Search
Rabu 19 Juni 2019
  • :
  • :

Akhyar Tutup MIS Open 2019

Starberita – Medan, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, Minggu (28/4/2019) menutup kejuaraan Indonesia Roller Sport Series II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di Lintasan Sepatu Roda Taman Cadika Pramuka, Jalan Karya Wisata Medan.  KISS Karawang keluar sebagai juara umum dalam event sep;atu roda bertaraf internasional yang berlangsung selama 3 hari tersebut.

Sedangkan tuan rumah Medan Inline Skate  (MIS) menempati posisi runner-up dan club separu roda dari India, IUP keluar sebagai juara ketiga. Atas keberhasilan tersebut, KISS Karawang berhasil membawa pulang Piala Walikota Medan, Dzulmi Eldin.

Selain Piala Walikota,  MIS Open 2019 juga memperebutkan Piala Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto untuk kategori standard. Juara pertama diraih Porserosi Pariaman, Bukit Tinggi Inline Skate sebagai runner-up, sedangkan Inline Skate Banda Aceh sebagai juara ketiga.

Sementara itu untuk Piala Danalud Soewondo Kol Pnb Dirk Poltje Lengkey di kategori marathon, tuan rumah MIS berhasil keluar sebagai juara pertama, kemudian Pelda DKI Jakarta menempati posisi kedua dan Dinamo Deli Inline Skate (DDIS) sebagai juara ketiga.

MIS Open 2019 digelar di dua lokasi yakni Lintasan Taman Cadika Pramuka dan Eks Bandara Polonia Medan. Event ini diikuti 405 atlet sepatu roda dari 38 club sepatu roda di Indonesia ditambah dengan 44 peserta dari India serta 1 orang dari China Taipei.

Sebelum penyerahan piala kepada para pemenang, Wakil Walikota, dalam sambutannya mengatakan berbagai catatan prestasi mewarnai perhelatan MIS Open 2019. Untuk Itu Wakil Walikota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang perlombanaan.

Dikatakan Wakil Walikota, pemenang pelrombaan berhasil menggapai kesuksessan ini setelah melalui latihan keras dan perjuangan panjang tanpa kenal kata lelah. “Kemenangan ini adalah buah kesabaran dalam berlatih dan terus nerlatih seperti kata orang bijak, hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha,” kata Wakil Walikota.

Kemudian, Wakil Walikota, menambahkan kalah dan menang dalam pelrombaan yang berlangsung dengan adil dan spolrtif adalah hal yang biasa. Meski demikian dia mengingatkan agar kekalahan tidak dijadikan sebagai hal yang biasa, sebab kemenangan harus diupayakan secara maksimal.

“Tingkatkan terus kualitas, jadikan semua kekurangans ebagai cambuk untuk menjadi lebih baik lagi pada masa mendatang. Ingatlah bahwa hala-hal baik pasti akan datang kepada setiap  kita yang mau berikhtiar sedaya upaya untuk menjadi yang terbaik dalam segala bidang,” pesannya.

Sedangkan kepada pemenang, Akhyar, mengingatkan agar tidak jumawa dan berbangga diri samapai kemudian lengah serta melupakan esensi dari kemenangan tersebut. “Terus asah kemampuan terbaik, sebab diatas langit masih ada langit lain yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Sebelum menutup sambutannya, Akhyar, berharap agas pihak terkait harus mampu konsistensi mengadakan kegiatan kompetisi bidang roller sport di Kota Medan. Dengan dmeikian diharapkan nantinya lahir atlet berkaliber dunia dari Kota Medan maupun kota-kota lainnya di Sumatera Utara dan Indonesia.

Ketua  Pelaksana Indonesia Roller Skate Series II MIS Open 2019, Muhammad Edison Ginting, mengucapkan terima kasih karena MIS Open 2019 berjalan dengan sukses dan lancar.  Diikuti  405 atlet dari 38 club sepatu roda di Indonesia ditambah 44 peserta dari India dan 1 dari China Taipei, jelas Gintin, event ini menampilkan 84 nomor perlombaan putra putri dengan kelompok umur A, B, C, D baik standard dan speed maupun kelompok junior, senior dan maraton.

“Alhamdulillah, MIS yang berlangsung selama tiga hari berjalan sukses dan lancar. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh club dan berbagai pihak yang sudah mendukung kegiatan ini. Tidak lupa kami selaku panitia menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam penyelenggaraan MIS Open 2019. Selanjutnya kami mengucapkan  selamat jalan kepada para epserta dari luar Kota Medan yang akan kembali ke tempatnya masing-masing,” ujar Ginting. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: