Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Dipecat Dari Ketua DPD Golkar Batubara, Fahri Ambil Langkah Hukum

Starberita – Medan, Plt. Ketua DPD Golkar Sumut, Ahmad Doli Tanjung memberhentikan Fahri Iswahyudi dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Batubara. Sebagaimana hal itu tertuang dalam SK DPD Partai Golkar Sumut Nomor Nomor: Kep-105/GK-SU/II/2019.

Terkait pemecatan Fahri Iswahyudi, Sangkot Sirait pun ditunjuk sebagai Plt. Ketua DPD Golkar Batubara. Menyikapi hal itu, Fahri pun mengaku terkejut dan mengatakan, bahwa keputusan tersebut adalah putusan yang mengada-ada dan melanggar aturan partai.

“Keputusan tersebut jelas mengada-ada dan tidak mendasar, apalagi jelang pemilu. Plt. Ketua Golkar Sumut seharusnya lebih melakukan konsolidasi, bukan mengeluarkan keputusan sepihak serta sarat kepentingan semacam itu yang dapat mengganggu dan merusak stabilitas politik internal maupun external kepartaian,” ungkap Fahri kepada wartawan, Jumat (29/3/2019).

Fahri menilai bahwa pencopotan dirinya sebagai Ketua DPD Golkar Kab. Batubara hanya dilatari pada pandangan yang tak rasional. Bahkan parahnya lagi, dirinya tak pernah dimintai klarifikasi sebelumnya dan langsung diberhentikan.

“Untuk pemberhentian struktural, seharusnya (di dalam AD/ART) ada tahapan pemanggil klarifikasi dulu, tapi ini tidak ada. Hal ini yang mungkin akan saya tanyakan, kenapa langsung diberhentikan,” ujar Fahri.

Lebih jauh dijelaskannya, apa yang dilakukan Ahmad Doli tidak mengindahkan dan mengikuti intruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam rapat Badan Pemenangan Pemilu pada 18 Desember 2018 yang lalu. Dimana Ketum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebutkan, jangan ada pemecatan atau pemberhentian kader serta pengurus jelang pemilu.

“Plt. Ketua DPD Partai Golkar Sumut tidak mengindahkan dan mengikuti intruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Airlangga Hartarto dalam rapat Bappilu kemarin. Karena dengan tegas beliau mengatakan tidak ada dan jangan ada pemecetan, pemberhentian pengurus atau kader partai menjelang pemilu,” tegas Fahri.

Seharusnya, tambah Fahri, hal semacam ini tidak terjadi. Karena menurutnya, Partai Golkar adalah partai besar yang mempunyai aturan dan mekanisme yang jelas.

“Jadi jangan main langgar saja. Dan saat ini ada dua Kabupaten yang diberhentikan oleh Plt. Ketua Partai Golkar Sumut. Yakni Tapanuli Tengah dan Batubara. Mungkin besok, ada lagi Ketua DPD Kabupaten/Kota yang akan diberhentikannya,” terangnya.

Seharusnya, jelasnya lagi, Plt. Ketua DPD Golkar Sumut mengikuti aturan main dan mekanisme partai. Bahwa dalam peraturan keorganisasian partai (PO), juklak serta turunannya, status pelaksana tugas (Plt.) tidak boleh melakukan pemberhentian sepihak dan spontanitas tanpa klarifikasi di internal partai. Terlebih masa kampanye sedang berlangsung.

Oleh karenanya, Fahri berharap Ahmad Doli Kurnia Tanjung selaku Plt. Ketua DPD Golkar Sumut, agar tidak mengganggu konsentrasi para kader Golkar, khususnya yang ada di Kabupaten Batubara guna memenangkan pesta Demokrasi dalam pemilihan legislatif serta Presiden dan Wakil Presiden. Dimana diketahui bahwa partai Golkar telah mendeklarasikan diri mendukung Capres nomor 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Dengan keputusan tersebut, tentu dapat membuat keraguan konstituen terhadap calon legislatif dan capres yang diusung oleh Partai Golkar. Serta ajari kami yang muda ini dengan hal-hal yang baik,” tegasnya.

Atas pemecatannya tersebut, Fahri yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Batubara tetap menghormati keputusan tersebut dan akan mengikuti aturan main mekanisme Partai. Namun demikian, dirinya telah mengambil langkah-langkah hukum dengan melakukan gugatan (06/03/2019) ke Mahkamah Partai dengan Nomor register: 50/PI-Golkar/III/2019 yang ditanda tangani panitera Mahkamah Partai Golkar atas nama Muh.Sattu Pali.SH,MH DPP Partai Golkar.

“Kita telah daftarkan gugatan ke Mahkamah partai,ditanda tangani oleh panitera Mahkamah Partai di DPP Partai Golkar. Jadi semua pihak harus menghormati proses di Mahkamah partai tersebut dan menunggu keputusan hukum tetap (inkracht) agar stabilitas politik internal dan external partai Golkar tetap kondusif,” sebutnya.

Untuk diketahui, surat pemecatan Fahri dikeluarkan pada 18 Februari 2019 lalu yang ditandatangani Plt. Ketua DPD Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan Sekjen, Riza Fakhrumi Tahir. Dalam surat itu, Fahri yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Batubara, dianggap tak mampu menjamin kesinambungan konsolidasi organisasi keanggotaan Partai Golkar dalam meraih target-target politik pada pemilu 2019.

Pada surat itu juga disebutkan, dalam menghadapi Pemilu Serentak 2019 diperlukan upaya program dan operasional strategis untuk menjamin kesinambungan konsolidasi organisasi DPD Partai Golkar dalam meraih target pada pemilu 2019.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir ketika dikonfirmasi tak menjelaskan secara detail alasan pemberhentian Fahri Iswahyudi dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Batubara.

“Udahlah, itu masalah internal. Enggak usah di publikasikan. Kan itu suatu kebijakan,” ucap Riza singkat. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: