbuat Baik dengan Apa yang Ada

Starberita – Jakarta, Menyesalkan adanya informasi tidak akurat yang beredar di publik dan memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia, ACT pun menyebutkan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat.

Vice President ACT, Ibnu Khajar, mengatakan bahwa ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah.

Bahkan, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan ke tempat-tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani (lokasi bencana di Indonesia), dan berbagai lokasi lainnya.

“Donasi dari mitra-mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau-pulau terpencil (Tepian Negeri). Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah diantaranya, sarana sekolah (pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/moubeler), perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru,” jelas Ibnu, Selasa (23/7/2019), seraya menyebutkan bahwa bentuk bantuan program bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Oleh karenanya, Ibnu pun menghimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang tersebar melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group (WAG) tersebut. Karena menurut Ibnu, prinsip dasar dari ACT ialah berbuat kebaikan dengan apa yang ada.

“ACT mengajak masyarakat untuk peduli dan tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti,” ucap Ibnu.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu juga memberikan pernyataan terhadap isu tidak akurat yang telah beredar.

“Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberap alasan. Cara yang mereka yang lakukan adalah menebarkan fitnah. Cara memenangkannya adalah berkarya. Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian,” kata Ibnu.

Selain Bukalapak, sambungnya, ACT juga berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media seperti Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina, Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain.

“Bersama mitra-mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan,” pungkasnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: