Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Khotbah Salat Ied di Istiqlal: Ciri Khas khas Islam Indonesia Ramah Budaya Lokal
Search
Jumat 23 Agustus 2019
  • :
  • :

Khotbah Salat Ied di Istiqlal: Ciri Khas khas Islam Indonesia Ramah Budaya Lokal

Starberita – Jakarta, Mantan Menteri Agama, Said Agil Husin Al Munawar mengatakan dalam khotbah Salat Ied di Istiqlal bahwa Indonesia adalah kawasan yang unik dalam sejarah penyebaran agama apapun karena tidak pernah dijumpai konflik yang sangat keras. Jika pun ada konflik, kata dia, yang muncul hanya adalah kepentingan politik diantara elitnya.

“Islam yang sesungguhnya menjadi ciri khas khas Islam Indonesia adalah yang ramah terhadap budaya lokal,” ujar Said dalam Khotbah salat Ied dengan tema Menebar Maaf Membangun Kebersamaan di Masjid Istiqlal, Rabu (5/6/2019).

Menurut dia, budaya lokal yang diadopsi bukan ajaran ritual, melainkan aspek yang elementer. Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini menjelaskan ciri khas Islam Indonesia yakin kolaborasi antar penggolongan sosial budaya.

“Bukan Islam dengan pola Timur Tengah yang kering, tetapi juga bukan Islam yang mencampur ritual lokal dengan Islam, tetapi Islam yang berciri Islam Indonesia yang unik.”

Sebagai bangsa yang multi etnis, agama, dan bahasa, kata Said masyarakat Indonesia sesungguhnya sudah kaya pengalaman. Ia menyampaikan semenjak peralihan damai dari agama lokal ke agama-agama menyebar dari berbagai belahan dunia.

“Modal historis ini telah menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang besar dalam dinamika relasi antar satu suku dengan lainnya, dan antara satu agama dengan lainnya.

Salat Ied di Istiqlal juga dihadiri oleh beberapa pejabat negara. Terlihat Presiden Jokowi didampingi oleh ibu negara Iriana. Ada pula Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, dan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

error: