Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini Efek Rematik Pada Bagian Tubuh Lain yang Harus Diwaspadai
Search
Senin 9 Desember 2019
  • :
  • :

Ini Efek Rematik Pada Bagian Tubuh Lain yang Harus Diwaspadai

Starberita – Jakarta, Diantara penyakit radang sendi lainnya, rematik menjadi salah satu kondisi yang paling banyak diderita. Rematik tidak bisa disepelekan karena dapat membawa berbagai dampak pada seluruh tubuh dan merusak organ-organ utama. Apa saja, ya, dampak penyakit rematik pada tubuh?

Efek rematik pada tubuh

Rematik atau dalam istilah medis disebut dengan rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh mengalami kekeliruan dan menyerang sendi yang sehat.

Akibatnya penyakit ini menyebabkan peradangan pada sendi dan jaringan tubuh di sekitarnya. Jika terus dibiarkan kondisi ini bisa merusak organ tubuh lain, seperti:

Tulang

Salah satu tanda pertama rematik adalah peradangan pada sendi tangan dan kaki. Biasanya kondisi ini menimbulkan gejala seperti sakit, bengkak, kaku, dan nyeri saat di tekan.

Kondisi ini biasanya muncul di pagi hari dan terjadi simetris. Artinya, apabila kaki kanan yang mengalami nyeri, biasanya akan terjadi juga di kaki kiri, dan sebaliknya.

Bahkan, rasa nyeri ini bisa berlangsung selama 30 menit atau lebih. Selain itu, penyakit yang satu ini juga menimbulkan sensasi kesemutan atau terbakar pada sendi.

Berbagai gejala ini biasanya muncul pada sendi-sendi tubuh, seperti pada:

  • Jari tangan
  • Pergelangan tangan
  • Bahu
  • Siku
  • Pinggul
  • Lutut
  • Pergelangan kaki
  • Jari kaki

Seiring dengan bertambah parahnya penyakit, efek rematik pada tulang bisa semakin memburuk. Kerusakan pada tulang bisa bertambah gawat. Akibatnya, tendon, ligamen, dan otot melemah. Hal ini membuat Anda tak bisa lagi bergerak sebebas biasanya.

Kondisi ini juga bisa membuat sendi berubah bentuk, terutama pada jari-jari tangan. Untuk itu, efek rematik paling mudah dilihat dari tangan dan kaki.

Mata

Tanpa Anda duga, rematik juga bisa menyerang mata. Orang dengan rematik biasanya mengalami skleritis (peradangan pada bagian putih mata).

Gejala skleritis biasanya meliputi nyeri, kemerahan, penglihatan kabur, dan sensitif terhadap cahaya. Jika tidak diobati, skleritis bisa menyebabkan kebutaan pada pengidapnya.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kondisi yang dinamakan uveitis.Uveitis adalah peradangan yang terjadi di antara retina dan bagian putih mata.

Gejala yang muncul adalah tampak floaters (bayangan bintik-bintik kecil yang mengganggu penglihatan), pandangan buram dan nyeri. Jika tidak diobati, kondisi ini juga bisa menyebabkan kebutaan.

Selain itu, efek rematik juga bisa merusak kelenjar penghasil air mata. Kondisi ini dinamai dengan sindrom Sjorgen. Akibatnya, mata akan terasa kering dan seperti berpasir.

Obat kortikosteroid yang diminum oleh penderita rematik juga bisa menyebabkan glaukoma dan katarak. Untuk mencegah berbagai efek rematik yang merugikan ini sebaiknya lakukan pemeriksaan mata satu tahun sekali.

Jantung dan pembuluh darah

Rematik bisa meningkatkan risiko anemia. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan produksi sel darah merah di dalam tubuh.

Selain itu, peradangan kronis dalam tubuh akibat penyakit rematik juga bisa merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menyerap lebih banyak kolesterol dan membentuk plak.

Ketika pembuluh darah dipenuhi oleh plak, risiko serangan jantung dan stroke pun meningkat. Alhasil, salah satu dampak rematik bisa menyebabkan perikarditis (peradangan pada selaput jantung), miokarditis ( peradangan pada otot jantung), hingga gagal jantung kongestif.

Gigi dan mulut

Rematik membuat seseorang rentan mengalami infeksi gigi dan mulut. Biasanya kondisi ini dimulai dengan infeksi gusi.

Efek peradangan pada orang rematik juga bisa merusak kelenjar liur di mulut. Akibatnya, mulut rentan mengalami kekeringan parah.

Paru-paru

Rematik memiliki efek peradangan yang sangat kuat, termasuk juga pada paru-paru. Rematik bisa membuat paru mengalami jaringan parut (fibrosis paru) dan kerusakan jaringan di sekitarnya.

Selain itu, beberapa masalah lainnya yang juga bisa muncul, yaitu:

  • Cairan pada paru
  • Saluran udara yang tersumbat
  • Munculnya benjolan (nodul) pada paru

Meski merusak sistem pernapasan, tidak semua pengidapnya mengalami berbagai gejala ini. Beberapa gejala kerusakan sistem pernapasan lainnya akibat rematik yang perlu diwaspadai, yaitu sesak napas, batuk, dan nyeri dada.

Kulit

Rematik biasanya memberikan efek yang membuat kulit seperti memiliki benjolan. Kondisi ini biasanya menyerang daerah tulang yang terkena tekanan seperti jari atau siku.

Tak hanya benjolan, kulit juga umumnya mengalami ruam. Bahkan, obat rematik bisa menyebabkan kulit menjadi lebih tipis, rentan memar, dan sensitif terhadap sinar matahari.

Ginjal

Amiloidosis adalah kondisi yang disebabkan oleh penumpukan abnormal protein yang bisa merusak fungsi ginjal. Kondisi ini sangat berkaitan dengan rematik apalagi jika penyakit ini tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Amiloidosis biasanya ditunjukkan dengan gejala seperti lemah, limpa yang membengkak, dan masalah pada sistem pencernaan.

Selain itu, obat rematik juga biasanya menjadi salah satu penyebab ginjal mengalami kerusakan. Obat golongan siklosporin, metotreksat, dan NSAID-lah yang biasanya memiliki efek paling kuat terhadap ginjal.

Untuk itu, seorang ahli rematik asal Amerika Serikat, Jonathan Greer, MD., bahwa sadari sedini mungkin kondisi ini. Semakin dini pengobatan dimulai, semakin besar pula peluang Anda untuk terhindar dari kerusakan sendi dan organ akibat penyakit rematik. (sbc-02/hel)

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

error: