Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)
Search
Selasa 20 Agustus 2019
  • :
  • :

Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)

Starberita – Jakarta, Darah  adalah komponen penting dalam tubuh Anda. Ada sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), plasma darah, dan fragmen darah (trombosit). Dalam sel darah merah terdapat hemoglobin (Hb). Sebenarnya, apa apa itu hemoglobin dan fungsinya di dalam tubuh?

Apa itu hemoglobin (Hb)?

Hemoglobin adalah protein yang ada di dalam sel darah merah. Protein inilah yang memberikan warna merah pada darah. Strukturnya terdiri dari empat rantai. Setiap rantainya mengandung senyawa yang disebut heme, yang mengandung zat besi.

Selain pemberi warna, Hb juga berperan dalam pembentukan sel darah merah alias eritrosit yang berbentuk bulat dengan bagian tengahnya lebih pipih (lihat gambar di atas). Tujuan dari pembentukan eritrosit adalah mempermudah sel darah bergerak dalam pembuluh darah.

Tidak hanya itu, protein darah ini juga berfungsi untuk mengikat dan mengangkut oksigen dari kapiler (pembuluh darah kecil) di paru ke semua jaringan di dalam tubuh. Setiap proteinnya dapat mengangkut empat molekul oksigen yang berperan untuk regenerasi sel.

Selain itu, protein dalam darah ini juga berperan dalam mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh kembali ke paru.

Pentingnya mengetahui kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh

Sama seperti kolesterol maupun gula darah, Hb juga bisa berada pada level yang rendah maupun tinggi. Nah, mengetahui kadarnya ini ternyata sangat penting, terutama untuk:

  • Mendeteksi adanya penyakit yang memengaruhi tingkat Hb dalam tubuh. Contohnya, kadar Hb rendah bisa menandakan seseorang memiliki anemia atau kelainan darah lain.
  • Mengetahui bagaimana kesehatan pasien dengan masalah pada Hb tubuh. Misalnya, pasien dengan anemia kondisinya stabil karena kadar Hb-nya meningkat atau normal.

Kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh

Kadar Hb dapat diketahui dengan melakukan tes darah. Kisaran normal Hb bervariasi bergantung pada usia dan jenis kelamin. Kisaran rata-ratanya adalah 14 hingga 18 gram/dl untuk pria dan 12 hingga 16 gram/dl untuk wanita.

Sama seperti kolesterol dan tekanan darah, kadar hemoglobin juga bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari batas normal. Bahkan hemoglobin juga bisa bersifat abnormal. Untuk lebih jelasnya, mari bahas satu per satu di bawah ini.

Kondisi yang menyebabkan kadar Hb rendah

Orang yang memiliki kadar hemoglobin rendah dikenal dengan istilah medis anemia. Kurangnya protein dalam darah ini menyebabkan jumlah sel darah merah tidak mencukupi segala kebutuhan tubuh.

Rendahnya kadar Hb dapat disebabkan banyak hal, di antaranya:

  • Kehilangan darah akibat pembedahan, menstruasi berat, kecelakaan, dan kondisi lain yang menyebabkan perdarahan.
  • Kurangnya produksi darah karena sel-sel dalam tulang sumsum yang gagal diproduksi.
  • Rusaknya sel darah merah dan kurangnya asupan zat besi, asam folat, atau vitamin B12, serta penyakit ginjal

Kondisi yang menyebabkan kadar Hb tinggi

Kadar hemoglobin yang tinggi menyebabkan pasokan oksigen ke tubuh jadi melebihi batas. Beberapa kondisi yang menyebabkan kadar hemoglobin tinggi, antara lain:

  • Penyakit paru, seperti PPOK dan fibrosis paru
  • Penyakit jantung bawaan
  • Gagal jantung bagian kanan
  • Dehidrasi, merokok, atau berada di tempat yang tinggi
  • Polycythemia vera (sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah merah)

Kondisi yang menyebabkan struktur Hb abnormal

Selain kadarnya yang rendah, struktur Hb juga bisa mengalami kelainan. Beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Anemia sel sabit, menyebabkan sel darah berbentuk seperti sabit bukan bulat pipih. Akibatnya sel darah bisa tersangkut di pembuluh darah.
  • Thalasemia menyebabkan kelainan darah akibat gangguan cincin globin pada hemoglobin sehingga tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik.

Pemeriksaan hemoglobin dalam darah kerap dilakukan berbarengan dengan pemeriksaan darah lengkap. Biasanya, dokter yang nantinya akan menentukan komponen apa saja yang akan diperiksa sesuai dengan keluhan yang Anda sampaikan. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: