Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ternyata, Hubungan antara Diabetes & Kurang Tidur Sangat Erat
Search
Kamis 24 Oktober 2019
  • :
  • :

Ternyata, Hubungan antara Diabetes & Kurang Tidur Sangat Erat

Starberita – Jakarta, Selain memeriksa kondisi fisik, dokter biasanya akan menanyakan kepada penderita diabetes apakah pasien dapat tidur malam dengan cukup. Mengapa tidur malam ini perlu ditanyakan? Ternyata sebagian besar penderita diabetes mengalami kesulitan tidur nyenyak.

Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal berusaha untuk mengatasinya dengan memproduksi lebih banyak urin. Hal tersebut akan menyebabkan Diabestfriends jadi sering bangun di malam hari untuk buang air kecil. Alhasil jadi kurang tidur.

Ada hubungan yang kuat antara diabetes dan kurang tidur. Diabetes bisa menyebabkan kurang tidur, sebaliknya, kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Untuk membahas lebih jauh tentang hubungan antara diabetes dan kurang tidur, yuk baca penjelasan lengkap dibawah ini!

Kurang Tidur Menyebabkan Kadar Gula Darah Tinggi

Hubungan antara diabetes dan kurang tidur ditentukan oleh seberapa baik kontrol gula darah. Ketika di malam hari seorang penderita diabetes sulit tidur, bisa jadi memang kadar gula darahnya tengah tinggi.

Saat lelah, orang cenderung makan lebih banyak untuk mengembalikan energi. Saat mengalami gangguan tidur, penderita diabetes umumnya merasakan badn lemah dan mendorong mereka mengonsumsi lebih banyak gula dan makanan lain yang bisa meningkatkan kadar gula darah.

Dalam kondisi apapun, penderita diabetes harus mengendalikan pola makan secara teratur agar kadar gula darah selalu ada di kisaran normal. Dengan begitu, tidur bisa nyenyak di malam hari. Saat bangun, badan pun segar karena memiliki energi yang cukup.

Hubungan Antara Diabetes dengan Kurang Tidur

Selain menemukan hubungan antara diabetes dan kurang tidur, penelitian juga menunjukkan hubungan antara kurang tidur dengan risiko terkena diabetes. Ada beberapa penelitian yang menenjukkan bahwa kurang tidur mempercepat seseorang memasuki masa prediabetes. Hal ini karena reaksi tubuh saat kurang tidur mirip dengan resistensi insulin.

Fungsi insulin adalah membantu tubuh memanfaatkan gula darah sebagai energi. Dalam kondisi resistensi insulin, sel-sel gagal menggunakan hormon tersebut secara efisien, sehingga menyebabkan naiknya gula di darah.

Diabetes terjadi ketika tubuh tidak memproduksi jumlah insulin yang cukup, atau jika sel-selnya tidak bisa menggunakan insulin dengan benar. Jika insulin tidak bekerja, maka kadar gula darah naik hingga merusak mata, ginjal, saraf, atau jantung. Jadi, hubungan antara diabetes dan kurang tidur juga terdapat pada kerja fungsi insulin dan sel-sel yang memanfaatkan hormon tersebut.

Hubungan Antara Kurang Tidur dan Berat Badan

Selain hubungan antara diabetes dan kurang tidur secara langsung, kurang tidur juga berhubungan dengan berat badan. Sedangkan, berat badan merupakan indikator diabetes juga.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung memiliki berat badan lebih ketimbang orang yang tidur dengan cukup. Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko perkembangan diabetes.

Hubungan antara diabetes dan kurang tidur juga didapatkan melalui gangguan tidur sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur dengan gejala mendengkur keras serta terhentinya pernapasan saat tidur. Penyebab utama sleep apnea adalah kelebihan berat badan.

Lemak yang berlebihan bisa menumpuk di sekitar saluran pernapasan bagian atas, sehingga menghalangi pernapasan. Jadi, kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan faktor risiko sleep apnea dan diabetes.

Kalau Diabestfriends mengalami kelebihan berat badan dan mendengkur saat tidur, coba periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan memeriksa lebih dalam dan memberikan solusinya.

Pasalnya, sleep apnea bisa mengganggu tidur malam, sehingga bisa memperparah diabetes atau bahkan meningkatkan risiko terkena diabetes. Oleh sebab itu, dokter akan memeriksa lebih dalam.

Untuk mendiagnosis apakah Diabestfriends memiliki sleep apnea serta gangguan tidur lainnya atau tidak, dokter akan mengamati saat Diabestfriends sedang tidur. Kalau sudah terdiagnosis, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang efektif. Pengobatan yang direkomendasikan biasanya adalah perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan.

Kalau sleep apnea yang Diabestfriends alami tergolong parah, dokter biasanya akan memberikan alat untuk membuka saluran pernapasan yang tersumbat.

Kebutuhan Tidur Sama Pentingnya dengan Makanan Bernutrisi

Akibat ditemukannya hubungan antara diabetes dan kurang tidur ini, dokter selalu mengingatkan penderita diabetes akan pentingnya tidur malam yang cukup. Kalau Diabestfriends susah tidur akibat hal lain, ikutilah langkah-langkah untuk mengatasinya, seperti yang tertera di dalam video ini.

Usahakan penderita diabetes lebih menjaga pola tidurnya. Pasalnya, apapun yang mengganggu rutinitas hariannya bisa menyebabkan penderita diabetes merasa kurang energi dan kelelahan. Semakin lelah penderita diabetes, semakin tinggi risikonya mengalami kekurangan insulin. Tidur yang cukup sama pentingnya dengan diet sehat untuk penderita diabetes.

Cara Menentukan Waktu Tidur yang Cukup

Sudah jelas kan, hubungan antara diabetes dan kurang tidur yang dijelaskan di atas? Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak negatif kurang tidur terhadap penderita diabetes?

Menurut dokter, tidak ada formula tertentu untuk menentukan seberapa banyak tidur yang Diabestfriends butuhkan. Jumlahnya tergantung dari pribadi masing-masing. Rata-rata kita membutuhkan 7,5 jam waktu tidur malam. Namun, kebutuhan waktu tidur itu dipengaruhi oleh genetik.

Mau tahu apakah Diabestfriends kurang tidur? Dokter memberikan tips yang mudah. Kalau Diabestfriends harus menggunakan alarm untuk bangun tepat waktu, maka Diabestfriends kurang tidur. Pasalnya, kalau Diabestfriends memiliki rutinitas tidur yang cukup dan teratur, otak akan membangunkan Diabestfriends secara otomatis sebelum alarm berbunyi. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: