Search
Minggu 16 Juni 2019
  • :
  • :

Terima Demo Mahasiswa, Gubsu Jelaskan Proses Assessment Selektif

Starberita – Medan, Gubsu, Edy Rahmayadi menemui belasan pendemo yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubsu, Jumat (24/5/2019).

Menjawab tuntutan terkait kebijakan mutasi pejabat, Edy menjelaskan bahwa proses assessment berjalan selektif. Dikatakannya bahwa assessment dijalankan dengan mendatangkan para ahli (profesor) guna menyeleksi para pejabat agar sesuai antara kemampuan dengan jabatan yang akan diemban.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mempertanyakan pengambilan keputusan Gubsu terkait pelantikan pejabat Eselon II, sekaligus mutasi dan evaluasi posisi jabatan yang mereka sebut ‘non job’. Selain itu, mahasiswa tersebut juga mempertanyakan proses assessment yang dilakukan, mengingat hal itu dilakukan melibatkan pihak akademisi.

Sebab menurut mereka, beberapa nama yang diangkat sebagai pimpinan OPD di jajaran Pemprovsu diduga bermasalah. Akan tetapi, para mahasiswa tersebut enggan menyebutkan nama pejabat dimaksud saat ditanya langsung oleh Gubsu.

Menjawab hal itu, Edy menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa terkait pejabat yang diduga bermasalah, dirinya meminta kepastian dan bukti. Sebab jika tidak, maka tuduhan yang dilakukan tidak mendasar sehingga berimplikasi hukum sebagai pencemaran nama baik.

“Kita memakai hukum positif. Tidak bisa kita menuduh begitu saja. Kalau memang ada bukti, laporkan ke saya. Langsung kita proses itu, kita penjarakan dia. Tetapi jangan asal tuduh dan katanya saja,” sebut Edy saat menerima pengunjukrasa di Pressroom Kantor Gubsu.

Sementara, soal assessment atau proses seleksi para pejabat sebelum diambil keputusan mutasi atau promosi jabatan, Edy menegaskan bahwa hal itu berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Dicontohkannya seperti membentuk panitia seleksi (pansel) serta melibatkan para guru besar (akademisi) dari berbagai kampus dengan disiplin ilmu masing-masing.

“Yang seleksi itu bukan saya, ada guru besar/profesor yang menilai dan menyeleksi. Jadi bukan saya yang seleksi. Tetapi memang assessment itu untuk saya (Gubernur),” tegas Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah.

Dari pansel tersebut, lanjut Edy, dipilih beberapa nama sesuai peringkat masing-masing. Adapun hasilnya mengeluarkan peringkat untuk satu jabatan tertentu. Pun begitu, dirinya menjelaskan bahwa sebagian besar yang terpilih adalah yang menempati peringkat pertama. Sebab ada kriteria yang dipilihnya.

“Yang pertama itu intelektual, kemudian psikologis. Jadi kalaupun intelek (cerdas), kita lihat tabiatnya. Yang jelas, hampir semua yang peringkat satu itu saya pilih,” jelas Edy.

Sementara selain tuntutan tersebut, perwakilan mahasiswa yang disampaikan Fauzi (ITM) bahwa mereka mendukung upaya yang dilakukan Gubernur-Wakil Gubernur, Edy-Ijeck menjadikan Sumut Bermartabat. Sehingga seluruh jajaran OPD harus diisi oleh orang yang berkompeten dan bersih.

“Kami mendukung pemerintahan ini melalui pengumpulan seribu tandatangan, agar bisa terwujud Sumut bermartabat,” ujar Fauzi yang selanjutnya membubarkan diri bersama belasan rekannya yang lain. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: