Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Gali Mengenai Maag Kronis, Saat Gejalanya Terus Kambuh Dalam Waktu yang Lama
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

Gali Mengenai Maag Kronis, Saat Gejalanya Terus Kambuh Dalam Waktu yang Lama

Starberita – Jakarta, Beberapa penyakit tertentu, biasanya menggunakan perbedaan kronis dan akut untuk menggambarkan keparahan kondisinya. Entah mengenai bagaimana kondisinya, maupun seberapa lama penyakit tersebut telah berlangsung.

Suatu penyakit tergolong kronis ketika telah berlangsung dalam waktu lama dan masih bertahan sampai sekarang. Lantas, bagaimana dengan maag? Bisakah maag berkembang menjadi kronis?

Apa itu maag kronis?

Perlu diketahui dulu sebelumnya, bahwa sebenarnya maag bukan suatu penyakit. Maag adalah sebutan khusus untuk menunjukkan berbagai gejala yang berhubungan dengan gangguan pada organ pencernaan.

Itulah mengapa sebenarnya ada berbagai penyakit yang menjadi penyebab maag. Mulai dari tukak lambung, irritable bowel syndrome (IBS), infeksi perut karena bakteri, GERD atau refluks asam lambung, dan radang lambung (gastritis).

Namun, dari kesemua penyakit tersebut, kondisi akut dan kronis biasanya hanya dialami oleh radang lambung alias gastritis saja. Dengan kata lain, istilah maag kronis tersebut disebabkan oleh peradangan lambung gastritis kronis.

Maag dikatakan telah kronis ketika sering kambuh di beberapa waktu. Kondisi ini biasanya telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan masih terus bertahan sampai sekarang.

Apa penyebab maag kronis?

Maag kronis yang diakibatkan oleh gastritis mengarah pada berbagai kondisi yang menimbulkan peradangan di lapisan lambung.

Bukan hanya karena peningkatan produksi asam saja, berikut beberapa hal yang menyebabkan gastritis sehingga mengarah pada maag:

1. Infeksi bakteri H. pylori

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Heliobacter pylori bisa menimbulkan iritasi dan luka pada lapisan lambung. Ini merupakan salah satu penyebab paling umum dari gastritis kronis, yang bisa ditularkan melalui makanan, air, air liur, maupun cairan tubuh lainnya.

2. Iritasi pada lapisan lambung

Sama halnya seperti infeksi bakteri, beberapa kebiasaan yang berlangsung terus-menerus juga bisa menimbulkan luka pada lambung, seperti:

  • Penggunaan obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID) jangka panjang, misalnya aspirin, ibuprofen, dan naproxen.
  • Stres parah.
  • Paparan radiasi.
  • Refluks empedu karena cairan empedu masuk ke dalam lambung.
  • Terlalu sering dan banyak minum alkohol.

3. Reaksi autoimun

Reaksi autoimun bisa menyebabkan gastritis, karena sistem kekebalan tubuh justru menyerang lapisan dinding lambung yang tidak bermasalah. Kondisi ini lambat laun menyebabkan sel-sel pada lapisan pelindung dinding lambung tersebut rusak.

Salah satu sel yang rusak yakni sel parietal, yang bertugas untuk menyerap vitamin B12. Maka secara tidak langsung, reaksi autoimun ini menyebabkan gangguan terkait proses penyerapan vitamin B12. Tubuh kemudian bisa mengalami anemia karena kekurangan B12, atau disebut anemia pernisiosa.

Apa saja gejala maag kronis?

Gastritis yang menjadi awal penyebab maag kronis biasanya cenderung susah disadari karena gejalanya muncul bertahap. Maag karena gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori biasanya tidak menimbulkan gejala khusus.

Akan tetapi, secara keseluruhan, berikut berbagai gejala yang muncul ketika maag kronis karena gastritis kambuh:

  • Nyeri atau sakit perut di bagian atas
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Muncul rasa terbakar di perut
  • Nyeri perut setelah makan
  • Merasa cepat kenyang dan perut penuh
  • Kehilangan selera makan
  • Mudah sendawa
  • Berat badan menurun

Berbagai gejala maag kronis karena gastritis tersebut bisa terasa sekaligus bersamaan, atau hanya beberapa di antaranya saja.

Bagaimana pengobatan untuk mengatasi maag kronis?

Perkembangan maag kronis karena gastritis ini memang berlangsung secara bertahap. Namun, jika tidak segera diberikan perawatan yang tepat, kondisi ini bisa berkembang semakin parah.

Tanpa pengobatan, lama-kelamaan dinding lambung akan menipis dan akhirnya menimbulkan pendarahan. Bila terus dibiarkan, maag kronis akibat grastitis ini akan menyebabkan anemia.

Namun Anda tak perlu cemas, bukan hanya satu, tapi ada beragam pengobatan yang bisa diberikan untuk mengatasi maag karena gastritis ini. Semua pengobatan tersebut nantinya akan disesuaikan kembali dengan penyebab yang mendasari maag karena gastritis kronis ini.

Anda tidak hanya dianjurkan untuk menghindari segala penyebab yang bisa membuat kondisi ini kembali kambuh. Sebaiknya, didukung juga dengan konsumsi obat-obatan yang tepat guna meringankan gejala sekaligus menghentikan kekambuhannya.

Singkatnya, pengobatan maag kronis biasanya tergantung pada penyebab awal kondisi ini. Nah, berikut ini beberapa obat maag kronis karena gastritis yang bisa diminum untuk membantu mengatasi keluhan sesuai dengan penyebabnya:

1. Antasida

Antasida adalah salah satu pilihan obat yang bisa diminum untuk meredakan gejala maag kronis karena gastritis. Cara kerjanya yakni dengan menurunkan jumlah produksi asam, menetralkan asam pada lambung, serta menghambat naiknya asam ke kerongkongan.

Obat ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek terdekat dengan sediaan tablet kunyah dan cairan. Aturan minumnya ada dua, bisa saat perut dalam keadaan kosong, atau setelah diisi makanan.

Antasida dianjurkan untuk diminum beberapa jam sebelum makan atau 1 jam setelah makan.

2. H-2 receptor blockers

Obat H-2 receptor blockers bertugas untuk menurunkan jumlah produksi asam pada lambung. Contoh obat ini yaitu ranitidine (Zantac®), yang bisa diminum dalam kondisi perut kosong atau terisi makanan.

Obat ini bisa diminum sekitar 1-2 kali sehari, di waktu sebelum makan, setelah makan, atau menjelang tidur.

3. Proton pump inhibitors (PPI)

Obat PPI bisa membantu meredakan gejala maag kronis karena gastritis, dengan cara menurunkan produksi asam dari lambung. Dosis obat ini biasanya jauh lebih kuat ketimbang antasida dan h-2 receptor blockers.

Contohnya meliputi omeprazole (Prilosec®) dan lansoprazole (Prevacid 24 HR®) untuk dosis rendah. Sedangkan obat PPI dengan dosis yang lebih kuat hanya bisa didapatkan atas persetujuan dokter.

4. Antibiotik

Antiobiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Obat ini sebenarnya bukan bertujuan langsung untuk mengobati maag kronis.

Namun, jika maag kronis karena gastritis diawali oleh infeksi bakteri H. pylori, dokter biasanya meresepkan pemberian antibiotik. Contohnya seperti klaritromisin (Biaxin) dan amoksisilin (Amoxil, Augmentin, atau lainny) atau metronidazol (Flagyl).

5. Suplemen

Maag kronis karena gastritis yang dipicu oleh reaksi autoimun memang belum bisa diobati secara khusus. Namun, Anda bisa menggunakan suplemen tambahan untuk mengobati kekurangan vitamin B12 yang memicu munculnya reaksi autoimun.

Suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin B23 bisa melalui tablet minum, suntikan, atau infus intravena.

Apakah maag kronis bisa dicegah?

Maag kronis karena gastritis ini hanya bisa dicegah dengan meminimalisir penyebab awalnya. Misalnya dengan mengurangi atau menghilangkan sama sekali minum alkohol, konsumsi obat NSAID, stres, dan lain sebagainya.

Setelah semua penyebab tersebut dihilangkan secara perlahan, otomatis dapat mencegah kemungkinan kambuhnya maag kronis. Namun dalam pengobatannya, Anda dianjurkan untuk tidak hanya menghentikan kebiasaan yang memicu kondisi tersebut saja.

Melainkan juga tetap diiringi dengan minum obat-obatan yang bisa membantu meredakan gejalanya. Sebab jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, maag kronis karena gastritis ini berisiko berkembang semakin parah. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: