Search
Rabu 22 Mei 2019
  • :
  • :

Jumlah Penderita Diabetes di Indonesia Meningkat, Apa Sebabnya?

Starberita – Jakarta, Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi diabetes mellitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur di atas 15 tahun naik 0,5 persen jika dibandingkan data tahun 2013 sebanyak 1,5 persen. Mengapa jumlah penderita diabetes cenderung meningkat?

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), seseorang dapat didiagnosis diabetes jika pemeriksaan laboratorium menunjukkan gula darah puasa ³ 126 mg/dL, gula darah sewaktu ³ 200 mg/dL, atau HbA1c ³ 6,5 persen.

4 pilar mengontrol DM

Bagi penderita diabetes, terdapat empat pilar penting dalam mengontrol perjalanan penyakit dan komplikasi diabetes mellitus (DM). Keempat pilar tersebut adalah:

  1. Edukasi
  2. Terapi Nutrisi
  3. Aktivitas Fisik
  4. Farmakologi atau Terapi Obat

Pada tingkat pertama, sering diberikan penyuluhan untuk mempromosikan hidup sehat, yang meliputi pencegahan dan pengelolaan DM secara holistik. Edukasi perilaku hidup sehat meliputi pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi obat DM secara teratur, pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM), dan melakukan perawatan kaki secara rutin. Namun, tak sedikit masyarakat tidak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Terapi nutrisi dengan memperhatikan komponen serta porsi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Komposisi makanan yang dianjurkan terdiri dari karbohidrat 45-65 persen, lemak 20-25 persen (diutamakan dari lemak tidak jenuh tunggal), protein 10-20 persen, konsumsi makanan berserat seperti kacang, sayur dan buah, serta menggunakan pemanis alternatif.

Aktivitas fisik seperti olahraga merupakan kunci yang penting dalam menjaga kesehatan. Sebaiknya mempertahankan Berat Badan Ideal (BBI) menurut Indeks Massa Tubuh (IMT) yang sesuai dengan tinggi badan.

IMT dapat dihitung menggunakan rumus berikut IMT = BB(kg) / TB(m2) dengan nilai normal 19-25. Menurut Perkeni, latihan fisik harus dilakukan secara teratur 3-5 kali per minggu selama sekitar 30-45 menit, dengan total 120 menit per minggu, serta jeda antar-latihan tak lebih dari 2 hari berturut-turut.

Pada pilar terakhir, agar kadar gula darah dapat terkontrol, penderita DM harus konsumsi obat dengan rutin untuk mencegah timbulnya komplikasi. Namun, berdasarkan penelitian Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit (BLUD RS) Kota Banjarbaru, ditemukan 60,4 persen pasien tidak patuh minum obat. Alasan pasien tidak meminum obat antara lain karena aktivitas yang padat, kehabisan obat, tidak ingat, dan bosan.

Penyebab penderita diabetes makin banyak

Setidaknya, ada dua gaya hidup yang menjadi penyebab semakin banyak orang menderita diabetes. Gaya hidup pertama adalah gemar mengonsumsi makanan manis. Orang Indonesia dikenal mengonsumsi makanan selingan atau camilan yang memiliki kadar gula yang tinggi.

Tidak sedikit pula yang lebih suka konsumsi camilan yang bersifat manis dibandingkan dengan konsumsi buah. Lama-kelamaan, hal tersebut tentu dapat meningkatkan risiko terkena DM.

Selain itu, sering kali orang yang menggunakan pemanis alternatif sudah merasa aman tidak akan terkena DM. Mereka lalu tidak lagi memperhatikan jenis dan jumlah asupan yang dikonsumsi. Padahal, kebutuhan kalori juga tetap diperhitungkan. Kebutuhan kalori dengan asupan makanan harus seimbang, sesuai dengan berat badan dan aktivitas.

Penyebab kedua adalah kurangnya aktivitas fisik. Seperti disebutkan sebelumnya, aktivitas fisik seperti olahraga sangat penting dalam menjaga kesehatan. Berdasarkan data statistik, tercatat hanya sekitar 27 persen penduduk di Indonesia yang rutin berolahraga.

Berdasarkan Riskesdas, proporsi overweight di Indonesia meningkat 2,1 persen dalam 5 tahun terakhir, sedangkan obesitas naik 7 persen. Orang dengan obesitas atau overweight akan memiliki risiko DM lebih tinggi. Untuk itu, BBI harus dicapai dengan aktivitas fisik yang sesuai.

Untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita diabetes, Anda harus mengubah gaya hidup dan pola makan. Lakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki atau bergerak aktif, serta sempatkan untuk rutin berolahraga. Selain itu, ubah pola makan Anda. Ganti camilan manis Anda dengan camilan sehat seperti buah dan kacang-kacangan. Gaya hidup yang sehat akan menghindarkan Anda dari beragam penyakit di kemudian hari, termasuk diabetes. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: