Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Waspadai Vertigo Disertai Muntah
Search
Selasa 16 Juli 2019
  • :
  • :

Waspadai Vertigo Disertai Muntah

Starberita – Jakarta, Vertigo atau pusing berputar sering dianggap sebagai nyeri kepala biasa. Namun perlu diketahui, pada penderita vertigo gejala mual dan muntah juga sering menyertai. Meski demikian, pada beberapa kasus, vertigo disertai muntah bisa jadi gejala suatu penyakit yang harus diwaspadai.

Mengenal vertigo

Saat vertigo menyerang, penderitanya akan merasa lemah dan tidak stabil secara fisik. Serangan ini bisa muncul dalam kadar ringan sampai berat dan dari durasi waktu yang sebentar hingga lama.

Selain pusing berputar, vertigo memiliki gejala sebagai berikut:

  • Pusing berputar
  • Kehilangan keseimbangan
  • Berayun-ayun
  • Merasa ditarik ke satu arah
  • Mual
  • Muntah
  • Gerakan mata yang tidak normal (nistagmus)
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Mendengar dengungan di dalam telinga atau kehilangan pendengaran.

Vertigo sesuai tipenya dibagi menjadi dua, yaitu perifer dan sentral. Vertigo perifer disebabkan oleh masalah pada organ keseimbangan dalam telinga bagian dalam. Sedangkan, vertigo sentral disebabkan oleh gangguan pada satu bagian atau lebih pada bagian otak yang dikenal sebagai jalur saraf sensori, serebelum dan batang otak.

Mengapa muntah saat vertigo?

Muntah terjadi ketika isi perut bergerak terbalik ke arah atas, yaitu dari perut ke kerongkongan dan keluar dari mulut. Parahnya, ketika penderita mengalami muntah kronis, lapisan kerongkongan, mulut dan gigi bisa rusak. Hal ini terjadi karena isi perut terutama pada lambung terdapat asam yang merusak sel.

Vertigo yang disertai dengan muntah dapat terjadi pada kedua tipe vertigo. Berikut ini adalah penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya gejala vertigo dan muntah:

1. Peradangan telinga bagian dalam

Telinga bagian dalam bertanggung jawab untuk membantu menjaga keseimbangan dalam tubuh. Peradangan di telinga bagian dalam dapat menyebabkan pusing berputar yang disertai dengan mual dan muntah.

2. Masalah jantung

Ketika jantung tidak memompa darah dengan baik, tekanan darah tubuh dapat menjadi rendah. Tekanan darah rendah inilah yang kemudian memberikan gejala kepala pusing dan muntah.

3. Gangguan cemas

Gangguan mental seperti gangguan cemas yang sangat intens dapat menyebabkan gejala fisik yaitu vertigo dan muntah.

4. Migraine vestibular

Migrain merupakan salah satu penyakit sakit kepala yang dapat menyebabkan gejala intens seperti vertigo, mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya dan suara.

5. Mabuk kendaraan dan dehidrasi

Mabuk kendaraan dapat menyebabkan gejala muntah dan pusing berputar. Selain itu, kekurangan cairan pada tubuh atau disebut dehidrasi juga dapat menyebabkan kondisi serupa.

6. Penyakit Meniere

Penyakit meniere merupakan kelainan telinga bagian dalam yang menyebabkan vertigo, tinitus, kehilangan pendengaran, dan telinga terasa penuh. Jika sudah parah, biasanya penderita juga dapat mengalami muntah.

7. Epidural hematoma

Perdarahan otak seperti epidural hematoma juga dapat menyebabkan gejala muntah dan pusing berputar.

8. Acoustic neuroma

Tumor jinak yang tidak berpotensi menjadi kanker ini tumbuh pada saraf wajah nomor delapan. Saraf ini disebut sebagai vestibulocochlear yang menghubungkan bagian dalam telinga ke otak. Saraf ini memiliki dua bagian yaitu yang mentransmisi suara dan yang membantu keseimbangan.

Ketika terjadi tumor acoustic neuroma, penderita akan mengalami vertigo, muntah, tinitus, bahkan kehilangan pendengaran.

9. Penggunaan obat-obatan

Obat-obatan tertentu terutama sedatif, kemoterapi, serta anti kejang dapat menyebabkan gejala vertigo dan muntah.

Vertigo disertai muntah perlu diwaspadai. Sebab, dapat muncul sebagai tanda adanya penyakit berbahaya. Jika Anda mengalami vertigo yang cukup parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: