Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Waspada, Ternyata Hipertensi Bikin Cepat Pikun
Search
Jumat 18 Oktober 2019
  • :
  • :

Waspada, Ternyata Hipertensi Bikin Cepat Pikun

Starberita – Jakarta, Hipertensi selama ini menjadi salah satu penyakit tidak menular yang diprediksi akan terus meningkat. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.

Mungkin sudah tidak asing bahwa hipertensi bisa berujung pada stroke dan juga diabetes melitus. Tapi, yang tidak banyak disadari bahwa hipertensi juga berkaitan dengan demensia, terutama bagi lansia.

“Jadi betul sekali bahwa penyakit kronis terutama hipertensi dan diabetes itu berkaitan dengan demensia,” ungkap Spesialis Penyakit Dalam, Sub Spesialis Geriatri, Rumah Sakit Atma Jaya Pluit, dr. Rensa, SpPD-KGer, FINASIM.

Ia menjelaskan, bahwa saat orang terserang hipertensi akan ada perubahan sirkulasi darah di otak. Hal ini membuat seorang kemudian semakin mudah untuk terkena stroke. Sedangkan stroke sendiri memiliki efek pada kerusakan jaringan. 

“Nah kalau jaringan otaknya yang penting penting, seperti bahasa dan memori itu otomatis akan mengurangi fungsi kognitifnya secara langsung. yang lain terkait dengan fungsi sel-sel tertentu yang ada di area otak tersebut,” kata Rensa.  Hal yang sama juga terjadi pada pasien diabetes. Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan proses inflamasi atau peradangan kronis.

“Kalau terus menerus, akan menggangu sel otak itu. Jadi  akan menurunkan sel otak, bahkan menurunkan jumlah sel otak lebih cepat sehingga fungsi kognitifnya akan terganggu,” ungkap dia.

Rensa melanjutkan bahwa sejauh ini kaitan demensia dengan penyakit kronis dan demensia baru terbukti pada hipertensi dan diabetes. Sementara untuk penyakit lainnya bukti yang ada belum cukup kuat.

Yang sudah diteliti itu penyakit kronis hipertensi dan diabetes, yang lain belum ada fungsi yang konsisten terkait penurunan fungsi kognitif. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: