Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – 7 Fakta Tentang Penyakit Jantung Ini Wajib Diketahui
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

7 Fakta Tentang Penyakit Jantung Ini Wajib Diketahui

Starberita – Jakarta, Penyakit jantung sering disebut dengan istilah the silent killer alias diam-diam mematikan. Faktanya, dari banyak kasus yang ada, hanya sedikit penderita yang menyadari bahwa mereka mengalami penyakit jantung.

Sampai saat ini, penyakit jantung masih menjadi salah satu kondisi yang mengancam keselamatan jiwa di seluruh dunia. Menurut data yang dihimpun dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2012, sebanyak 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Dengan kata lain, penyakit kardiovaskular yang salah satunya penyakit jantung telah menyebabkan 31% dari total 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Fakta tentang penyakit jantung yang wajib diketahui

Dengan masih tingginya angka mortalitas sekaligus morbiditas akibat penyakit jantung, berikut adalah 7 hal yang patut Anda ketahui mengenai penyakit mematikan ini:

1.   Jenis penyakit jantung yang paling sering

Penyakit jantung memiliki ragam variasi, tergantung di mana letak gangguan terjadi. Misalnya, gangguan pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung ataupun gangguan jantung bawaan lahir.

Terlepas dari itu, ada jenis penyakit jantung yang paling umum ditemui. Ini adalah penyakit jantung koroner (PJK). Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menyatakan bahwa prevalensi tertinggi untuk penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung di Indonesia adalah PJK.

Pada PJK, penyempitan pembuluh darah (koroner) di jantung menyebabkan jaringan jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dan gizi yang memadai. Oleh karena itu, jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh.

2.   Menyerang segala usia

Meski paling sering terjadi pada kelompok usia lanjut (65–74 tahun), penyakit jantung juga bisa menimpa orang-orang yang masih berusia muda. Fakta menyebut bahwa beberapa jantung koroner (PJK) sempat ditemukan terjadi pada kelompok yang lebih muda, yaitu usia 35–44 tahun. Selain itu, orang-orang dengan riwayat gangguan jantung bawaan lahir juga berisiko mengalami penyakit jantung, bahkan di usia yang lebih muda dari itu.

3.   Gejala umum

Gejala pada penyakit jantung sangat bervariasi, tergantung dari jenis yang terjadi. Kendati begitu, sebagian besar kasus penyakit jatung sangat mungkin untuk menyebabkan terjadinya gejala nyeri dada, detak jantung tidak teratur, sesak napas, pusing, badan lemas, lelah, mual, keringat dingin, hingga hilang kesadaran.

4.   Berbeda antara wanita dan pria

Gejala penyakit jantung yang muncul dapat berbeda antara pria dan wanita. Pada pria, gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri dada. Sedangkan pada wanita, gejala cenderung terjadi adalah nyeri dada yang disertai dengan sesak napas, mual dan kelelahan yang ekstrem.

5.   Bisa terjadi serangan jantung

Pasien penyakit jantung dapat mengalami serangan jantung, khususnya jika penyakit tidak dideteksi lebih awal. Serangan jantung, yang juga disebut sebagai infark miokard, terjadi akibat aliran darah ke jantung tersumbat secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gumpalan darah. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama terjadinya serangan jantung.

Sampai saat ini belum ada cara untuk mengetahui pasti kapan serangan jantung pada pasien penyakit jantung akan terjadi. Akan tetapi, risiko terjadinya keadaan ini bisa diturunkan.

6.   Pemeriksaan yang bisa dilakukan

Selain wawancara medis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang biasanya juga diperlukan untuk mengonfirmasi dan menilai keparahan suatu penyakit jantung. Sering kali, lebih dari satu pemeriksaan diperlukan guna mendapatkan informasi yang benar-benar akurat terkait penyakit jantung yang dialami seorang pasien. Ini karena setiap pasien penyakit jantung memiliki gejala yang tidak melulu sama.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, stress test, holter monitoring, tilt table testCT scan jantung, MRI jantung, ataupun katerisasi jantung.

7.   Bisa dicegah

Penyakit jantung dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Ini artinya, supaya tidak mengalami penyakit jantung, Anda mesti berhenti merokok, tidak mengonsumsi alkohol, membatasi atau menghindari makanan tinggi lemak, garam, gula dan berkolesterol tinggi; menjaga berat badan agar tetap ideal, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik.

Selalu ingat bahwa penyakit jantung adalah keadaan mematikan yang sering hadir secara diam-diam. Atas dasar ini, jika merasakan sesuatu yang tidak beres dengan jantung, atau sebelumnya telah mengalami penyakit diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, dan memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya segera periksakan lebih lanjut ke dokter. Semakin dini dideteksi dan diobati, semakin besar pula peluang untuk sembuh dan hidup normal lagi. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: