Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Kenali 8 Faktor Resiko Kanker Usus
Search
Sabtu 20 Juli 2019
  • :
  • :

Kenali 8 Faktor Resiko Kanker Usus

Starberita – Jakarta, Kanker usus sekali lagi terbukti sebagai salah satu kanker paling mematikan di dunia. Berada di bawah kanker paru, kanker usus merupakan jenis kanker penyebab kematian nomor dua di dunia baik pada wanita maupun pria, menurut data GLOBOCAN 2018. Kanker ini pula yang sempat dialami selama beberapa waktu oleh mantan KSAD Jendral TNI (Purn) George Toisutta sebelum wafat pada Rabu (12/6/2019) lalu.

Pada dasarnya, faktor risiko pada segala jenis kanker – termasuk kanker kolorektal yang menyerang usus besar (kolon) dan rektum – tetap sama. Ada faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti genetik, jenis kelamin, dan usia serta faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi.

Apa saja faktor risiko kanker usus?

Meskipun ada beberapa faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan ada pula yang tidak, semua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi satu sama lain.

Berikut adalah pemaparan mengenai beragam faktor risiko kanker usus yang perlu Anda ketahui:

1. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi

·         Genetik

Seperti sudah banyak diketahui bahwa risiko kanker meningkat ketika seseorang mempunyai riwayat genetik dari orang tuanya. Untuk mengetahuinya, cari tahu apakah orang tua atau kakek dan nenek Anda ada yang pernah mengalami kanker.

·         Riwayat penyakit

Selain kanker, riwayat beberapa penyakit yang berhubungan dengan usus seperti polip kolorektal (usus besar dan rektum), sindrom radang usus, dan diabetes juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus.

·         Usia

Ketika memasuki usia tua tentunya segala sistem di tubuh akan menurun fungsinya, termasuk sel yang menghambat terjadinya kanker. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2015, memasuki usia di atas 45 tahun risiko terjadinya kanker kolorektal meningkat, apalagi di atas usia 65 tahun.

·         Jenis kelamin dan ras

Kanker kolorektal ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Sementara itu, dari segi ras, orang Afrika-Amerika dan Eropa timur merupakan ras yang mempunyai risiko kanker kolorektal paling tinggi di dunia.

2. Faktor yang dapat dimodifikasi

·         Makanan

Orang yang tidak suka makan sayur dan buah yang mengandung serat tinggi rentan mengalami perlukaan dan polip kolorektal, sehingga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu, makanan tinggi lemak seperti daging merah, jeroan dan daging olahan seperti kornet, sosis, serta burger meningkatkan risiko kanker usus.

Apalagi jika jenis makanan tersebut digoreng menggunakan minyak dengan suhu tinggi atau dibakar. Bagian gosong berwarna hitam pada makanan yang dibakar tersebut merupakan zat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.

·         Gaya hidup sedenter

Pola hidup malas-malasan, jarang bergerak dan olahraga disebut sebagai gaya hidup sedenter. Pola hidup ini nantinya menyebabkan seseorang mengalami berat badan berlebih atau obesitas hingga penyakit metabolik seperti diabetes yang meningkatkan risiko kanker kolorektal.

·         Berat badan berlebih atau obesitas

Insulin diketahui sebagai salah satu sel yang mempromosikan sel kanker. Pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, insulin bisa menjadi resisten dan akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh, sehingga risiko kanker pun akan meningkat.

·         Rokok dan alkohol

Zat dalam rokok dan alkohol diketahui dapat meningkatkan munculnya radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat memicu kanker.

Tentunya faktor risiko – pemicu kanker usus – yang tidak dapat dimodifikasi akan sangat sulit untuk dihindari. Kunci satu-satunya agar terhindar dari risiko penyakit mematikan ini adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat. Jadi tunggu apa lagi? Ayo ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat mulai sekarang juga! (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: