Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Belajar dari Kasus Risma, Apakah Asma Sebabkan Kematian?
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

Belajar dari Kasus Risma, Apakah Asma Sebabkan Kematian?

Starberita – Jakarta, Kabar mengagetkan datang dari Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang dikabarkan ambruk dan dilarikan ke rumah sakit di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kabarnya, dia masuk ICU karena didiagnosa sakit asma dan maag.

Berita ini tentu mengejutkan mengingat sang wali kota terkenal energik. Apalagi, penyakit asma juga sering kali dianggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya. Namun, sebenarnya, seberapa bahaya asma sampai harus membuat Anda masuk rumah sakit?

Asma merupakan penyakit menahun akibat peradangan di saluran pernapasan. Peradangan itu kemudian membuat saluran udara menjadi sempit sehingga Anda kesulitan bernapas.

Asma termasuk salah satu penyakit kronis yang paling tidak berbahaya dibandingkan penyakit kronis lainnya karena dengan terapi yang tepat, gejala asma dapat dikontrol. Itu sebabnya banyak yang menganggap sepele penyakit ini. Meski tidak berbahaya, asma juga bisa berdampak fatal. Terlebih jika Anda terkena asma eksaserbasi akut.

Berbeda dari gejala asma kebanyakan, asma eksaserbasi akut bisa menyebabkan seseorang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, jika sudah sangat parah, ada kemungkinan bahwa Anda harus mendapatkan perawatan intensif di ICU.

Menurut NIH National Asthma Education and Prevention Guideline, asma eksaserbasi akut merupakan suatu kondisi memburuknya gejala-gejala asma, seperti sesak napas, batuk, mengi, dan dada yang terasa sesak. Ketika mengalami fase ini, Anda akan semakin kesulitan bernapas, bahkan fungsi paru Anda juga akan terpengaruh.

Kondisi ini menyebabkan 1,4 juta orang di Amerika pada tahun 2004 harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Perempuan memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk terserang perburukan gejala asma ini, dibandingkan dengan laki-laki.

Sebagaimana dilansir dari laman American Family Physician, asma eksaserbasi akut dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu ringan, menengah, hingga berat.

Asma eksaserbasi akut-ringan

Pada tahap ini, gejala yang akan dirasakan biasanya berupa sesak napas ketika melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan kaki. Anda juga masih dapat berbicara dalam beberapa kalimat panjang.

Kondisi ini masih bisa ditangani di rumah. Dokter mungkin akan memberikan obat berupa kortikosteroid untuk menyembuhkan peradangan dan meringankan gejalanya.

Asma eksaserbasi akut-menengah

Eksaserbasi asma akut ditandai dengan munculnya sesak napas saat melakukan aktivitas tertentu. Bahkan, posisi berbaring bisa jadi membuat Anda sesak napas.

Itu sebabnya, beberapa penderita yang berada di tahap ini lebih nyaman untuk duduk agar dapat bernapas lebih lega. Ketika di tahap ini, berbicara dalam bentuk potongan kalimat bisa jadi akan membuat Anda sesak napas.

Pada tahap ini, Anda mungkin saja perlu penanganan di rumah sakit. Dokter mungkin saja memberikan pengobatan berupa kortikosteroid selama 1-2 hari.

Asma eksaserbasi akut-berat

Pada tahap ini, Anda mungkin harus dilarikan ke gawat darurat rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Gejala yang ditunjukkan pada tahap ini adalah Anda mengalami sesak napas bahkan pada saat beristirahat. Posisi ternyaman orang yang berada pada tahap ini adalah duduk tegak.

Disini berbicara dengan orang lain pun bisa menjadi tantangan. Napas yang sesak membuat Anda harus berbicara sepatah-patah kata. Pada penderita eksaserbasi asma akut yang berat dapat membuat kesadaran mereka mulai menurun.

Selain ketiga kategori yang telah disebutkan, laman American Thoraric Society Journal, mengklasifikasikan satu lagi kelompok eksaserbasi, yaitu yang mengancam nyawa.

Pada tahap ini, pasien bahkan bisa mengalami henti napas. Kondisi inilah yang kemudian membuat pasien mungkin membutuhkan perawatan di ruang intensif.

Seseorang mengalami eksaserbasi asma disebabkan karena adanya penyumbatan (obstruksi) pada saluran udara. Hal ini terjadi akibat berkontraksinya otot dan pembengkakan dinding saluran napas, serta sumbatan akibat lendir.

Jika terus-menerus terjadi, bukan tidak mungkin hal ini dapat menuntun Anda pada kondisi yang mengancam nyawa. Banyak orang yang tidak mengetahui ketika gejala asmanya memburuk. Inilah yang menyebabkan kematian karena asma terjadi.

Biasanya, asma yang berakibat fatal terjadi ketika gejalanya sudah terjadi berhari-hari, jarang yang kejadiannya bersifat tiba-tiba.

Itu sebabnya, penting bagi Anda memahami dengan benar tanda-tanda serangan asma dan gejala asma yang memburuk. Terlebih jika Anda tergolong ke dalam orang yang berisiko mengalaminya.

Beberapa gejala yang bisa menjadi tanda Anda memerlukan penanganan rumah sakit, seperti sesak napas atau mengi berat, terutama saat malam atau dini hari, sulit berbicara karena kehabisan napas, harus meregangkan dada terlebih dahulu ketika hendak bernapas, atau tidak ada perbaikan meski telah menggunakan inhaler kerja cepat

Serangan asma bisa saja memburuk dan membahayakan nyawa, terutama mereka yang mengalami eksaserbasi asma akut tingkat ringan hingga berat.

Itu sebabnya, memastikan pengobatan asma yang berjalan sesuai dengan anjuran dokter dapat meminimalisir memburuknya asma yang Anda miliki.

Berkonsultasilah ke dokter secara rutin untuk memeriksakan kondisi kesehatan Anda agar masalah sekecil apa pun dapat terdeteksi sejak dini. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: