Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Hati-hati, Diabetes Bisa Sebabkan Amputasi
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

Hati-hati, Diabetes Bisa Sebabkan Amputasi

Starberita – Jakarta, Diabetes atau kencing manis merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah tubuh. Diabetes terdari dari beberapa tipe I, II dan gestastional. Bila tidak terkontrol dengan baik, gula darah tubuh Anda bisa menyebabkan kemungkinan dilakukannya tindakan amputasi.

Perlu diketahui, diabetes memengaruhi sirkulasi tubuh dan menyebabkan kerusakan saraf. Kurangnya peredaran darah dan sensasi saraf pada kaki penderita diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau ulkus pada kaki. Hal ini yang harus diwaspadai.

Masalah sirkulasi ini disebut sebagai peripheral artery disease (PAD), dan masalah saraf pada diabetes disebut neuropati.

Neuropati menyebabkan penderita kehilangan sensasi nyeri dan merasa baal pada ujung saraf, terutama kaki. Sehingga, ketika terjadi luka kecil, penderita tidak menyadarinya.

Masalah sirkulasi akibat PAD juga menyebabkan luka dan ulkus tersebut susah sembuh, sehingga mudah terjadi infeksi dan kematian jaringan. Pada akhirnya, bagian tubuh tersebut harus diamputasi.

Risiko amputasi akibat diabetes

Diabetes dikenal sebagai penyebab signifikan dari amputasi tungkai bawah (kaki). Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, tercatat kasus amputasi tungkai kaki akibat diabetes terjadi setiap 30 detik. Studi pun menunjukkan ulkus pada kaki terjadi pada 4-10 persen penderita diabetes.

Sebenarnya mayoritas (60-80 persen) ulkus tersebut akan sembuh, namun, 10-15 persen luka akan tetap aktif dan 5-24 persen penderita akan mengalami amputasi dalam waktu 6-18 bulan sejak ulkus tersebut terdiagnosis.

Memang tidak semua penderita diabetes yang mengalami luka atau ulkus diamputasi. Biasanya, luka akan dirawat terlebih dahulu dan proses amputasi biasanya dilakukan pada luka yang infeksi dan tidak kunjung sembuh. Amputasi juga dilakukan secara progresif, dari bagian sekecil mungkin, dan dilanjutkan ketika diperlukan.

Gejala diabetes yang berisiko menyebabkan amputasi

Berikut adalah tanda dan gejala luka atau ulkus pada penderita diabetes yang berisiko mengarah pada tindakan amputasi.

  • Bengkak pada kaki
  • Adanya lenting
  • Cantengan atau ingrown toenails
  • Kutil telapak kaki
  • Luka terbuka
  • Kaki atlit
  • Ulkus yang tidak membaik lebih dari satu minggu
  • Nyeri
  • Berdarah secara aktif
  • Kemerahan
  • Hangat pada satu bagian kaki
  • Ulkus yang dalam hingga terlihat tulang
  • Perubahan warna kulit
  • Memiliki bau yang tidak sedap dari luka
  • Ulkus yang lebih besar dari dua cm
  • Luka yang tidak cepat sembuh

Ketika Anda memiliki tanda dan gejala luka seperti di atas dan menderita diabetes, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk merawat luka tersebut. Dengan demikian, kondisi terburuk hingga amputasi bisa dihindarkan.

Hindari dengan cara ini

Ada dua hal penting yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes agar dapat menghindari terjadinya amputasi:

1. Menjaga kadar gula darah tubuh

Kadar gula darah tubuh yang normal pada penderita diabetes dapat menurunkan risiko amputasi. Berikut adalah beberapa tips cara untuk menjaga kadar gula darah tubuh:

  • Membatasi konsumsi gula pada makanan dan minuman
  • Melakukan diet yang seimbang dan teratur
  • Berolahraga teratur
  • Menghindari stres
  • Mengonsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter
  • Menjaga berat badan ideal
  • Memeriksa gula darah secara teratur

2. Melakukan perawatan kaki

Perawatan kaki sangatlah penting bagi penderita diabetes. Berikut adalah kiat-kiatnya:

  • Rutin memeriksa kaki apabila ada luka, lebam, lenting, dan sebagainya
  • Gerakkan jari kaki secara rutin untuk menstimulasi peredaran darah
  • Gunakan kaos kaki yang kering
  • Rutin mencuci kaki
  • Pastikan kaki masih dapat merasakan sensasi panas, dingin dan nyeri
  • Rutin menggunting kuku kaki
  • Hindari berjalan dengan kaki telanjang
  • Menggunakan sepatu yang ukurannya pas

Jadi, penderita diabetes memang berisiko tinggi mengalami amputasi. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, lakukan berbagai kiat di atas dan berkonsultasilah dengan dokter. Dengan demikian, Anda yang menderita diabetes pun terhindar dari cacat akibat amputasi. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: