Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Benarkah Kurang Vitamin D Bisa Sebabkan Skizofrenia?
Search
Rabu 20 November 2019
  • :
  • :

Benarkah Kurang Vitamin D Bisa Sebabkan Skizofrenia?

Starberita – Jakarta, Baru-baru ini, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa kurang vitamin D menyebabkan skizofrenia. Terdapat sebuah studi yang menunjukkan bahwa keduanya saling berhubungan. Bagaimana mungkin kurang vitamin D bisa menyebabkan skizofrenia?

Kurang vitamin D menyebabkan skizofrenia, begini penjelasannya

Sebuah studi telah menyelidiki hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan risiko skizofrenia. Skizofrenia adalah salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.

Beberapa gejalanya, seperti halusinasi, delusi, dan masalah kognitif. Namun, hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa yang membuat seseorang bisa terkena kondisi ini.

Peneliti telah mengidentifikasi beberapa pemicu yang mungkin, seperti keberadaan satu set gen tertentu atau paparan terhadap beberapa virus.

Namun, penelitian lain menyebutkan bahwa kasus skizofrenia lebih lazim ditemui di daerah yang sedikit terkena paparan matahari. Dari situ, mereka memiliki dugaan bahwa bisa jadi kurang vitamin D adalah salah satu faktor yang menyebabkan seseorang terkena skizofrenia, mengingat vitamin D bisa didapat tubuh dengan adanya bantuan sinar matahari.

Baru-baru ini terdapat sebuah studi yang dimotori oleh tim dari Universitas Aarhus di Denmark dan Universitas Queensland di Brisbane, Australia. Penelitian ini menemukan fakta bahwa bayi yang lahir dengan kadar vitamin D rendah, lebih berisiko terkena skizofrenia di masa mendatang.

“Penelitian sebelumnya menjelaskan adanya peningkatan risiko skizofrenia pada bayi yang dilahirkan di musim dingin atau musim semi, serta mereka yang tinggal di negara-negara dengan garis lintang tinggi, seperti Denmark,” ujar penulis studi utama Prof. John McGrath.

Kurang vitamin D saat hamil berisiko melahirkan bayi dengan bakat skizofrenia

Dalam sebuah makalah penelitian, yang muncul dalam jurnal Scientific Reports, para penulis melaporkan bahwa kekurangan vitamin D pada bayi baru lahir mungkin bertanggung jawab atas sekitar 8 persen dari semua kasus skizofrenia di Denmark.

Studi yang dilakukan untuk membuktikan bahwa kurang vitamin D dapat menyebabkan skizofrenia dilakukan terhadap 2.602 orang di Denmark. Para peneliti menganalisis kadar vitamin D dalam sampel darah bayi yang lahir di Denmark pada 1981-2000.

Setelah diobservasi, hampir seluruh sampel yang diambil diketahui menyebabkan pada skizofrenia di awal masa dewasa. McGrath dan timnya menemukan bahwa mereka yang terlahir dengan kurang vitamin D memiliki risiko 44 persen lebih tinggi terkena kondisi ini.

Kasus kurang vitamin D pada bayi baru lahir ini juga dapat menyebabkan sekitar 8% dari semua diagnosis skizofrenia di Denmark.

“Dugaan kami,” jelas Prof. McGrath, “kadar vitamin D yang rendah pada wanita hamil akibat kurangnya paparan sinar matahari selama bulan-bulan musim dingin dapat mendasari risiko ini.” Itu sebabnya mencegah kurang vitamin D pada wanita hamil, bisa mencegah skizofrenia yang mungkin muncul di masa depan anak-anak.

Dari hasil temuan itu, Prof. McGrath kembali memaparkan, “Karena janin yang berkembang sangat bergantung pada penyimpanan vitamin D ibu, temuan kami menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang cukup pada ibu hamil dapay mencegah kasus skizofrenia. Hal ini sama halnya dengan konsumsi asam folat untuk mencegah spina bifida.”

Penelitian yang lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah kurang vitamin D memang benar menyebabkan skizofrenia. Studi lanjutan di masa mendatang bertujuan untuk menilai apakah suplemen vitamin D untuk wanita hamil dapat secara efektif melindungi anak-anak mereka dari paparan kondisi perkembangan neurologis.

“Langkah selanjutnya adalah melakukan uji klinis acak suplemen vitamin D pada wanita hamil yang kekurangan vitamin D, untuk menguji dampak pada perkembangan otak anak-anak dan risiko perkembangan kondisi neuron seperti autisme dan skizofrenia,” pungkas Prof. McGrath. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: