Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Aniaya Guru Madrasah, Nofita Dihukum 6 Bulan Penjara
Search
Minggu 17 November 2019
  • :
  • :

Aniaya Guru Madrasah, Nofita Dihukum 6 Bulan Penjara

Starberita – Medan, Terdakwa penganiayaan guru madrasah, Nofita dijatuhi hukuman oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan selama 6 bulan hukuman penjara.

Dimana nota putusan tersebut di bacakan Majelis Hakim yang di Ketuai oleh Sri Wahyuni di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/6/2019). Hukuman yang diberikan hakim lebih ringan dari tuntutan penuntut umum Kejari Medan, Chandra Naibaho yang menuntut terdakwa dengan hukuman 8 bulan penjara.

Nofita dinyatakan bersalah karena telah melakukan pemukulan terhadap Nursarianto (korban), sewaktu dirinya ditegur oleh korban agar anjing peliharaannya tidak berkeliaran sembarangan karena khawatir menggigit anak-anak.

Akibat pemukulan yang dilakukan terdakwa, korban pun mengalami luka di pelipis mata kiri dan bagian bawah mata kanan. Hal tersebut sesuai hasil Visum Et Repertum No:81/VER/MR/RSHM/II/2019 tanggal 8 Februari 2019 dari Rumah Sakit Umum Haji Medan. Akibat perbuatannya, terdakwa telah melanggar pidana Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana.

Sebagaimana diketahui, kasus penganiayaan yang dilakukan terdakwa pada Februari 2019, bermula saat Ustadz Nursarianto pulang mengajar dari madrasah di kawasan Jl. Mandailing, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung. Ketika itu korban melihat dua orang anak madrasah berlari tergopoh-gopoh sedang dikejar seekor anjing, sehingga kedua anak itu menangis dan sempat terjatuh karena ketakutan digigit anjing tersebut.

Nursarianto yang melihat kejadian itu, lantas berhenti dan menemui sang pemilik anjing, yakni terdakwa, Nofita. Kemudian, korban pun mengingatkan terdakwa agar anjing peliharaannya jangan dibiarkan berkeliaran sembarangan.

Namun tak disangka, terdakwa malah balik memarahinya. Kemarahan terdakwa pun semakin menjadi-jadi, hingga Nursarianto menjadi sasaran pemukulan dan mengalami luka di wajah. Melihat hal itu, warga yang berkerumun langsung melerai keduanya. Nursarianto yang mendapat pukulan dari terdakwa, mencoba membela diri dengan menghindar. Ia pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Percut Seituan. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: