Search
Sabtu 6 Juni 2020
  • :
  • :

Ini Sosok Caleg Camellia Panduwinata Lubis

Starberita – Medan, Sepanjang penulis mengenalnya saat melakukan sosialisasi ke wilayah Dapilnya, Camellia Panduwinata Lubis atau yang akrab disapa Camel Petir merupakan sosok perempuan yang mencintai keluarga, pekerja keras, murah hati, dan juga supel (mudah bergaul dengan sesama).

Sehari sebelum pemilihan, maka tak ada salahnya jika kita mengenal sosok Camel lebih jauh. Dimana dirinya yang sempat diwawancara sehari sebelum pemilihan mengatakan bahwa sebelumnya dirinya tak pernah berfikiran untuk menjadi seorang politikus.

Akan tetapi, karena rasa iba yang dimilikinya terlalu besar saat melihat banyaknya masyarakat kurang mampu di sekitarannya, membuat dirinya terpanggil untuk terjun kedalam dunia politik di Indonesia agar mampu membuat suatu kebijakan.

“Menjadi politikus itu sebenarnya bukan mimpi saya, tetapi panggilan jiwa saya. Kenapa? Karena hati saya begitu teriris melihat masyarakat yang kurang mampu dan butuh perhatian serta pertolongan dari kita. Hal inilah yang menjadi alasan kuat saya untuk berputar haluan dan menjadi seorang politikus,” ungkap Camel saat ditemui sehari sebelum Pemilihan, Selasa (16/4/2019).

Lebih jauh Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 dari partai Golkar inipun menceritakan awal dirinya terjun ke dunia politik, tepatnya pada tahun 2014 lalu ada seorang teman yang menyuruhnya untuk terjun ke dunia politik.

“Saya rasa itu, memang sudah jalannya. Karena bagi saya, segala sesuatu yang ada di bumi ini, semuanya dari Sang Pencipta. Jadi, saya ikuti omongan teman dari organisasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),” sebutnya.

Karena menurutnya, dengan terjun ke dunia politik, dirinya dapat terus bersinggungan dengan masyarakat. Hal tersebut dilakukannya karena dirinya memang ingin menolong sesama.

“Kalau jadi entertainment, gimana caranya kita menolong orang, yang ada kita digosipin. Kalau di dunia politik ini, saya rasa memang harus terus menyampaikan aspirasi masyarakat. Sebab itu adalah tugas utamanya,” terang wanita kelahiran 27 Oktober 1985 itu.

Oleh karenanya, dirinya pun ingin terus mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat semata-mata untuk membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dengan cara menampungnya dan menyampaikannya.

“Dari dulu saya memang senang untuk berhubungan dengan masyarakat. Karena saat kuliah dulu, saya sempat menjadi aktifis mahasiswa dengan bergabung di PMII. Makanya, dalam Pileg ini, saya sudah berniat, dalam bekerja itu saya lakukan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk diri sendiri,” katanya.

“Sama seperti saat saya menjadi penyanyi. Dari hasil kerja saya itu, saya membelikan rumah kepada orangtua saya. Bahkan honor saya sewaktu nyanyi saja, juga sudah saya bagi-bagikan kepada orang lain. Dari situ kan sudah terlihat, bahwa apa yang saya kerjakan adalah untuk bisa menyenangkan orang lain,” tambahnya.

Lebih jauh terkait pelaksanaan Pileg & Pilpres 2019, Camel pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya begitu saja akan berita hoax yang sekarang acapkali beredar dan berada di tengah-tengah masyarakat.

“Itu juga, saya berharap agar masyarakat untuk datang ke TPS dan menyampaikan aspirasinya dengan turut serta dalam pemilu 2019. Yang pasti jangan lupa pilih saya saat ke TPS,” katanya seraya tersenyum.

Terkait soal berita Hoax, Camel pun menceritakan soal berita Hoax yang baru-baru ini nterjadi. Dimana saat Luhut Binsar Panjaitan (LBP) memberikan kuliah umum terbuka di Universitas Panca Budi, dituding telah diusir oleh mahasiswa Panca Budi. Menepis hal itu, Camel yang saat bersamaan juga berada di tempat tersebut mengatakan bahwa LBP saat itu sudah selesai menyampaikan materinya dan bersiap untuk kembali pulang.

“LBP itu tidak diusir. Yang bilang diusir itu Hoax. Saya saat itu ada dilokasi dan melihatnya langsung. Yang benar adalah LBP sudah selesai menyampaikan materi. Setelah LBP berbicara, masih ada 1 anak milenial yang berprestasi menyampaikan cerita suksesnya. Kemudian acara selesai dan LBP pulang. Tetapi, sewaktu LBP jalan menuju mobilnya, ada segelintir Mahasiswa yang meneriakin Prabowo yang posisinya di sebelah kiri tepat di jalan menuju mobil. Sedangkan yang mahasiswa yang berada dikanan meneriakan nama Jokowi. Jadi gmn ceritanya diusir, orang acara memang sudah kelar,” jelas Camel.

Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang wajar. Terlebih saat ini suhu politik di Indonesia kian memanas mendekati hari pemilihan.

“Namanya kampus, anak-anak muda (mahasiswa) itukan bebas bereskpresi menyampaikan aspirasinya. Bahkan dalam pidatonya, LBP juga sempat bicara beda pilihan Capres itu biasa, tapi pilihlah Capres yang sesuai hati nurani. Dan menurut saya anak-anak muda begitu itu biasa. Dulu waktu mahasiswa juga saya pernah seperti itu. Kendati demikian, saran saya harus yang santun sehingga tidak terjadi pecah belah antar teman ataupun saudara,” ucapnya.

Disinggung perasaannya jelang pemilihan pada Rabu 17 April 2019, Camel pun mengatakan bahwa dirinya tetap berharap kepada Allah dan optimis lolos menjadi Anggota DPR RI Periode 2019 – 2024.

“Deg-deg kan pasti ya, namanya kita berkompetisi. Namun begitu, apapun hasilnya nanti saya akan tetap bersyukur kepada Allah SWT, karena semua kehendak ada pada-Nya. Dan saya sendiri optimis untuk lolos ke Senayan nantinya,” pungkas mantan atlet Taekwondo yang juga putri asli Sumut. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: