Search
Rabu 19 Juni 2019
  • :
  • :

Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

Starberita – Jakarta, Herpes merupakan infeksi virus yang bisa menular melalui kontak langsung dari kulit ke kulit. Lantas, jika melalui darah, apakah itu disebut juga dengan kontak langsung? Bolehkah seseorang melakukan donor darah saat terinfeksi herpes? Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, simak ulasannya berikut ini.

Apa boleh donor darah saat punya herpes?

Herpes merupakan penyakit jangka panjang. Artinya, sekali orang terinfeksi herpes, ia bisa terkena kembali di kemudian hari. Hal ini karena virus herpes tidak hilang sepenuhnya dari tubuh, sekalipun kita dinyatakan sembuh.

Biasanya, virus herpes akan berada dalam keadaan dorman alias tidak aktif. Virus ini dapat aktif kembali apabila daya tahan tubuh melemah dan dipicu oleh rangsangan tertentu.

Nyatanya virus herpes tidak terdapat di dalam darah. Oleh karena itu, orang dengan herpes tetap bisa mendonorkan darahnya. Pasalnya, herpes hanya menular lewat kontak kulit ke kulit, baik saat bersentuhan atau berhubungan seks.

Sekalipun diperbolehkan donor darah, pengidap herpes sebaiknya tidak melakukannya saat pertama kali terinfeksi atau dalam masa primer. Pasalnya, pada masa ini gejala herpes bisa jadi sangat parah, seperti:

  • Lecet dan luka pada alat kelamin bagian luar
  • Keputihan bagi wanita
  • Rasa sakit dan gatal
  • Kelenjar getah bening lunak dan membesar
  • Sakit saat buang air kecil
  • Demam
  • Meriang atau tidak enak badan
  • Luka di sekitar mulut
  • Lesi merah pada kulit

Jika Anda sedang mengalami infeksi primer, tahan dahulu keinginan untuk mendonorkan darah. Ada kekhawatiran bahwa pada masa ini ada virus yang masuk ke aliran darah. Sebab, pada masa inilah virus sedang kuat-kuatnya menginfeksi tubuh.

Selain itu, memaksakan diri untuk donor darah saat virus herpes aktif juga bisa memperburuk kondisi Anda. Alhasil, niat Anda untuk menolong orang lain, bisa-bisa membuat Anda yang justru perlu ditolong.

Untuk itu, tunggu hingga sekitar satu bulan hingga kondisi Anda membaik dan virus tak seaktif di awal kemunculannya. Ketika virus ada di fase tidur atau tanpa gejala, Anda baru boleh mendonorkan darah.

Syarat-syarat donor darah

Selain menunggu hingga masa infeksi primer selesai, ada beberapa syarat yang perlu pengidap herpes penuhi saat ingin donor darah. Berikut syarat-syarat yang perlu dipenuhi oleh pendonor yaitu:

  • Berusia 17-60 tahun
  • Memiliki berat badan minimal 45 kg
  • Memiliki suhu tubuh normal sekitar 36,6-37,7 derajat celcius
  • Tekanan darah dalam kondisi normal dengan sistole di kisaran 110-160 mmHg dan diastole 70-100 mmHg
  • Memiliki denyut nadi yang teratur, yaitu sekitar 50 -100 kali per menitt
  • Memiliki hemoglobin minimal 12 gram untuk perempuan dan 12,5 gram untuk laki-laki
  • Mendonorkan darah paling banyak maksimal 5 kali dengan jarak minimal 3 bulan

Jika Anda dinyatakan memenuhi syarat, proses donor darah pun bisa dimulai.

Siapa yang tidak boleh donor darah?

Tidak semua orang boleh donor darah termasuk pengidap herpes saat tengah berada di masa infeksi primer. Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang membuat seseorang tidak boleh mendonorkan darahnya, yaitu:

  • Pernah terkena hepatitis B
  • Dalam jangka waktu 6 bulan pernah mengalami kontak dengan pengidap hepatitis
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah melakukan tato atau tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam setelah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan setelah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksin polio, influenza, kolera, tetanus, dan difteri
  • Dalam jangka waktu 2 minggu setelah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles dan tetanus toxin
  • Dalam jangka waktu 1 tahun setelah suntik imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu 1 tahun setelah transplantasi kulit
  • Dalam jangka waktu 1 minggu setelah gejala alergi menghilang
  • Sedang hamil, baru melahirkan, dan menyusui
  • Mengalami ketergantungan obat dan alkohol
  • Mengidap penyakit kulit pada vena yang akan ditusuk
  • Memiliki penyakit darah, seperi misalnya thalasemia
  • Mengidap sifilis, TBC, epilepsi dan sering kejang, HIV/AIDS
  • Orang yang berisiko tinggi terkena HIV/AID seperti homoseksual, sering ganti pasangan seks, dan menggunakan jarum suntik bersamaan.

Meski saat terinfeksi herpes Anda boleh donor darah, selalu konsultasikan ke dokter sebelum memulainya. Tujuannya tentu saja untuk menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: