Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Golkar Kuasai Kursi Pimpinan DPRD Sumut

Starberita – Medan, Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Yasyir Rishi Lubis memastikan partainya menang secara keseluruhan di 33 kabupaten/kota se Sumut.

“Ada peningkatan kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota dari Golkar dari yang sebelumnya 13 Ketua DPRD dan kini meningkat jadi 15 kursi,” katanya kepada wartawan di Medan, Kamis (9/5/2019).

Dijelaskan Ridho, untuk keseluruhan Golkar mendapat porsi pimpinan dewan di 29 DPRD kab/kota, dengan rincian 15 porsi Ketua DPRD dan 14 porsi Wakil Ketua DPRD kabupaten/kota.

Menurut Ridho, capaian tersebut adalah bentuk keberhasilan Golkar Sumut dalam memenuhi target perolehan suara dan kursi di DPRD kabupaten/kota.

Sementara untuk perolehan kursi DPRD Sumut, Ridho mengaku partainya hanya memperoleh 16 ke 17 kursi dan mendapatkan porsi sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut.

“Sejauh pengamatan dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, sepertinya begitu. Tapi itu pun nanti kita lihat juga bagaimana suara dari PDI Perjuangan,” tuturnya.

Ridho juga menerangkan, untuk perolehan kursi DPR RI, dapat dipastikan Golkar akan tetap mendapat 4 kursi untuk tingkat DPR RI. Rinciannya tetap sama, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I itu, satu kursi.

“Sumut II itu, satu kursi. Dan untuk Sumut III itu, keluar dua kursi, yakni Ibu Delia Pertiwi Sitepu dan Pak Ahmad Doli Kurnia Tanjung,” ujarnya.

Terkait adanya isu kecurangan dan pencurian suara yang santer disuarakan salah seorang Caleg DPR RI Golkar, Anton Sihombing, Ridho menepis adanya tudingan tersebut.

Menurutnya, tidak mungkin ada terjadi pencurian suara di internal Golkar, dan semua persoalan itu sudah clear di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di KPU Kab/kota.

“Tanya saja sama Anton Sihombing, bagaimana cara mencurinya. Lalu bagaimana dia menangkapnya. Enggak boleh begitu, selaku sebagai kader, dia harus percaya dengan kerja KPU dan bukan malah menuding yang akhirnya bisa menciderai nama baik Golkar,” cetusnya.

Ridho juga mengungkapkan, pada rapat pleno rekapitulasi untuk daerah Asahan, sebenarnya pandangan dari KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut, sudah seirama dan tidak ada peraoalan. Namun Ridho mengingatkan bahwa sebenarnya permasalah di tingkat PPK dan Kab/kota jangan lagi di bawa bawa ke plenonya KPU, dan ini yang buat lama.

“Kalau Bawaslu membawa bawa ke bawah lagi, ya bisa tak selesai selesai penghitungan suara. Tapi syukur alhamdulillah semua sudah selesai dan tidak ada masalah,” ucapnya.

Lebih lanjut Ridho, bahwa perolehan Golkar pada hasil Pemilu tahun ini adalah bentuk kerja kerasnya kader Golkar. Semua perjuangan ini berjalan lancar dan hasilnya juga sangat memuaskan. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: