Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Menperin: Rancangan PP Super Deductible Tax Sudah Dapat Persetujuan
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

Menperin: Rancangan PP Super Deductible Tax Sudah Dapat Persetujuan

Starberita – Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan rancangan Peraturan Pemerintah Super Deductible Tax sudah mendapatkan persetujuan dari semua menteri terkait. Dia mengatakan peraturan ini bakal terbit dan diimplementasikan pada Juli 2019.

“Peraturan Pemerintah itu telah diparaf oleh seluruh kementerian yang terkait,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Super Deductible Tax merupakan insentif pajak yang diberikan pemerintah kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi. Insentif berupa potongan pajak juga diberikan bagi industri yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi.

Ada dua poin insentif yang diberikan dalam aturan ini. Pertama, pemberian fasilitas fiskal berupa pengurangan penghasilan bruto maksimal 200 persen dari jumlah biaya praktik kerja, pemagangan, dan pembelajaran (vokasi). Pengurangan diberikan bagi wajib pajak (WP) badan dalam negeri yang melakukan praktik tersebut untuk mendorong peningkatan kualitas SDM.

Kedua, pemberian fasilitas fiskal berupa pengurangan penghasilan bruto maksimal 300 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu. Fasilitas diberikan bagi WP badan dalam negeri yang melakukan aktivitas penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Selain itu, Airlangga menyebut kementeriannya telah mengidentifikasi sejumlah sektor industri yang berpotensi mendorong laju investasi dan ekspor. Misalnya, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, dan kimia. Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, kata dia, sektor-sektor tersebut mendapat prioritas pengembangan yang siap menjadi pionir dalam memasuki era industri 4.0.

“Jadi, nanti industri padat karya yang berorientasi ekspor, juga dapat potongan Pajak Penghasilan (PPh),” kata dia.

Selain itu, potongan pajak akan berlaku bagi perusahaan yang melakukan substitusi impor. Perusahaan yang melakukannya ditargetkan bisa mendapatkan semacam mini tax holiday dan insentif pada bea masuknya. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

error: