Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Soal Pengunduran Diri Dahlan, Khianati Amanat Masyarakat Madina
Search
Sabtu 20 Juli 2019
  • :
  • :

Soal Pengunduran Diri Dahlan, Khianati Amanat Masyarakat Madina

Starberita – Medan, Terkait permohonan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution yang disebut karena alasan politis, hal tersebut dinilai sebagai sikap khianat terhadap amanat masyarakat.

Bahkan langkah itu merusak nilai demokrasi di Indonesia yang mulai membaik. Sebagimana ungkapan itu disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasai Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kota Medan Lukman Hakim kepada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Menurut Lukman, permohonan pengunduran diri seseorang dari jabatan politik seperti kepala daerah, sejatinya adalah lumrah. Namun kewajaran itu jika alasan yang diajukan tepat seperti sakit, berhalangan tetap atau yang berhubungan dengan kinerja.

“Surat pengunduran diri Bupati Mdina tertanggal 18 April 2019 sebagaimana kita tahu, menuai pembahasan hangat di berbagai media, terutama media sosial. Walau sebenarnya itu sesuatu yang lumrah. Tetapi yang sangat disayangkan adalah karena dikaitkan dengan perolehan suara Paslon pada Pilpres 2019,” ujar Lukman.

Lebih jauh dikatakannya, banyak kalangan yang menilai langkah ini terkesan berlebihan atau lebay, serta cari sensasi dan sebagainya. Meskipun disisi lain, ada juga yang berpendapat positif atas keputusan Dahlan itu. Sebab karena hasil Pilpres 2019 di Kabupaten Madina tidak sesuai dengan harapan yang bersangkutan sebagai orang nomor satu di daerah ujung Sumut itu.

“Ada juga yang memahami bahwa sikap Pak Dahlan itu sebagai bentuk rasa kecewa karena tidak sesuai antara harapannya dengan kenyataan di lapangan. Sehingga mungkin ada semacam rasa bersalah, kemudian akhirnya melayangkan surat pengunduran diri,” sebut Lukman yang juga perantau asal kabupaten berjuluk Bumi Sejuta Santri tersebut.

Pun begitu, Lukman tetap melihat bahwa pengunduran diri Dahlan dari jabtan Bupati Madina semacam bentuk pengkhianatan terhadap amanat masyarakat. Selain itu, permohonan yang ditujukan ke Presiden RI Joko Widodo yang juga Capres 2019, seperti bentuk pembonsian (mengkedilkan) nilai-nilai demokrasi yang belakangan mulai membaik di Indonesia.

“Seharusnya apapun yang terjadi, seorang Bupati harus bertanggungjawab terhadap amanat rakyat hingga selesai masa jabatan. Dan seabgai negarawan harus menghargai perbedaan pilihan politik,” jelasnya.

Apalagi tutupnya, jika dikaitkan dengan prosedur, harusnya proses tersebut melalui mekanisme komunikasi dengan DPRD Madina, ditembuskan ke Gubernur Sumut dan Kemengdagri, bukan langsung ke Presiden. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: