Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Gubsu Tegaskan Mewujudkan Sumut Agraris Jadi Prioritas
Search
Senin 14 Oktober 2019
  • :
  • :

Gubsu Tegaskan Mewujudkan Sumut Agraris Jadi Prioritas

Starberita – Serdang, Bedagai, Gubsu, Edy Rahmayadi membuka Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi ke-IV Tahun 2019 di Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (16/7/2019).

Acara yang akan berlangsung hingga 19 Juli 2019 ini mengusung tema ‘Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal Untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Sumatera Utara Yang Agraris dan Bermartabat’. Sedikitnya 1500 peserta yang terdiri atas para petani, nelayan, penyuluh, mahasiswa, peneliti, dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sumut turut hadir pada acara tersebut.

PEDA KTNA kali ini juga diisi dengan berbagai acara menarik, di antaranya pameran pertanian yang menyajikan 52 stan produk dari daerah Kabupaten/Kota Sumut. Selain itu, ada juga rembuk kelompok KTNA, studi banding, festival seni budaya Sumut, kegiatan olahraga, cerdas cermat dan ramah tamah.

Gubsu, Edy Rahmayadi menegaskan, menjadikan Sumut yang agraris akan selalu menjadi prioritas utamanya. Termasuk halnya dalam mensejahterakan kehidupan para petani dan nelayan. Untuk itu, berbagai strategi saat ini sedang disusun untuk menggenjot produksi pertanian Sumut.

Salah satu caranya, kata Edy, dengan memetakan produk-produk unggul tiap daerah kabupaten/kota Sumut. Misalnya dari sektor peternakan, Kabupaten Langkat dan Karo fokus pada ternak sapi, Humbang Hasundutan ternak kerbau, Batubara dan Sergai ternak domba.

“Dari ternak-ternak ini juga nantinya kita kembangkan pabrik kompos. Jadi kotorannya dimanfaatkan untuk pabrik kompos. Nah, hal-hal seperti ini yang saat ini sedang kita kembangkan. Strategi dan manajeman pertanian/peternakan yang sistematis,” ujar Edy.

Lebih lanjut Edy menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh petani dan nelayan yang hadir.

“Tanpa kalian, bubar negara kita ini. Kalian adalah garda utama yang memperjuangkan ketersediaan dan ketahanan pangan,” sebutnya.

Kendati demikian, Edy pun menyayangkan, dimana saat ini banyak para petani dan nelayan yang memilih beralih pekerjaan. Bahkan diantarannya mulai banyak yang memilih untuk menjual sawah dan kebunnya untuk membeli kendaraan dan menjadi pengendara ojek online, karena dianggap lebih praktis.

“Negara kita adalah negara agraris dan maritim. Tak boleh kita kehabisan petani dan nelayan, dan nanti ujung-ujungnya kita impor semua. Kalau sudah impor, kita akan terus bergantung kepada negara lain. Kalau makan saja bergantung, bagaimana kita mau maju?,” tegas Edy.

Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut, Dahler Lubis selaku Ketua Panitia PEDA KTNA menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menjadi ajang silaturahmi bagi petani dan nelayan se-Sumut sekaligus ajang mempertunjukkan inovasi produk pertanian Kabupetan/Kota Sumut.

“PEDA ini juga menjadi bentuk persiapan kita untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) XVI tahun 2020 di Padang. Semoga nantinya kontingen Sumut akan menjadi kontingen yang memperoleh penghargaan di acara Penas,” ucap Dahler.

Sementara itu, Bupati Sergai, Soekirman mengucapkan selamat datang kepada Gubernur dan rombongan, serta para peserta PEDA. Dirinya mengaku merasa terhormat daerahnya bisa menjadi lokasi pelaksanaan PEDA dan menerima peserta saat ini sebagian besar menetap di rumah warga.

“Serdang Bedagai ini sejak dulu khususnya lokasi pelaksanaan PEDA saat ini dikenal sebagai desa pertanian. Banyak produk pertanian kita Pak, semua ada di sini. Untuk gabah, kita surplus 25%,” tuturnya.

Pembukaan PEDA ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubsu. Kemudian dilakukan peninjauan beberapa stan produk pertanian dan pemberian penghargaan pada petani teladan, serta bantuan bagi kelompok tani dan nelayan. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: