Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini Pola Makan Sehat untuk Penderita Hemofilia
Search
Senin 26 Agustus 2019
  • :
  • :

Ini Pola Makan Sehat untuk Penderita Hemofilia

Starberita – Jakarta, Tanggal 17 April merupakan Hari Hemofilia Sedunia. Apa itu hemofilia? Ini adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya berisiko mengalami perdarahan. Sebab, penderita hemofilia kekurangan jumlah zat yang berperan untuk proses pembekuan darah. Alhasil, saat terluka, perdarahan akan cukup sulit dihentikan.

Hemofilia adalah penyakit genetik yang berlangsung seumur hidup. Menurut dr. Atika, perdarahan pada hemofilia dapat terjadi di organ dalam dan sangat mengancam nyawa. Oleh sebab itu, penderita hemofilia wajib menerapkan pola makan sehat untuk membantu memelihara kondisi tubuhnya.

Pola makan penderita hemofilia

Penderita hemofilia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral. Berdasarkan The United States Department of Agriculture (USDA), ilustrasi piring makan untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

  • Isi setengah piring dengan buah-buahan dan sayuran.
  • Pilih sumber protein tanpa lemak, seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan kacang-kacangan. Konsumsilah makanan laut setidaknya dua kali seminggu.
  • Sertakan biji-bijian utuh (whole grains). Pilih biji-bijian yang berwarna cokelat ketimbang yang berwarna putih dan sudah diolah sedemikian rupa.
  • Lengkapi makanan dengan secangkir susu rendah lemak dan air putih. Jangan mengonsumsi minuman yang terlalu manis.

Sebagai tambahan, penderita hemofilia sebaiknya memilih sayuran yang berwarna hijau gelap, seperti brokoli dan bayam. Ini karena sayuran dengan warna tersebut mengandung lebih banyak vitamin, mineral, dan serat. Selain itu, penderita hemofilia juga sebaiknya mengonsumsi daging merah tanpa lemak yang diproses tidak terlalu rumit agar gizi tetap tinggi.

Hindari penggunaan mentega untuk mengolah masakan. Akan lebih baik bila diganti dengan ragam minyak yang lebih sehat, seperti minyak kanola, minyak jagung, dan minyak zaitun. Minyak kelapa sawit boleh digunakan asal tidak terlalu banyak dan tidak dipanaskan berkali-kali.

Ketimbang mengonsumsi nasi putih dan roti putih, penderita hemofilia lebih disarankan untuk mengonsumsi nasi merah atau gandum (roti gandum dan oatmeal). Pasalnya, makanan tersebut dapat membantu mengurangi nafsu makan berlebih sekaligus menstabilkan gula darah.

Tak cuma itu, penting pula bagi penderita hemofilia untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Ini karena penyakit tersebut dapat menyebabkan perdarahan yang merugikan. Karenanya, konsumsilah makanan yang tinggi kalsium, seperti susu dan produk olahannya yang tidak mengandung lemak.

Apabila penderita hemofilia sempat mengalami perdarahan dan kehilangan banyak darah, jangan lupa konsumsi makanan yang kaya akan zat besi seperti kacang polong, makanan laut, hati, dan daging merah tanpa lemak.

Tekstur makanan juga perlu diperhatikan

Sebagaimana dikatakan dr. Sara Elise Wijono, MRes, tekstur atau bentuk makanan yang dikonsumsi oleh penderita hemofilia juga mesti diperhatikan.

“Sebisa mungkin hindari makanan yang berisiko menimbulkan luka. Misalnya, camilan kering atau renyah dan makanan bertekstur keras. Itu bisa membuat gigi atau gusi berdarah. Kalau sudah begitu, untuk memberhentikan perdarahan akan memakan waktu lama,” jelas dr. Sara.

“Saat makan ikan, penderita hemofilia juga mesti hati-hati. Jangan sampai, duri yang tersangkut di tenggorokan melukai Anda hingga berdarah,” tambahnya.

Dengan pola makan yang baik dan memperhatikan kandungan gizi serta tekstur makanan yang hendak dikonsumsi, diharapkan kondisi penderita hemofilia bisa lebih terjaga. Dan, bagi Anda yang sedang menerima transfusi jenis faktor pembekuan darah untuk penyakit ini, jangan lupa untuk melakukan hal tersebut secara rutin agar dapat mengurangi timbulnya gejala-gejala perdarahan seperti memar dan mimisan. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: