Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Bahrumsyah: Sistem Kesehatan Kota Medan Belum Berjalan dengan Baik
Search
Selasa 12 November 2019
  • :
  • :

Bahrumsyah: Sistem Kesehatan Kota Medan Belum Berjalan dengan Baik

Starberita – Medan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan, Bahrumsyah, mengatakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Sebab, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar, masih belum refresentatif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Perda ini sendiri sudah disahkan sejak 2012 lalu, namun masalah kesehatan ini masih menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat Kota Medan,” ungkap Bahrumsyah ketika mensosialisasikan Perda N0. 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Masyarakat pada Sosialisasi ke X yang dilaksanakannya di Jalan Bilal Ujung No. 61 Medan,
Senin (27/5/2019) malam.

Sejauh ini, kata Ketua Komisi II ini, masih ditemukan sejumlah persoalan kesehatan di Kota Medan, seperti gizi buruk dan penyakit tuberklosis (TB).

Kota Medan sendiri, sebut Bahrumsyah, memiliki 39 Puskesmas dan 41 Pustu. Namun, pola pelayanan yang diberikan hanya bersifat menunggu. “Seharusnya, Puskesmas itu menjemput bola, bukan menunggu,” katanya.

Saat ini juga, sambung Bahrumsyah, banyak rumah sakit di Kota Medan membludak, akibat Puskesmas tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. “Puskesmas hari ini hanya sebagai tempat untuk mengambil rujukan,” katanya.

Menurut Bahrumsyah, jika Puskesmas rawat inap yang dimiliki oleh Kota Medan dimaksimalkan pelayanannya, tentunya tidak akan banyak masyarakat berobat ke rumah sakit.

“Kita kan punya Puskesmas rawat inap, itu saja yang dimaksimalkan. Jika itu dimaksimalkan pelayanannya, tentunya tidak akan banyak masyarakat berobat ke rumah sakit,” katanya mengulangi.

Padahal, tambah Bahrumsyah, Perda No. 4 tahun 2012 sudah sangat jelas mengatur hak dan kewajiban Pemerintah Kota dan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pada Bab II, lanjut Bahrumsyah, bertujuan untuk mewujudkan tatanan kesehatan yang mampu melibatkan partisipasi semua unsur dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kota.

Salah satu tujuan Perda sebagaimana tertuang pada Bab II Pasal 2, kata Bahrumsyah, adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang aman, adil, terjangkau dan terbuka bagi masyarakat. Kemudian, meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Selain itu, kewenangan pemerintah sesuai dengan Bab III Pasal 3, meliputi subsistem terkait regulasi kesehatan, pembiayaan kesehatan, ketersediaan alat farmasi, alat kesehatan dan makanan. Bahkan, meliputi manajemen informasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

“Dalam pasal ini juga, diatur secara menyeluruh bagaimana Pemko Medan berkewajiban mengatur regulasi kesehatan masyarakat dari mulai pembiayaan kesehatan, alat farmasi, alat kesehatan dan makanan juga terkait pemberdayaan masyarakatnya,” terangnya.

Sedangkan Bab 18 pada Pasal 32 terkait masalah gizi, sebut Bahrumsyah, pemerintah dan swasta bertanggungjawab dalam upaya perbaikan gizi untuk meningkatkan derajat kesehatan, kecerdasan dan produktifitas kerja.

Diketahui, Perda Sistem Kesehatan Kota terdiri XVI Bab dan 92 Pasal. Dalam Bab I Pasal 1 di ketentuan umum terdiri 51 ayat. SKK sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah Kota Medan. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: