Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Cegah Keparahan Penyakit
Search
Senin 14 Oktober 2019
  • :
  • :

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Cegah Keparahan Penyakit

Starberita – Jakarta, Setiap tahun, jumlah penderita kanker di Indonesia terus meningkat. Data dari Globocan tahun 2018 menyebutkan ada sekitar 30.000 kasus kanker kolorektal baru dalam satu tahunnya. Kanker ini menempati urutan keempat penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia. Untuk mengurangi angka penyakit, deteksi dini kanker kolorektal jadi salah satu kunci utama.

Deteksi dini kanker kolorektal mengurangi angka kasus baru

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang menyerang area usus besar dan atau area sekitar rektum. Kanker ini bisa menyebabkan kematian jika penanganannya terlambat.

Menurut dr. Abdul Hamid Rochanan, Sp.B-KBD, M.Kes, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI), deteksi dini menjadi kunci dalam menurunkan kasus kanker kolorektal.

“Pemerintah sebenarnya sudah mencanangkan program preventif dan deteksi dini. Sayangnya, hal itu masih belum berjalan. Padahal deteksi dini sangat bisa mengurangi angka kasus baru,” papar dr. Abdul Hamid.

Menurutnya, fakta di lapangan menemukan bahwa sekitar 36,1% pasien yang datang ke rumah sakit sudah masuk stadium IV. Jika mau dibandingkan, pasien yang datang dengan kondisi masih stadium 0-1 hanya sekitar 3,4%.

Oleh sebab itu, dr. Abdul Hamid sangat menyarankan deteksi dini untuk mengurangi angka kasus dan mencegah keparahan penyakit kanker kolorektal.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Ronald A. Hukom,MHSc, SpPD-KHOM, ahli penyakit dalam dan onkologi medik RS Kanker Dharmais, Jakarta.

“Kanker kolorektal termasuk penyakit yang bisa dideteksi secara dini lewat tes feses. Oleh karenanya, jangan malas untuk memeriksakan diri jika Anda berisiko tinggi,” jelas dr. Ronald saat ditemui di kesempatan yang sama.

Pilihan tes untuk mendeteksi kanker kolorektal

Deteksi dini sangat dibutuhkan bagi siapa pun, baik yang berisiko tinggi terkena kanker kolorektal maupun yang tidak. Menurut dr. Ronald A. Hukom ada beberapa hal yang meningkatkan risiko munculnya kanker, yaitu:

  • Memiliki keluarga dengan kanker kolorektal atau polip
  • Pernah memiliki penyakit irritable bowel syndromekronis
  • Jarang bergerak
  • Obesitas atau kegemukan
  • Sering makan daging merah
  • Merokok

Dr. Abdul Hamid, selaku dokter bedah kanker saluran cerna menyatakan deteksi penyakit secara dini bertujuan untuk mengetahui keberadaan penyakit di awal kemunculannya.

Dengan begitu, dokter bisa membuang lesi pra-kanker dan mengobati penyakit saat masih stadium awal.

“Tes darah samar biasanya dilakukan sebagai salah satu prosedur deteksi dini kanker kolorektal. Dalam tes ini, dokter juga akan memeriksa sampel feses untuk dibawa ke laboratorium,” tutur dr. Abdul Hamid dalam diskusi media Penatalaksanaan Kanker di Era BPJS Kesehatan.

Jika hasil tes dinyatakan positif, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang disebut dengan kolonoskopi. Melalui kolonoskopi, dokter bisa melihat kondisi usus besar dan rektum. Dengan begitu, perdarahan bisa ketahuan dari mana asalnya.

“Apabila dokter melihat ada indikasi masalah, akan diambil sampel jaringan atau biopsi untuk diperiksa di laboratorium,” ucap dr. Abdul Hamid.

Menurut dr. Abdul Hamid, diare kronis yang terjadi lebih dari 2 minggu jadi salah satu tanda bahwa Anda perlu segera melakukan tes darah samar ke dokter.

Selain tes darah samar dan kolonoskopi, dokter akan melakukan serangkaian tes lain sebagai upaya deteksi dini kanker kolorektal.

Jangan tunda untuk melakukan deteksi dini kanker kolorektal

Dikarenakan kanker adalah penyakit yang cirinya terkadang sangat samar di awal kemunculannya, banyak orang terlambat menyadarinya. Hal inilah yang membuat kasus kanker termasuk kolorektal baru disadari saat sudah parah dan menyebar atau masuk stadium IV.

Ketika kanker sudah masuk stadium IV, penanganannya cukup kompleks dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan menghapuskan 2 jenis obat terapi target untuk kanker kolorektal stadium IV dari layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Cetuximab dan bevacizumab termasuk obat yang efektif untuk membantu penyembuhan pasien kanker kolorektal metastasis stadium IV. Sayangnya, kedua obat ini dihapuskan dari layanan BPJS sehingga para pasiennya tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis,” ungkap dr. Abdul Hamid.

Jika dibayarkan sendiri, obat ini menghabiskan biaya yang tak sedikit. Oleh sebab itu, melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi cara paling bijak agar terhindar dari keparahan kanker kolorektal.

“Usahakan untuk berolahraga 30 menit sehari dan menghindari makanan berpengawet serta berpewarna. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan ikan segar agar kanker menjauh dari tubuh,” tutur dr. Abdul Hamid. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: