Search
Sabtu 4 April 2020
  • :
  • :

Bisa Sebabkan Cacat, Cegah Neuropatik Sejak Dini dengan Cara Ini

neuropatiStarberita – Jakarta, Sebagian besar masyarakat mungkin masih belum mengetahui penyakit neuropatik. Ya, penyakit ini disebabkan oleh aktivitas atau gerakan yang dilakukan terlalu lama dan berulang. Tentunya penyakit ini sangat berisiko dialami oleh para pengguna gawai yang kerap duduk di depan komputer dan melakukan hal secara berulang.

Tentunya ada berbagai bagian tubuh yang sangat rentan mengalami neuropatik, beberapa diantaranya adalah jari tangan, pergelangan tangan, lengan, bahu dan leher. Awalnya, penyakit ini akan terasa seperti kesemutan, kebas hingga nyeri yang menetap.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), menegaskan kerusakan ini akan terus berlanjut menjadi lebih parah lagiu apabila terus didiamkan. Nantinya tahapan tersebut akan menentukan kerusakan pada sarafnya.

“Salah satu contohnya adalah memegang smartphone. Meski ringan bahkan kurang dari 100 gram, namun jika dipegang lama, maka saraf manusia akan terjepit hingga terasa baal/kebas, bahkan sarafnya pun bisa mengecil. Risiko yang sama pula terjadi bagi para pekerja yang meggunakan laptop,” tutur dr. Manfaluthy.

Dokter Manfaluthy mengatakan satu dari dua orang berusia di atas 30 tahun mengalami neuropati. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pekerjaan dan sosial. Berdasarkan riset, keluhan ini paling banyak dialami di kota-kota besar. Lebih parahnya, satu dari empat orang di bawah usia 30 tahun sudah merasakan kebas dan kesemutan.

Tentuny neuropati sendiri terbagi menjadi tiga tahapan. Pada tahap dini, ditandai dengan terjadinya gangguan fungsi saraf. Berlanjut ke tahap kedua atau biasa disebut dengan moderat, dimana terjadi kerusakan selubung saraf yang mengelupas dan masih bisa diperbaiki.

Sementara neuropati di tahap yang berat, bisa menyebabkan kerusakan saraf hingga ke dalam, bahkan putusnya saraf. Dan jika hal ini terjadi, maka penyakit ini sudah tidak bisa disembuhkan dan pengidapnya menjadi tidak bisa merasakan apapun.

“Pada tahap berat, sarah seseorang bisa putus. Dan jika hal ini terjadi, maka seseorang sudah tidak bisa disembuhkan kembali dan tak merasakan apapun. Saraf masih bisa beregenerasi jika kerusakannya ringga hingga moderate, tapi jika mencapai lebih dari 50 persen, maka sudah tidak bisa kembali dengan normal,” lanjutnya.

Tentunya dr. Manfaluthy pun membagikan tips bagi para masyarakat supaya bisa mencegah neuropatik sejak dini. Ia menganjurkan melakukan olahraga/stretching sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing. Selain itu, mengonsumsi obat neurotropik juga bisa membantu menurunkan risiko hingga 62,9 persen selama tiga bulan periode konsumsi. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: