Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Penderita Tiroid Indonesia Tertinggi se-ASEAN, Ini Penyebabnya
Search
Jumat 6 Desember 2019
  • :
  • :

Penderita Tiroid Indonesia Tertinggi se-ASEAN, Ini Penyebabnya

Starberita – Jakarta, Angka penderita tiroid kian hari makin meningkat. Secara global diperkirakan sekitar 1,6 miliar orang di dunia berisiko mengalami gangguan tiroid, dan sekitar ratusan juta orang hidup dengan gangguan tiroid saat ini.

Indonesia sendiri menempati posisi sebagai negara dengan gangguan tiroid tertinggi di ASEAN atau Asia Tenggara. Menurut data, sedikitnya 17 juta masyarakat Indonesia mengalami gangguan tiroid.

Menurut American Tyroid Association, hampir 60 persen dari mereka saat ini yang hidup dengan gangguan tiroid tidak terdiagnosis. Bahkan bisa jadi mereka berjuang sia-sia melalui kehidupan sehari-hari tanpa mengetahui akar masalah dari gejala-gejala yang mereka rasakan.

“Gangguan tiroid bahkan menempati urutan kedua terbanyak dalam daftar penyakit metabolik setelah diabetes melitus dan banyak diderlta oleh perempuan usia produktif dan anak-anak,” kata dokter ahli endokrin, Dr. dr. Fatimah Ellana, SpPD-KEMD.

Lantas apa sebenarnya penyebab dari gangguan tiroid tersebut? Fatima menjelaskan bahwa kelenjar tiroid bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kekurangan yodium, autoimun, infeksi tumor, hingga kista tiroid.

“Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali berbagai jenis gangguan tiroid, gejaIa-gejala, melakukan deteksi dini serta yang paling penting menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin mengatakan bahwa penting untuk melakukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan tiroid.

“Kami akan melakukan berbagai kegiatan promotif seperti peningkatan kesadaran masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kesadaran masyarakat terkait kesehatan kelenjar tiroid, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengenali dan deteksi dini manajemen gangguan tiroid,” tutur Evie. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: