Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Cuma Mitos, Sakit Kepala Bukan Gejala Awal Hipertensi
Search
Kamis 21 November 2019
  • :
  • :

Cuma Mitos, Sakit Kepala Bukan Gejala Awal Hipertensi

sakit kepalaStarberita – Jakarta, Sakit kepala dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai tanda awal dari hipertensi. Tak heran, banyak orang yang tergesa-gesa ingin memeriksa tekanan darahnya saat merasakan sakit kepala. Bahkan, sebagian orang bisa langsung minum obat anti hipertensi tanpa berpikir panjang.

Padahal, hal tersebut tidak tepat. Secara medis, sakit kepala dan hipertensi belum tentu berhubungan satu sama lain. Terdapat ratusan penyebab sakit kepala dan sekitar 70 persen dari keluhan sakit kepala tidak memiliki penyebab yang jelas, bukan disebabkan oleh hipertensi.

Sebaliknya, dari semua pasien yang menderita hipertensi, hanya 5 persen yang mengalami sakit kepala. Sebagian besar kasus hipertensi justru tak memiliki gejala apapun.

Hipertensi, si pembunuh sunyi

Penyakit darah tinggi sering dijuluki sebagai the silent killer. Hal ini karena hipertensi umumnya tak menunjukkan gejala apapun hingga komplikasi muncul secara tiba-tiba, menunjukkan gejala yang berat.

Hipertensi yang tidak diobati dan dikendalikan dengan baik secara perlahan akan menimbulkan komplikasi pada berbagai organ. Pada otak, hipertensi dapat mencetuskan stroke serta demensia yang terjadi lebih dini. Pada jantung, hipertensi bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan gagal jantung.

Kemudian pada ginjal, tekanan darah yang tak terkontrol akan menyebabkan gagal ginjal kronik. Pada daerah kelamin, hipertensi bisa memicu timbulnya disfungsi seksual. Selain itu, tak jarang, hipertensi dapat berujung pada kematian mendadak (sudden death).

Sekitar 90 persen kasus hipertensi memang tak memiliki gejala apapun. Oleh karena itu, umumnya hipertensi ditemukan secara tak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Atau pada kondisi yang lebih berat, hipertensi baru diketahui saat berbagai komplikasi sudah terjadi.

Yuk, deteksi dini hipertensi!

Agar bahaya hipertensi bisa dicegah, sangat penting melakukan deteksi dini hipertensi dengan memeriksa tekanan darah secara berkala. Pemeriksaan ini bisa dilakukan sendiri di rumah, atau bisa juga dilakukan di fasilitas kesehatan.

Yang penting, pemeriksaan harus dilakukan pada saat yang tepat, yaitu saat seseorang dalam keadaan rileks. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, Anda disarankan duduk tenang dulu selama setidaknya 30 menit.

Pemeriksaan skrining tekanan darah ini sebaiknya dilakukan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Pada orang berusia 18-39 tahun dengan tekanan darah yang normal, pemeriksaan tekanan darah bisa dilakukan tiap 3-5 tahun sekali jika hasilnya normal.

Sementara itu, pada orang berusia 40 tahun ke atas, pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan tiap setahun sekali.

Tak hanya mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, orang yang sehat juga harus diperiksa, terutama yang memiliki risiko darah tinggi, misalnya mengalami diabetes atau ada keluarga yang mengalami hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah juga sebaiknya dilakukan setidaknya setahun sekali.

Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darah sistoliknya di atas atau sama dengan 140 mmHg, atau tekanan darah diastoliknya di atas atau sama dengan 90 mmHg.

Namun, perlu diketahui bahwa hipertensi tak dapat dipastikan dengan satu kali pengukuran saja. Setidaknya harus dilakukan dua kali pengukuran untuk dapat memastikan seseorang mengalami hipertensi.

Penderita hipertensi memang kerap mengalami sakit kepala hebat. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tekanan darah yang melonjak tinggi secara mendadak dan dapat menimbulkan kerusakan di berbagai organ tubuh dalam waktu cepat. Namun, untuk memastikan penyebab sakit kepala, pemeriksaan tekanan darah merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: