Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Akhyar: Latih Anak Didik Tanggungjawab Atas Sampah
Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

Akhyar: Latih Anak Didik Tanggungjawab Atas Sampah

Starberita – Medan, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, berharap kepada seluruh sekolah untuk menanamkan karakter peduli lingkungan dan kebersihan kepada para siswanya, sehingga bertanggungjawab penuh terhadap sampah yang dihasilkan.

“Apabila seluruh siswa mampu mewujudkannya, keinginan menjadikan Kota Medan bersih sampah dapat terwujud. Sebab, jumlah siswa yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara sekitar 20% dari total jumlah penduduk Kota Medan,” ungkap Wakil Walikota ketika memimpin rapat bersama seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SD di Kota Medan, Selasa (16/7/2019).

Menurut Wakil Walikota, kebersihan harus menjadi kultur bagi warga Kota Medan. Salah satu upaya mewujudkannya dengan menanamkan karakter peduli kebersihan dan lingkungan  sejak dini kepada anak-anak usia sekolah baik PAUD, SD hingga SMP karena masih wewenang Pemko Medan menanganinya, sedangkan siswa SMA kini menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Mari kita latih anak didik kita untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dia hasil. Karakter inilah yang mau kita tanamkan kepada seluruh siswa. Apabila seluruh siswa telah memiliki karakter peduli lingkungan dan sampah, tentunya  akan mengurangi jumlah sampah. Dengan demikian upaya menjadikan Medan bersih sampah, insya Allah dapat terwujud,” kata Wakil Walikota.

Saat ini, papar Wakil Walikota, jumlah sisswa SMP di Kota Medan sekitar 120.000 orang, sedanghkan siswa SD mencapai 250.000 orang. Itu masih di luar Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawitah (MTs) serta PAUD. Jika dijumlahkan keseluruhannya bisa mencapai 500.000 orang yang berarti 20% dari  total jumlah penduduk Kota Medan.

“Sederhana saja jika 500.000 siswa ini bisa mewadahi sendiri sampahnya sehingga tidak buang sampah sembarangan, tentunya mampu mengurangi volume sampah. Disamping itu juga dapat mengurangi sampah berceceran di jalanan. Untuk itulah melalui pertemuan pagi ini, saya berharap kepada seluruh bapak dan ibu kepala sekolah agar dapat melatih maupun mendidik siswanya masing-masing  agar bertanggungjawab dengan sampah yang mereka hasilkan baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Wakil Walikota, kepsek juga harus mengingatkan kepada seluruh pedagang yang berjualan di sekitar sekolah agar menyediakan wadah untuk tempat sampah. “Dengan demikian tidak ada sampah jajanan yang berserakan di jalan maupun sekitar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Agar penananam karakter peduli lingkungan dan kebersihan, Wakil Walikota minta seluruh OPD terkait, seperti Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Pendidikan untuk bersinergi melakukan sosialisasi dan membuat kegiatan yang output dihasilkan dapat menanamkan karakter peduli lingkungan dan kebersihan kepada para siswa.

Disamping itu camat dan lurah secara bergantian menjadi pimpinan upacara di sekolah yang berada di wilayah kerjanya. “Dalam apel itu tanamkan akan pentingnya kepedulian menjaga kebersihan,” pesannya.

Wakil Walikota menekankan,  mengatasi persoalan sampah merupakan pekerjaan yang sifatnya long live atau sepanjang hidup. Oleh karenanya sangat dibutuhkan upaya penanaman karakter peduli kebersihan mulai sejak dini sehingga dimana pun berada dan kapan pun  waktunya senantiasa selalu menjaga kebersihan karena telah menjadi kultur.

Sementara itu Kadis Kebersihan dan Pertamanan, M Husni, sangat mendukung upaya penanaman karakter peduli lingkungan dan kebersihan kepada para siswa. Sebab, kebersihan dapat terwujud setelah peradaban terbangun dengan baik.

Dikatakannya.membangun peradaban  dimulai dari edukasi, salah satunya dengan menanamkan karakter peduli lingkungan dan kebersihan kepada siswa mulai sejak dini.

“Kita harus menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari guna mendukung gerakan Indonesia bersih. Mewujudkan budaya bersih harus dimulai dari lingkungan sekolah, sebab pendidikan merupakan laboratorium terbaik di dunia. Apabila lingkungan pendidikan sudah bergerak mendukung kebersihan, insha Allah lingkungan sosial akan mengikutinya,” papar Husni.

Kemudian, Husni, menambahkan mewujudkan Medan bersih sampah juga membutuhkan kerjasama dan saling mengutakan dari semua pihak, baik pemerintah, stakeholder, pemangku kepentingan, sekolah serta seluruh lapisan masyarakat. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: