Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – BI: Dinamika Global Pengaruhi Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
Search
Sabtu 20 Juli 2019
  • :
  • :

BI: Dinamika Global Pengaruhi Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Starberita – Jakarta, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp14.200-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (6/5/2019) pukul 17.37 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.297 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.125 per USD – Rp14.331 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 45 poin atau 0,31% ke Rp14.295 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.250 per USD – Rp14.330 per USD.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah, dua Minggu terakhir dinamika global terus bergerak. Seperti Chairman The Federal Reserve Jerome Powell tidak akan naikkan bunga, dan arah suku bunga ke depan sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Ada perbedaan antara ekspektasi pasar dan chief, dolar AS melemah di Asia itu pagi ini. Job report atau laporan pekerjaan kita lihat misalnya, sektor tenaga kerja memang cukup solid, kalau dilihat tingkat month-to-month (mtm), itu sangat rendah,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (6/5/2019).

Dia menuturkan, inflasi di Amerika Serikat banyak memperkirakan jauh di bawah target, sehingga di antara member The Federal Open Market Committee (FOMC) tidak homogen dalam melihat hal tersebut.

“Menyebabkan di global melemah tetapi karena ada ketidakpastisn dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-China ancam produk China,” tutur dia.

Dia menjelaskan bahwa statement itu sifatnya jangka pendek. Karena itu akan berubah dalam waktu singkat. Bisa berbalik arah, bukan jangka panjang. Dinamika pada akhirnya pengaruhi penyesuaian portofolio asing di Indonesia.

“Tadi pagi ada jual asing makanya BI masuk untuk pastikan out flow bisa terjaga dan berlanjut dan jaga di pasar spot ya. Dan statment Presiden Amerika Serikat Donald Trump dampaknya pada yuan ini jatuh tajam, dan memicu jatuhnya harga saham di index di China tetapi lebih dari global jangka pendek, 5%,” kata dia.

Dia juga memastikan bahwa hal seperti ini, arus disikapi fluktuasi biasa, tidak perlu banyak di cemaskan. Bank Indonesia (BI), dipastikan akan selalu di pasar untuk jaga stabilitasnya.

“Untuk sebab pelemahan Rupiah di domestik itu, di mana kita ketahui produk domestik bruto (PDB) 5,07% memang di bawah ekspektasi pasar harus dilibatkan compareable dengan negara lain, masih bergerak di atas 5% itu cukup solid menurut saya triwulan dua pasti akan meningkat, karena akan dinamis,” ungkap dia. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: