Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini 8 Tanda Infeksi Saluran Kencing pada Wanita
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

Ini 8 Tanda Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

Starberita – Jakarta, Anyang-anyangan dan nyeri perut sering kali menjadi tanda infeksi saluran kencing pada wanita. Bagaimana dengan gejala lainnya?

Selain nyeri haid, efek samping KB, dan komplikasi dari kehamilan, terdapat salah satu keluhan yang sering kali harus dihadapi para wanita, yakni infeksi saluran kencing (ISK).

Bahkan, 40 hingga 60 persen wanita akan mengalami setidaknya infeksi saluran kencing  satu kali dalam hidupnya. Bahkan, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), 1 dari 4 wanita akan lebih sering mengalaminya.

Hal ini dikarenakan saluran kencing wanita – atau uretra – lebih pendek dibandingkan pada pria, sehingga memudahkan bakteri untuk sampai ke saluran kencing.

Dibandingkan persentase pada wanita, pria hanya berisiko sebesar 12 persen untuk terkena infeksi saluran kencing selama hidupnya, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Mengapa wanita?

Infeksi ini dapat terjadi pada bagian manapun dari saluran kencing, termasuk kandung kemih, uretra, ureter atau saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih, bahkan pada ginjal.

Namun, ada sebabnya mengapa wanita lebih mudah terpapar terhadap ISK. terlebih lagi jika anda sudah mengalami menopause, terkena ISK sekali dalam setahun merupakan hal yang dianggap wajar.

Perlu diketahui, perubahan pH pada vagina dapat mengubah keseimbangan bakteri dan jamur, serta memudahkannya masuk ke dalam uretra. Itulah sebabnya ISK lebih sering dialami wanita, terutama yang sudah aktif secara seksual.

Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan berkemih sebelum dan sesudah berhubungan, agar bakteri dapat dikeluarkan.

Wanita dengan diabetes juga lebih mudah terpapar karena daya tahan tubuh yang melemah. Selain itu, sembelit, dehidrasi, perubahan KB, juga tipe celana dalam yang terlalu ketat juga bisa menjadi pemicunya.

Satu hal yang penting untuk diingat, ISK tidaklah berhubungan dengan bagaimana Anda menjaga kebersihan organ intim. Namun, sebaiknya Anda tidak malu untuk mendapatkan pertolongan medis. Bagaimanapun, menunda pengobatan akan menyebabkan infeksi semakin parah

Dalam jangka panjang, ISK dapat merusak ginjal, menyebabkan infeksi berulang, bahkan infeksi yang terjadi bisa memengaruhi kinerja ginjal dan membuat Anda kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya.

Pahami tanda-tandanya

Ketahuilah gejala ISK agar anda dapat mencegahnya agar tak semakin parah, dan menjadi masalah kesehatan yang berkelanjutan. Gejala ini biasanya semakin terasa setelah beberapa hari. Berikut beberapa tanda yang harus Anda amati.

1. Rasa nyeri, menyengat, atau terbakar saat berkemih

Beberapa sensasi ini yang dirasakan saat berkemih merupakan tanda pertama dari adanya ISK atau bakteri yang terdapat pada uretra maupun kandung kemih. Meski demikian, hal ini belum tentu menjadi gejala ISK, kecuali sensasi yang dirasakan menetap selama beberapa hari.

Jika rasa nyeri saat berkemih hanya muncul sekali dalam sehari dan tidak menunjukkan gejala lain dari ISK, tubuh Anda kemungkinan sudah membuang bakteri lewat berkemih. Untuk mencegah penyebaran infeksi, minumlah air putih lebih banyak, segera setelah rasa terbakar muncul,.

2. Rasa ingin berkemih terus-menerus yang tak tertahankan

Terkadang kondisi ini disebut dengan anyang-anyangan. Pada kondisi ini, bakteri yang mengiritasi uretra dan lapisan kandung kemih akan membuat Anda merasa harus berkemih terus-menerus.

3. Berkemih tak membuat Anda lega

Sering berkemih juga merupakan salah satu gejala dari ISK. Dengan adanya infeksi, Anda akan merasa bahwa kandung kemih terasa penuh setiap saat. Namun ketika akan buang air kecil, hanya beberapa tetes yang dapat keluar.

Untuk mengenali kondisi ini, catat berapa kali Anda butuh ke kamar mandi dan tidak mendapatkan kelegaan setelah berkemih.

4. Air seni yang berkabut, berdarah, atau berubah warna

Warna air seni dapat menjadi tanda adanya infeksi. Warna air seni yang tidak jernih maupun kekuningan wajib Anda waspadai. Air seni yang berkabut, merah, atau cokelat merupakan tanda infeksi saluran kencing. Namun, ingat apa saja yang sudah dikonsumsi dalam 24 jam ke belakang.

Sebab, buah bit dan makanan lain yang berwarna senada juga dapat mengubah air seni menjadi berwarna pink, oranye, maupun kemerahan. Warna air seni tersebut akan cepat kembali normal jika penyebabnya memang dari makanan yang telah dikonsumsi.

5. Air seni berbau tajam

Bau yang tajam dan tidak sedap dapat menjadi gejala ISK. Beberapa makanan dan minuman juga dapat menyebabkan air seni berbau seperti kopi dan asparagus. Namun, jika bau menetap lama disertai dengan perubahan warna yang telah disebutkan, segeralah periksakan kondisi Anda ke dokter.

6. Rasa kram, tertekan, maupun nyeri di sekitar panggul atau kandung kemih

Wanita yang berusia lebih tua dapat merasakan gejala di atas ketika mengalami ISK. Pada sebagian wanita, kram maupun nyeri inilah yang menjadi keluhan utama. Terkadang, kondisi ini dianggap sepele karena berhubungan dengan hal lain seperti nyeri yang timbul akibat sindrom pre-menstruasi.

Namun, bila Anda mengalaminya, lebih baik diskusikan kondisi Anda dengan dokter, sehingga penyebabnya dapat diketahui dan segera diatasi.

7. Rasa lelah yang berlebihan

Sama dengan infeksi lainnya, setelah mendeteksi ada yang tidak wajar, tubuh akan mengalami peradangan. Seiring dengan timbulnya pertahanan tubuh lainnya, pengeluaran sel darah putih untuk melawan kuman yang sedang menyerang tubuh akan menyebabkan rasa lelah.

Jika rasa lelah berlebih ini tak dapat hilang dengan sendirinya, beritahu dokter Anda, terutama jika disertai dengan gejala ISK lainnya.

8. Demam

Bersamaan dengan gejala lain, demam sering kali menjadi tanda bahwa infeksi telah terjadi lebih lanjut dan menyebar ke ginjal. Jika demam yang diukur dengan termometer melebihi 38 derajat celsius dan Anda merasa meriang maupun berkeringat berlebih, segera periksakan ke dokter.

Pada kondisi ini, biasanya gejala akan berkurang secara bertahap setelah konsumsi anitibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Tips mengatasi infeksi saluran kencing

Selain obat-obatan yang membantu meredakan gejala ISK, berikut ini beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan ketika mengalami ISK:

  • Minum banyak air putih. Setelah konsumsi antibiotik, volume air putih yang dikonsumsi dibutuhkan untuk proses penyembuhan infeksi yang kemudian dikeluarkan lewat air seni.

Minumlah air putih sebanyak 6 hingga 8 gelas per hari dengan takaran 250 ml untuk mencegah ISK terjadi di kemudian hari. Sementara, hindari kopi, soda, alkohol, dan jus buah yang bersifat asam.

  • Kompres dengan hangat. Air hangat dapat dimasukkan ke dalam botol berbahan karet, dan dibalut handuk untuk kemudian diletakkan pada bagian perut yang terasa nyeri. Cara ini cukup efektif untuk menghalau rasa nyeri yang timbul.

Cegah dengan cara ini

Bagaimanapun, mencegah lebih baik dari mengobati. Untuk mencegah infeksi saluran kencing, lakukanlah beberapa hal berikut ini:

  • Pastikan untuk membersihkan alat kelamin menggunakan air dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil maupun besar, dan lap hingga kering.
  • Hindari berendam di bak mandi, lebih baik menggunakan air pancuran.
  • Tidak disarankan menggunakan pembersih vagina terlalu sering.
  • Sebaiknya tidak menahan keinginan untuk berkemih.
  • Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim.
  • Kurangi pemakaian celana yang ketat dan celana dalam berbahan nilon. Gunakan bahan katun sebagai gantinya.
  • Minum 6 hingga 8 gelas air per harinya.

Dengan kebiasaan-kebiasaan kecil di atas yang dilakukan setiap harinya, Anda akan terhindar dari infeksi saluran kencing yang rentan menyerang wanita. Agar tidak terlambat menyadari adanya gangguan infeksi ini, pahami semua tanda infeksi saluran kencing diatas, ya! (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: