Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Habiskan Banyak Anggaran, Alasan Gubsu Tak Ingin Ada Lagi Honorer Pemprovsu
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Habiskan Banyak Anggaran, Alasan Gubsu Tak Ingin Ada Lagi Honorer Pemprovsu

Starberita – Medan, Adanya penerimaan tenaga honorer di zaman Gubernur sebelumnya yang terkesan kental dan sarat dengan berbagai kepentingan meski ada surat edaran Menteri PAN-RB telah melarangnya, namun tetap saja dilanggar tanpa pernah memikirkan persoalan yang bakal muncul dikemudian hari.

Akibatnya, Pemprovsu pun harus menanggung beban biaya yang dikeluarkan dari APBD sebanyak Rp.120 miliar setahun. Menyikapi hal itu, Gubsu Edy Rahmayadi kembali mengingatkan agar sampai tahun 2020 jangan ada lagi tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemprovsu.

“Kita buat saja lah tenaga honorer yang ada sekarang hanya 4000 personel dan 800 nya lagi tidak dihitung. Dengan jumlah tersebut masing-masing setiap orang menerima Rp.2.500.000, maka Pemprovsu harus mengeluarkan anggaran untuk tenaga honorer ini sebanyak Rp.10.000.000.000. Jika dikalikan 12 bulan atau setahun, mencapai Rp.120 miliar. Inikan uang rakyat yang harus kita pertanggung-jawabkan. Jadi sampai dengan tahun 2020, saya tidak ingin ada lagi tenaga honorer,” tegas Edy, Senin (17/6/2019).

Bahkan terkait hal itu, Edy juga mengatakan bahwa dirinya telah meminta kepada Wagubsu, Musa Rajecksyah (Ijeck) untuk melakukan evaluasi terhadap jumlah ASN yang dinilainya juga sudah terlalu kebanyakan.

“Jumlah ASN Pemprovsu saja ada 18 ribu. Apa benar ada segitu. Saya sudah minta Wagubsu untuk melakukan evaluasi,” sebut Edy.

Edy mengaku bahwa dirinya mendapatkan pertanyaan, Apakah tidak kasihan terhadap tenaga honorer yang bakal diberhentikan, karena akan menjadi pengangguran?. Menurut Edy lebih kasihan lagi karena ada sebanyak 14 ribu lebih rakyat Sumut yang masih sangat membutuhkan perhatian.

Dijelaskannya, rencana pengurangan tenaga honorer ini bertujuan agar pekerjaan yang dilakukan lebih efektif dan efisien.Dimana pemangkasan tenaga honorer tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang.

Dan saat ini, tegas Edy, sudah ada organisasi daerah yang mengkaji rencana tersebut. Dimana menurut Edy, Tim ini nantinya akan mengeluarkan rekomendasi di bidang-bidang mana saja yang harus dipangkas.

Edy juga menambahkan, anggaran untuk menggaji pegawai honorer bisa dialihkan ke bidang lain yang lebih produktif dan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak. Untuk efisiensi anggaran, jelasnya, pemutusan kontrak akan dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: