Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Bebaskan Medan dari Banjir, Gubsu Bentuk 12 Pokja
Search
Minggu 8 Desember 2019
  • :
  • :

Bebaskan Medan dari Banjir, Gubsu Bentuk 12 Pokja

Starberita – Medan, Untuk menanggulangi banjir yang kerap terjadi di Kota Medan, Gubsu, Edy Rahmayadi akhirnya membentuk 12 kelompok kerja (Pokja) yang berasal dari lintas instansi, termasuk Pemprovsu.

Hal itu terungkap pada acara sosialisasi kebersihan dan mitigasi pengendalian banjir Kota Medan dan sekitarnya di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Kamis (11/7/2019). Dimana Pokja ini sudah mulai bekerja hingga tahun 2022.

Adapun ke-12 Pokja tersebut yaitu Pokja Sosialisasi Hukum dan Pengaduan Masyarakat, Pokja Perencanaan dan Penganggaran, Pokja Pelaksana Teknis, Pokja Pengendalian Monitoring dan Evaluasi, Pokja Keamanan dan Ketertiban, Pokja Pembebasan Lahan dan Relokasi, Pokja Kebersihan Lingkungan dan Sungai, Pokja Review dan Revitalisasi Kanal Banjir Drainase Perkotaan dan Pemukiman Kota Medan dan sekitarnya, Pokja Mitigasi Banjir Medan dan sekitarnya, Pokja Humas dan Media Center, Pokja Sekretariat, dan Pokja Kelompok Tenaga Ahli.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wagubsu, Musa Rajekshah (Ijeck), Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman, Danlantamal I Belawan, Abdul Rasyid, Sekdaprovsu, R. Sabrina, Wakil Walikota Medan, Ahyar Nasution, Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan, perwakilan Poldasu dan Kodam I/BB, BWS Sumatera II, akademisi, OPD Pemprovsu, serta para lurah Kota Medan.

Edy berharap, Pokja yang berasal dari berbagai instansi ini bisa bekerja sama untuk mewujudkan Medan bebas banjir tahun 2022.

“Ini tanggung jawab kita bersama, Sumut ini tergantung kita,” kata Edy.

Jika diperlukan, katanya, akan dilakukan pembebasan lahan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk itu, Pemprovsu akan menyiapkan rumah susun bagi masyarakat yang terkena pembasan lahan. Dimana nantinya anggaran yang digunakan untuk keseluruhan kegiatan tersebut akan menggunakan APBD dan APBN.

Edy pun mengharapkan para lurah dapat mengimbau warganya masing-masing agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Menurutnya sungai harus dijaga semua orang, karena itu tanggungjawab bersama. Medan sebagai ibukota, juga harus menjadi kota yang bersih berseri dan bermartabat.

“Sungai ini membuat rakyat sejahtera, jika sungai kotor bagaimana bisa digunakan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia memaparkan kepada peserta sosialisasi beberapa pembangunan yang akan dilakukan di Kota Medan dan sekitarnya. Di antaranya pembangunan jalan tol layang Kota Medan, yang pencanangannya akan dilakukan 28 Juli 2019. Di kawasan Kualanamu, juga akan dibangun Sport Centre dan Islamic Centre yang di dalamnya ada asrama haji yang baru.

“Satu lagi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tuntungan, ada juga Marendal Botanical Garden. Kita harus ada ruang terbuka hijau di dalam kota,” tandasnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: