Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Membedakan Malaria Monyet dengan Malaria Biasa
Search
Sabtu 20 Juli 2019
  • :
  • :

Membedakan Malaria Monyet dengan Malaria Biasa

Starberita – Jakarta, Malaria merupakan penyakit endemik yang ada di Indonesia. Bahkan, orang di luar negeri sampai datang ke Indonesia untuk melakukan penelitian tentang penyakityang ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles ini. Namun, satu hal mengejutkan terjadi di Aceh dengan terdeteksinya pasangan suami istri yang terkena penyakit bernama malaria monyet.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dua orang tersebut positif terinfeksi parasit jenis Plasmodium knowlesi dan dinyatakan terjangkit malaria monyet.

Kasus ini terjadi pada akhir tahun 2018 pada tiga desa di Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Selain pasangan tersebut, belasan orang sampaidilarikan ke Puskesmas akibat penyakit yang sama.

Malaria pada umumnya

Umumnya, malaria diakibatkan oleh infeksi parasit yang disebut Plasmodium. Ada 4 jenis parasit yang biasanya menjangkit manusia dan menyebabkan penyakit malaria, yaitu P. falciparum, P. malariae, P. ovale, dan P. vivax.

Parasit tadi ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi dan biasanya menggigit antara tengah malam hingga subuh. Parasit jenis ini endemik di daerah Indonesia Timur.

Dilihat dari gejalanya, malaria tidak selalui menampakkan tanda-tanda infeksi setelah nyamuk Anopheles menggigit. Butuh waktu sekitar 1-2 minggu setelahnya, baru gejala malaria akan terlihat. Waktu munculnya gejala pun tergantung dari jenis Plasmodium yang menginfeksi.

Belum lagi, gejala malaria seringkali ringan dan terkesan seperti flu, seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala dan sendi, hingga mual dan muntah. Untuk mendiagnosis malaria juga harus dilakukan pemeriksaan laboratorium yang disebut Rapid Diagnostic Test (RDT).

Pemeriksaan ini menggunakan contoh darah pasien untuk dilihat apakah ditemukan parasit Plasmodium, sekaligus menentukan pengobatan yang perlu dilakukan. Karena penanganan malaria bisa berbeda, tergantung jenis parasit yang menginfeksi. Hal ini juga berlaku pada kondisi malaria monyet.

Bagaimana dengan malaria monyet?

Malaria yang satu ini memang jarang terdengar dibanding malaria biasa. Tak seperti namanya, malaria monyet tidak ditularkan melalui gigitan monyet, melainkan gigitan nyamuk Anopheles juga dari jenis leucosphyrus.

Yang membedakan malaria pada umumnya dengan malaria monyet adalah jenis parasit Plasmodium yang menginfeksi. Pada malaria monyet, jenis parasitnya adalah P. knowlesi.

Malaria jenis ini disebut malaria monyet dikarenakan Plasmodium knowlesi sebagai penyebabnya hanya menyerang monyet. Parasit ini lazim ditemukan pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan tidak ditemukan pada manusia.

Namun, akhir-akhir ini P. knowlesi diketahui dapat menginfeksi manusia juga dan menyebabkan malaria monyet. Selain di Indonesia, kejadian ini juga banyak menyerang negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Hal ini dicurigai akibat berkurangnya lahan hutan sebagai habitat monyet, sehingga saat ini monyet menempati hutan yang dekat dengan pemukiman manusia dan nyamuk mudah menginfeksi keduanya.

Bahaya komplikasi pada malaria

Apapun jenis malarianya, penyakit ini amatlah serius dan bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Berikut adalah beberapa komplikasi serius akibat malaria yang mungkin terjadi:

  • Anemia berat. Sel-sel darah merah tidak dapat membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan rasa kantuk dan lemas.
  • Malaria cerebral. Dalam kasus yang jarang terjadi, pembuluh darah kecil yang menuju ke otak dapat terhambat atau bahkan tersumbat, hingga menyebabkan kejang, kerusakan otak dan koma.
  • Kegagalan fungsi organ tubuh. Malaria dapat mengakibatkan gagal ginjal, gagal fungsi organ hati, dan pecahnya organ limpa.
  • Gangguan pernapasan. Sebab, penumpukan cairan di paru-paru akan membuat Anda kesulitan bernapas.
  • Hipoglikemia atau gula darah rendah.
  • Tekanan darah menurun secara tiba-tiba.

Dengan berbagai risiko komplikasi diatas, ada baiknya Anda melakukan deteksi dini dengan memeriksakan diri ke dokter begitu mengalami gejala malaria, baik malaria biasa maupun malaria monyet. Bagaimanapun, mengetahui penyakit lebih awal dapat mengurangi risiko komplikasi yang lebih parah. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: