Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Hepatitis Ada 5 Jenis, Ini yang Paling Berbahaya
Search
Minggu 8 Desember 2019
  • :
  • :

Hepatitis Ada 5 Jenis, Ini yang Paling Berbahaya

Starberita – Jakarta, Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang organ hati. Menurut data, 1 dari 4 pengidap hepatitis akan meninggal karena kanker atau gagal hati.

Hepatitis bukan hanya satu melainkan ada 5 jenis yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. Dilansir laman resmi WHO dikatakan bahwa hepatitis yang paling berbahaya adalah hepatitis B dan C karena paling sering terjadi dan berkembang menjadi kronis sehingga memicu kanker hati.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes RI, dr. Wiendra Waworuntu mengatakan kelima jenis hepatitis tersebut bisa terjadi dengan berbagai cara penularan. Pada hepatitis A dan E, penularan yang paling mudah yaitu melalui makanan.

“Pembawa virus A dan E membuang kotoran secara sembarang atau tidak hiegenis. Kalau tersentuh atau termakan karena tidak menjalankan gaya hidup sehat akan terinfeksi,” ujarnya dalam temu media di Kemenkes RI, Senin (22/7/2019).

Sementara, 3 jenis hepatitis lainnya ditularkan melalui kontak cairan tubuh secara langsung. Biasanya, cara penularan yang paling rentan adalah saat adanya tranfusi darah.

“Cara penularan hepatitis B, C, dan D yaitu transfusi darah dan organ yang tidak terskrining. Selain itu, kontak dengan darah, hubungan seksual yang tidak aman, dan penggunaan jarum yang tidak aman,” terang Wiendra.

Proses inkubasi virus hepatitis juga tidak langsung terasa. Butuh waktu hingga 6 minggu lamanya untuk masa inkubasi virus di tubuh seseorang.

“Seseorang bisa menjadi carrier (pembawa) sampai dengan masa inkubasi yaitu 2-6 minggu. Virusnya berada dalam tubuh seseorang lama,” kata Wiendra.

Adapun kasus terbanyak di Indonesia yaitu hepatitis B dan C. Sementara itu, hepatitis D belum pernah dilaporkan di Indonesia. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: