Search
Sabtu 20 April 2019
  • :
  • :

Ingin Jaga Kadar Gula Darah? Coba Kurangi Konsumsi Daging

Starberita – Jakarta, Penderita diabetes, memang diwajibkan menjaga pola makannya agar kadar glukosa darah tidak terus melonjak tinggi. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa mengurangi produk hewani dapat membantu meningkatkan kontrol glukosa, sehingga bisa menjaga kadar gula darah lebih stabil. Mengurangi konsumsi daging juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Menjaga kadar gula darah dengan mengurangi daging

Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa pola makan yang mengutamakan protein nabati memberi manfaat lebih banyak.

Selama beberapa tahun terakhir, orang-orang yang memilih menjadi vegetarian dan vegan semakin banyak. Hal ini membuat para peneliti menambahkan bukti yang mendukung pola makan nabati.

Pada penelitian ini, para ilmuwan ingin mengetahui apakah mengurangi asupan sumber makanan hewani benar dapat menjaga kadar gula darah. Hasilnya,  ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa makan daging terlalu sering bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa diet alias pola makan yang kaya sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit ini.

Untuk itu, kini para ahli menganggap bahwa diet nabati sebagai pilihan terbaik untuk mencegah dan mengendalikan diabetes.

Perbanyak protein nabati untuk menjaga gula darah

Pada tahun 2018, American Association of Clinical Endocrinologists dan American College of Endocrinology merilis pedoman baru. Mereka menulis bahwa penderita diabetes harus berusaha mencapai dan mempertahankan berat badan optimal melalui rencana makan nabati.

Sebuah fakta menunjukkan bahwa orang-orang yang sering mengonsumsi protein nabati memiliki keluhan yang lebih sedikit pada nyeri saraf (neuropati) yang berhubungan dengan diabetes. Ditambah lagi, kadar glukosa puasa turun lebih tajam, yang merupakan tanda peningkatan kontrol glukosa.

Tercatat pula adanya penurunan kadar HbA1c (nilai rata-rata glukosa selama beberapa minggu/bulan terakhir), pada mereka yang rutin mengonsumsi makanan dari protein nabati. Hal ini membuktikan bahwa mengurangi asupan daging bisa membantu menjaga kadar gula darah.

Manfaat mengurangi konsumsi daging

Selain menjaga kadar gula darah, rutin makan makanan yang berbahan dasar tumbuhan juga menunjukkan hasil yang baik dalam penurunan berat badan.

Terdapat pula sederet manfaat lain apabila Anda menjadikan protein nabati sebagai sumber utama protein Anda, seperti mampu menurunkan kadar lemak darah dengan cepat.

Berat badan dan tingginya kadar lemak dalam darah diketahui sebagai salah satu pemicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Penyakit ini sendiri juga diketahui sebagai salah satu komplikasi orang dengan diabetes.

Ketika kadar gula darah terjaga, lemak tubuh dan berat badan turun, hal ini akan membuat Anda terhindar dari komplikasi diabetes karena proses menjaga kadar gula darah berhasil dengan baik.

Dalam enam studi yang dianalisis oleh para peneliti, orang-orang yang mengikuti pola makan nabati atau vegan juga dapat berhenti minum atau mengurangi pengobatan yang mereka jalani untuk diabetes atau tekanan darah. Temuan ini mendukung klaim sebelumnya tentang manfaat fisik dari pola makan nabati.

Bahaya konsumsi daging pada penderita diabetes

Mengurangi daging bisa menjadi salah satu cara menjaga kadar gula darah semakin terbukti dengan adanya sebuah studi.

Studi ini berasal  dari para peneliti di Finlandia yang menganalisis pola makan lebih dari 2.300 pria, dengan usia yang berkisar antara 42 hingga 60 tahun. Pada awalnya, tidak ada peserta yang menderita diabetes tipe 2.

Setelah 19 tahun, para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan lebih banyak protein hewani dan lebih sedikit protein nabati memiliki risiko 35 persen lebih besar terkena diabetes. Ini termasuk semua jenis daging merah yang diproses dan tidak diproses dan juga daging putih.

Tak hanya bentuk asli daging, bagian lain dari hewan, seperti jeroan ataupun lidah juga berkontribusi dalam pada diabetes yang terjadi. Studi ini menyimpulkan bahwa memilih protein nabati dan telur dapat membantu mencegah diabetes tipe 2.

Penelitian terbaru dari Universitas Harvard menemukan bahwa orang yang makan satu porsi daging merah setiap hari memiliki risiko 19 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang tidak. Sebagian kecil daging merah olahan, seperti hot dog atau dua potong daging, meningkatkan risiko diabetes sebesar 51 persen.

Studi ini menyimpulkan bahwa memilih biji-bijian utuh, kacang-kacangan, susu rendah lemak, ikan dan unggas daripada daging merah lebih baik dalam menjaga gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko diabetes.

Mengapa daging bisa meningkatkan gula darah?

Alasan pasti mengapa daging tidak terlalu direkomendasikan (terutama untuk daging merah dan daging olahan), belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti percaya ada tiga komponen utama yang meningkatkan risiko diabetes, yaitu:

  • Sodium. Zat ini mampu meningkatkan tekanan darah yang dapat menyebabkan resistensi insulin.
  • Nitratdalam daging olahan dapat meningkatkan resistensi insulin dan merusak fungsi pankreas.
  • Zat besiyang ditemukan dalam daging merah dapat menyebabkan kerusakan sel dan peradangan kronis.

Jika Anda memiliki riwayat diabetes atau berisiko terkena, menghindari daging bisa menjadi salah satu cara menjaga kadar gula darah agar diabetes tetap terkendali.

Perubahan sekecil apa pun dapat berarti. Cobalah untuk menguranginya sedikit demi sedikit. Anda juga dapat mengganti beberapa protein yang berasal dari daging ke protein nabati. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: