Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Yuk, Kenali Komplikasi Kanker Usus
Search
Selasa 15 Oktober 2019
  • :
  • :

Yuk, Kenali Komplikasi Kanker Usus

Starberita – Jakarta, Penyakit kanker layak didaulat sebagai salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2018, jumlah kasus kanker terus bertambah dalam lima tahun terakhir. Hampir setiap jenis kanker mengalami peningkatan, termasuk kanker usus. Maka dari itu, tak ada salah bagi Anda untuk lebih mengenali gejala dan komplikasi kanker usus.

Kanker usus seperti yang diderita mantan KSAD Jend (Purn) George Toisutta sebelum meninggal Rabu (12/6/2019) lalu, juga disebut kanker kolorektal. Kanker ini merupakan kanker yang terjadi pada saluran pencernaan, yaitu usus besar. Penyakit ini paling sering dijumpai pada usia di atas 50 tahun dan termasuk dalam lima besar penyebab kematian terbanyak, baik pada pria maupun wanita.

Kenali gejala kanker usus

Pada kanker usus, tumor berkembang dari sel di saluran pencernaan yang terus tumbuh dan menimbulkan benjolan. Benjolan tersebut akan semakin besar, menjadi tak terkendali, dan menyebabkan sejumlah gejala, di antaranya:

  • Perubahan pola buang air besar. Penderitanya akan mengalami diare (buang air besar cair) atau sembelit secara bergantian
  • Sakit perut hilang timbul
  • Perut terasa begah atau kembung
  • Mual dan muntah
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas

Apa saja komplikasi kanker usus?

Ketika terdiagnosis kanker usus, berdasarkan gejala di atas serta pemeriksaan penunjang, umumnya dokter akan segera memulai pengobatan. Pengobatannya meliputi tindakan pembedahan, kemoterapi, dan radiasi, yang ditentukan berdasarkan stadiumnya. Namun, meski dapat diobati, kanker usus tetap dapat menimbulkan sejumlah komplikasi.

Komplikasi awal yang dapat terjadi adalah sumbatan (obstruksi) saluran cerna. Sumbatan tersebut tentu diakibatkan tumor yang memenuhi saluran usus. Adanya sumbatan tersebut menyebabkan penderitanya mengalami konstipasi dan nyeri perut.

Selain obstruksi, tumor juga dapat menyebabkan usus mengalami kebocoran (perforasi). Perforasi usus dapat menimbulkan gejala yang berat seperti nyeri perut hebat, perut terlihat membesar dan tegang, muntah, serta infeksi berat.

Tak berhenti di situ, kanker usus juga dapat menimbulkan perdarahan. Hal tersebut dapat terjadi bila tumor berada di sekitar rektum, salah satu bagian terakhir usus besar. Perdarahan tumor dapat menyebabkan penderitanya kehilangan darah yang cukup banyak, sehingga menimbulkan anemia (kekurangan sel darah merah).

Komplikasi lain dari kanker usus adalah penyebaran sel tumor ke organ yang lain. Proses yang disebut metastasis ini lazim terjadi pada berbagai jenis kanker, terutama yang sifatnya ganas.

Organ tubuh yang paling sering menjadi sasaran metastasis sel kanker usus adalah kelenjar getah bening, paru, dan selaput rongga perut. Metastasis dapat menimbulkan gejala sesuai organ yang terkena, misalnya benjolan di sekitar leher, sesak napas, dan nyeri perut serta perut yang semakin membesar.

Komplikasi akibat pengobatan kanker usus

Satu lagi yang perlu Anda tahu, pengobatan kanker usus pun ternyata dapat menimbulkan komplikasi. Operasi kanker kolorektal dapat menyebabkan sejumlah komplikasi seperti infeksi pada area bekas operasi dan gangguan gerakan usus (ileus).

Gejala yang timbul dari luka operasi yang terinfeksi tersebut adalah demam, nyeri di sekitar luka, muncul nanah yang berbau, dan luka yang lambat kering. Sementara gangguan gerakan usus biasanya menyebabkan pasien merasa kembung, susah buang angin, dan muntah.

Selain itu, komplikasi kanker usus juga dapat diakibatkan radiasi. Enteritis radiasi adalah salah satu yang tersering.

Kondisi ini terjadi ketika usus mengalami peradangan akibat proses radiasi terhadap sel tumor yang dilakukan berulang kali. Gejalanya antara lain adalah diare, kram perut, berat badan tidak membaik setelah pengobatan akibat gangguan penyerapan zat gizi, dehirasi (kekurangan cairan), dan sebagainya.

Komplikasi-komplikasi di atas memang tidak pasti dialami oleh semua pasien kanker usus. Namun, bila terjadi, akibatnya bisa fatal, bahkan berujung pada kematian.

Kabar baiknya, kanker usus serta komplikasinya tersebut dapat dicegah dengan melakukan perubahan pola hidup karena penyakit ini sangat erat kaitannya dengan apa yang Anda konsumsi.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur serta makanan tinggi serat lainnya, berhenti merokok dan minum alkohol, jaga berat badan, dan rutin lakukan aktivitas fisik. Dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, selain mencegah beragam penyakit termasuk kanker usus, Anda pun bisa membentengi terjadinya komplikasi kanker usus. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: