Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – PLN Sumut Anggarkan Rp380 Miliar Untuk Bangun Listrik Desa
Search
Rabu 16 Oktober 2019
  • :
  • :

PLN Sumut Anggarkan Rp380 Miliar Untuk Bangun Listrik Desa

Starberita – Sibolangit, Untuk tahun 2019 ini, PLN Kantor Wilayah Sumut menganggarkan dana sebesar Rp.380 Milyar untuk membangun Listrik Desa di seluruh wilayah Sumut.

Hal tersebut dilakukan PLN karena listrik merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Terlebih listrik telah menjadi salah satu kebutuhan pokok, dan listrik juga dapat meningkatkan perekonomian. Selain itu, listrik juga menjadi salah satu program pemerintah untuk pemerataan pembangunan.

Sebagaimana hal itu disampaikan Manager Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) PLN UIW Sumut, Tumpal Hutapea dalam media gathering kelistrikan yang digelar kelompok kerja wartawan kelistrikan (Kowarlis)-PLN di The Hills Sibolangit, Jumat (29/3/2019) sore.

“Tahun ini, untuk pembangunan listrik desa di Sumut ada Rp.380M. Anggaran itu akan digunakan untuk membangun listrik desa di pulau Nias yang merata di 4 kabupaten. Sementara, kalau di Sumut ada di Tobasa, Samosir, dan Tapsel (Palas dan Paluta). Itu lokasi dominan pembangunan listrik desa tahun ini,” kata Tumpal.

Tumpal pun mengakui, bahwa anggaran yang diberikan pusat tahun ini lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp.100-an Milyar. Namun, jelasnya, untuk membangun listrik desa ini memiliki berbagai kendala dan tantangan.

Adapun kendala yang dialami dalam penanganan listrik desa ada beberapa faktor yaitu adanya akses jalan roda 4 tidak tersedia, izin penebangan pohon yang sulit seperti pohon pribadi, pohon perkebunan swasta dan BUMN dan adanya hutan lindung dan juga adanya geografis ekstrim atau sulit.

“Seperti di kabupaten Pakpak ada 2 rumah tangga yang memiliki pohon sawit, mereka merasa akan adanya penghasilan yang hilang jika ditebang. Ada sekitar 30 batang yang harus ditebang dan mereka meminta ganti rugi, namun PLN tidak ada anggaran ganti rugi sehingga menjadi sangat sulit. jadi kita melakukan pendekatan persuasif melalui kepala desa dengan memberikan uang pengganti yang hanya sebagai tanda ucapan terimasih,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, Target tahun ini ada 118 desa yang akan dialiri listrik dimana mayoritas di kepulauan Nias.

“Ttantangan di Nias ini, memiliki tantangan tersendiri diantaranya akses yang sulit dan terjal yang tidak bisa dimasuki roda 4 maupun roda 2,” ucapnya.

Tumpal juga menyampaikan, bila dilihat dari rasio desa per Februari kemarin berdasarkan data dari 33 Kabupaten/Kota, 444 Kecamatan, ada 6110 kelurahan dan desa. Dan dari jumlah tersebut yang telah terlistriki PLN ada sebanyak 5951 desa, sedangkan untuk listrik non PLN ada 159 desa.

“Sebenarnya yang 159 desa itu sudah teraliri listrik tetapi bukan dikelola PLN tetapi menggunakan solar sel, ada juga yang dibangun oleh pemerintah daerah maupun pusat untuk melayani 159 desa itu. Kita (PLN ) punya target 159 desa itu harus dialiri listrik,” kata Tumpal seraya mengatakan bahwa untuk program tahun ini, dari 159 desa itu yang bisa masuk listrik hanya 64 desa yang memiliki akses roda 4 dan roda 2. Sedangkan 44 desa sudah dikerjakan PLN tetapi belum menyala.

Sementara itu, tambahnya, untuk 50 desa yang sangat sulit aksesnya, pihaknya pun mengusulkan untuk dimasukan lampu tenaga Surya hemat energi. Dan pihaknya juga terus berupaya agar desa-desa yang ada di Sumut bisa 100% terang. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: