Search
Sabtu 11 April 2020
  • :
  • :

Niat Jual Kulit Harimau Untuk Modal Beternak, PS Langsung Diamankan BPPHLHK

Starberita – Medan, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Sumut berhasil mengamankan PS (27) yang menjual kulit harimau. Dari penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua lembar kulit harimau berukuran besar dan selembar berukuran kecil, sebuah tengkorak harimau, sebilah belati, dan satu unit ponsel merk Prince.

Atas perbuatannya, tersangka terancam Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peratutan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa jo Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Sebagaimana hal itu terungkap saat BPPHLHK menggelar konfrensi pers di Balai Gakkum KLHK Wilayah I Sumatera, Jumat (5/7/2019) siang. Kepala Seksi BPPHLHK Wilayah I Sumatera, Haluanto Ginting mengatakan, pihaknya menerima barang bukti yang diserahkan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) pada Selasa 2 Juli 2019 lalu.

“Ini adalah penyerahan tersangka dan barang bukti kepada kami yang merupakan hasil kegiatan dari teman-teman di Balai Besar TNGL yang diserahkan pada tanggal 2 Juli,” terang Haluanto.

Lebih lanjut, Haluanto menceritakan peristiwa penangkapan tersangka beserta barang bukti dilakukan pada hari sebelumnya. Penangkapan tersebut bermula dari patroli pengawasan petugas BBTNGL, pada Senin 1 Juli 2019 lalu. Dimana petugas mendapat informasi nengenai seseorang yang memiliki potongan kulit harimau yang hendak dijual. Bermodal informasi yang diterima tersebut, kemudian petugas merencanakan strategi penangkapan dengan cara menyamar sebagai pembeli.

Dalam operasi yang dilakukan, petugas yang menyamar dan tersangka menyepakati harga, dan langsung melakukan transaksi di kediaman tersangka yang berada di Simpang Sogong, Jalan Marike, Desa Marike, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat.

“Saat tersangka PS (27) hendak menyerahkan barang bukti, petugas langsung menangkap dan mengamankan tersangka. Setelah diamankan, tersangka mengaku bahwa barang bukti tersebut sudah dimiliki sejak tahun 2013 lalu. Dimana menurut tersangka barang itu dia dapat dari peninggalan almarhum orangtuanya saat membongkar isi rumah,” papar Haluanto sembari menunjukan barang bukti kulit harimau.

Lebih jauh Haluanto mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan asal dari barang bukti tersebut. Dirinya pun menduga bahwa kulit harimau tersebut berasal dari Leuser.

“Kalau dari ahli, ini jenisnya Panthera Tigris Sumatrae (Harimau Sumatera),” katanya.

Haluanto juga menyebutkan, tersangka PS mengaku, bahwa dirinya hendak menjual kulit harimau tersebut guna mencari modal untuk membeli hewan ternak sekaligus memperbaiki makam orangtuanya.

“Alasan ia menjual, uang hasil penjualannya akan digunakan untuk memperbaiki kuburan orangtuanya sekaligus modal membeli hewan ternak,” sebut Haluanto. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: