Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini 5 Penyebab BAB Berwarna Hijau
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

Ini 5 Penyebab BAB Berwarna Hijau

Starberita – Jakarta, Buang air besar (BAB) adalah aktivitas alami yang bisa mencerminkan kondisi kesehatan Anda. Aktivitas fisiologis BAB bisa lancar, bisa pula sesekali terganggu oleh beragam faktor. Perubahan warna feses adalah salah satu diantaranya. Begitu pula jika pada suatu hari Anda mendapati BAB berwarna hijau. Anda mungkin akan curiga dengan kondisi kesehatan yang Anda alami saat itu.

Penyebab BAB berwarna hijau

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, tekstur dan warna feses memiliki artinya tersendiri. Perubahann warna feses bisa terjadi karena beberapa hal.

“Sayuran hijau atau pewarna makanan hijau bisa menyebabkan perubahan warna feses menjadi hijau. Namun, feses berwarna hijau juga bisa disebabkan oleh makanan yang terlalu cepat melewati saluran pencernaan, seperti pada pasien diare. Cepatnya proses ini menyebabkan bilirubin tidak diproses sempurna, sehingga warna feses menjadi hijau,” jelasnya.

Berikut beberapa penyebab feses berwarna hijau:

1.   Konsumsi makanan berwarna hijau, biru, atau kombinasi makanan berwarna tertentu

Dominasi makanan berwarna hijau yang Anda konsumsi bisa memengaruhi warna feses, misalnya banyak mengonsumsi sayuran.

Ingatkah Anda dengan panduan kombinasi warna color wheel yang sempat Anda pelajari semasa kecil? Hal ini juga berlaku pada warna feses. Dalam arti, jika Anda mengonsumsi makanan yang berwarna biru atau kombinasi lainnya, feses bisa berubah menjadi hijau.

“Misalnya makan berry yang berwarna biru atau ungu, feses bisa jadi hijau. Karena, corak warna biru yang tercampur dengan warna kuning dari empedu perut bisa menghasilkan warna hijau,” kata Dr. Niket Sonpal, MD, seorang internis dan gastroenterolog asal Amerika Serikat.

2.   Baru menjalani operasi pengangkatan kantong empedu

Dalam keadaan biasa, empedu disimpan di dalam kantong empedu. Akan tetapi, ketika itu hilang, empedu menjadi tak punya tempat tinggal.

Artinya, empedu yang diproduksi tubuh terus-menerus keluar. Kata Dr. Sonpal, bersabarlah, karena nantinya kondisi akan membaik dengan sendirinya seiring usus terbiasa dengan peningkatkan volume empedu dan menyesuaikan penyerapan.

Saat masa pemulihan, cermati baik-baik apa yang dirasakan tubuh. Segera periksakan diri jika feses yang berwarna hijau terus terjadi lebih dari 8-10 minggu.

3.   Anda mengalami infeksi

Infeksi yang berdampak pada usus dan yang memicu diare juga bisa membuat BAB jadi hijau.

“Jika Anda terkena infeksi dari bakteri seperti salmonela, E. coli, atau Clostridium difficile, virus, atau parasit seperti giardia, Anda bisa mengalami diare dan peningkatan gerakan pada usus,” jelas Dr. Sonpal. “Pergerakan tinja yang cepat ini tidak memungkinkan empedu yang secara alami berwarna hijau menjadi kecokelatan,” lanjutnya.

Apabila ini terjadi pada Anda, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya segera diketahui.

4.   Sedang minum antibiotik

Diam-diam, konsumsi antibiotik juga bisa mengakibatkan tinja berwarna hijau. Menurut Dr. Sonar, penyebabnya karena sering kali antibiotik turut membunuh bakteri baik (saat bekerja membunuh bakteri jahat).

Kata Dr. Sonpal, “Tanpa bakteri yang baik, tinja bisa berwarna hijau akibat perubahan dalam microbime usus.” Jika Anda sedang terapi antibiotik, ia menyarankan Anda untuk mendorong pertumbuhan flora usus dengan mengonsumsi makanan probiotik seperti makanan hasil fermentasi misalnya kimchi atau kombucha.

5.   KB suntik

Metode KB suntik dengan Depo-Provera bekerja untuk menekan ovulasi, yang dihubung-hubungkan dengan perut kembung dan kenaikan berat badan pada beberapa wanita.

Dikatakan oleh Dr. Sonpal, beberapa pasiennya melaporkan BAB berwarna hijau setelah beberapa dosis pertama. “Penyebabnya masih misteri, tetapi tak ada yang perlu dikhawatirkan karena umum bisa pulih sendiri. Saya percaya bahwa KB suntik dapat menstimulasi pengeluaran empedu ekstra, meski bukti belum tersedia.

Jenis pengobatan lain yang juga memicu perubahan warna tinja misalnya obat diare tertentu dan suplemen besi. Jika warna tinja yang hijau bukan akibat dari pola makan, sebaiknya periksakan keluhan tersebut ke dokter.

Jadi, sejumlah kondisi tertentu – misalnya konsumsi makanan berwarna tertentu, usai operasi kantong empedu, infeksi, konsumsi antibiotik, dan menggunakan KB suntik – bisa membuat BAB berwarna hijau. Beberapa kondisi perubahan warna BAB seperti feses berwarna merah bisa jadi itu adalah darah. Gejala-gejala semacam ini perlu mendapat pemeriksaan dari dokter, agar bisa ditangani secepatnya untuk menghindari kondisi yang lebih parah. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: