Search
Sabtu 4 April 2020
  • :
  • :

Sudah Diteliti, 9 Tanaman Ini Dapat Turunkan Gula Darah

Starberita – Jakarta, Mungkin Diabestfriends sering mendapatkan informasi tentang berbagai tanaman atau herbal penurun gula darah. Namun, sebagai penderita diabetes, tentunya Diabestfriends tidak boleh sembarang percaya informasi tersebut begitu saja.

Pasalnya, masih informasi yang beredar belum dibuktikan kebenarannya lewat penelitian ilmiah. Di luar hal itu, memang cukup banyak tanaman yang memiliki khasiat menurunkan gula darah.

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan memang menemukan bahwa sejumlah tanaman berpotensi dijadikan obat alternatif penurun gula darah. Namun  tentu saja masih perlu dilakukan penelitian lanjutan,  untuk menggali potensi efek samping, dosis yang tepat, sehingga memang benar-benar efektif dan aman.

Tanaman Penurun Gula Darah

Sekadar untuk menambah pengetahuan Diabestfriend, inilah 9 tanaman yang pernah diteliti sebagai obat penurun gula darah. Lengkap dengan hasil-hasil penelitiannya!

1. Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang dipercaya dapat membantu menurunkan gula darah. Lidah buaya sendiri sudah digunakan dalam dunia pengobatan herbal selama ratusan tahun. Pasalnya, tanaman ini memiliki efek menyembuhkan, meremajakan, dan meredakan.

Dari hasil penelitian awal, minum jus lidah buaya bisa membantu menurunkan gul darah dan lemak darah. Penderita diabetes juga perlu menurunkan kadar lemak darahnya karena berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Penelitian lain menunjukkan bahwa lidah buaya bisa meredakan luka dan inflamasi dengan cepat. Oleh sebab itu, lidah buaya baik dikonsumsi oleh penderita diabetes yang memiliki luka di kaki.

Beragam manfaat lidah buaya tersebut kemungkinan besar didapatkan dari kandungan lektin, manan, dan antrakuinon di dalam lidah buaya.

2. Pare

Pare adalah tanaman unik yang buahnya pahit, dan sering menjadi santapan masyarakat Indonesia. Selain dikonsumsi, ternyata pare juga digunakan sebagai obat. Inilah mengapa pare juga dianggap sebagai tanaman penurun gula darah dan baik untuk penderita diabetes.

Pare kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang penting. Oleh sebabnya, pare sejak lama sudah digunakan untuk mengobat banyak penyakit, termasuk diabetes tipe 2. Pare mengandung setidaknya tiga bahan aktif yang memiliki senyawa anti-diabetik, termasuk charantin. Menurut penelitian, charantin bisa menurunkan gula darah.

Selain itu, pare juga memilik kandungan anti-diabetik lain, seperti vicine dan polypeptide-p, yaitu senyawa yang menyerupai insulin, dan lektin yang dapat menurunkan konsentrasi gula darah. Lektin menyerupai efek insulin di dalam otak dan dipercaya sebagai faktor di balik efek hipoglikemik setelah mengonsumsi pare.

Penelitian menunjukkan kemanjuran pare dalam menurunkan gula darah. Pada Januari 2011, penelitian yang dipublikasikan di Journal of Ethnopharmacology menunjukkan konsumsi 2000 miligram pare per hari menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes tipe 2, meskipun efek hipoglikemiknya kurang dibandingkan dosis 1.000 miligram metformin per hari.

Penelitian lain juga menunjukkan hubungan antara konumsi pare dengan peningkatan kontrol glikemik, yang dipublikasikan di Chemistry and Biology pada Maret 2008. Di dalamnya disebutkan bahwa pare meningkatkan toleransi gula darah.

Namun, hasil-hasil penelitian pada pare tidak konsisten. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Epidemiology pada 2007 tidak menunjukkan manfaat pare pada diabetes tipe 2. Oleh sebabnya, dibutuhkan penelitian lebih jauh untuk mengonfirmasi kemanjuran pare sebagai tanaman penurun gula darah.

3. Kayu Manis

Kayu manis adalahan tanaman rempah-rempah yang juga cukup terkenal sebagai bumbu masakan Indonesia. Kayu manis sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai makanan.

Nah, kayu manis juga dinyatakan sebagai salah satu tanaman penurun gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis meningkatkan kadar gula darah dan sensitivitas insulin.

Penelitian yang dipublikasikan di Diabetes Care journal pada 2003 menunjukkan bahwa kayu manis cassia meningkatkan kontrol gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes tipe 2 dan menurunkan faktor risiko komplikasi diabetes dan penyakit jantung.

Penelitian juga menunjukkan konsumsi harian 1, 3, atau 6 gram kayu manis selama 40 hari dapat menurunkan gula darah serum, trigliserida, kolesterol jahat LDL, dan total jumlah kolesterol penderita diabetes.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Agricultural Research Magazine pada Juli 2000 menunjukkan bahwa mengonsumsi 1 gram kayu manis per hari bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan mengonrol diabetes tipe 2.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition juga menunjukkan bahwa konsumsi 6 gram kayu manis menurunkan hiperglikemia setelah makan.

Karena banyaknya penelitian yang menunjukkan manfaat kayu manis sebagai tanaman penurun gula darah, banyak dokter yang setuju bahwa konsumsi kayu manis baik untuk penderita diabetes tipe 2.

4. Kelabat

Kelabat atau fenugreek adalah tanaman beraroma wangi yang sudah sering digunakan dalam kuliner. Tanaman ini juga digunakan dalam dunia medis. Itulah mengapa kelabat juga termasuk tanaman penurun gula darah.

Biji kelabat memiliki kandungan serat larut yang tinggi, sehingga menurunkan gula darah dengan cara memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Dari sinilah kelabat dinilai sebagai tanaman penurun gula darah.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki manfaat anti-diabetik kelabat. Beberapa diantaranya menunjukkan bahwa biji kelabat bisa meredakan gejala metabolik diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, dengan cara menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan toleransi gula darah.

Dalam satu penelitian di India, ditemukan bahwa mengonsumsi bubuk biji kelabat yang lemaknya sudah dihilangkan dapat menurunkan kadar gula darah puasa penderita diabetes tipe 1 yang ketergantungan insulin.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa konsumsi bubuk biji kelabat yang lemaknya sudah dihilangkan dapat meningkatkan toleransi gula darah, serta menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol jahat LDL, dan trigliserida. Mengonsumsi 15 gram bubuk biji kelabat secara rutin dapat menurunkan peningkatan kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes tipe 2.

Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi 2.5 gram kelabat dua kali sehari selama tiga bulan bisa menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 yang kondisinya tidak terlalu parah.

Karena beberapa penelitian tersebut, kelabat dianggap sebagai salah satu tanaman penurun gula darah yang bisa dikonsumsi penderita diabetes.

5. Jahe

Jahe juga merupakan salah satu bumbu rempah-rempah yang paling terkenal di Indonesia. Ternyata, jahe juga termasuk salah satu tanaman penurun gula darah. Penelitian yang dipublikasikan di journal Planta Medica pada Agustus 2012 menunjukkan bahwa jahe bisa meningkatkan kontrol gula darah secara jangka panjang pada penderita diabetes tipe 2.

Selain itu, peneliti dari University of Sydney, Australia, menemukan bahwa ekstrak jahe Australia kaya akan gingerol. Gingerol sendiri adalah senyawa aktif yang bisa meningkatkan penyerapan gula darah ke sel otot tanpa menggunakan insulin.

Pada Desember 2009, penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Pharmacology menunjukkan bahwa dua ekstrak jahe, yaitu spissum dan ekstrak minyaknya, bermanfaat untuk penderita diabetes. Pengobatan menggunakan kedua ekstrak jahe tersebut menurunkan 35% kadar gula darah dan meningkatkan kadar plasma insulin sebanyak 10%.

Selain itu, menurut penelitian yang dipublikasikan pada Agustus 2010 di Molecular Vision, konsumsi jahe secara rutin memperlambat perkembangan katarak pada tikus. Katarak adalah salah satu komplikasi jangka panjang penderita diabetes.

Jahe juga memiliki indeks glikemik rendah. Makanan dengan indeks glikemik rendah memiliki proses pencernaan yang lambat untuk membentuk gula darah, sehingga tidak memicu peningkatan gula darah drastis.

6. Okra

Okra juga termasuk salah satu tanaman penurun gula darah. Bahkan, reputasi tanaman ini sangat tinggi, khususnya pada penderita diabetes ataupun penderita kanker.

Bukti bahwa okra memiliki kandungan anti-diabetik semakin banyak saja. Pada satu penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pharmacy & BioAllied Sciences pada 2011, tikus yang diberi makan kulit dan biji okra yang dikeringkan mengalami penurunan gula darah.

Selain itu, di luar penelitian ilmiah, banyak pula penderita diabetes yang mengalami penurunan kadar gula darah setelah mengonsumsi potongan okra yang dimasukkan ke dalam air putih di malam hari, dan minum jus okra di pagi hari.

Hal-hal tersebut membuat okra dikenal sebagai tanaman penurun gula darah.

7. Bawang Putih

Bawang putih memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Namun ternyata, bawang putih juga termasuk tanaman penurun gula darah.  Beberapa penelitian untuk menyelidiki hubungan bawang putih dan kadar gula darah memiliki hasil positif.

Bawang putih juga dapat menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sekresi dan memperlambat degradasi insulin. Namun, penelitian tentang bawang putih sebagai tanaman penurun gula darah masih sangat sedikit. Untuk bisa membuktikan manfaat bawang putih tanaman penurun gula darah, diperlukan lebih banyak penelitian.

Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian lebih banyak dan mendalam untuk mengonfirmasi manfaat positif bawang putih terhadap gula darah.

8. Kemarogan

Mungkin banyak orang Indonesia yang belum mengenal tanaman ini. Kemarogan memang umumnya ditemukan di India. Namun, kemarogan juga disebut sebagai tanaman penurun gula darah.

Menurut beberapa penelitian, kemarogan memiliki kandungan senyawa yang menyerupai fungsi insulin. Namun, ahli mengatakan bahwa dibutuhkan penelitian lebih jauh untuk mengonfirmasi manfaat kemarogan sebagai tanaman penurun gula darah.

9. Ruku-ruku

Ruku-ruku adalah tanaman yang mirip dengan kemangi, dan sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan Minangkabau, misalnya gulai. Ternyata, ruku-ruku juga dikenal sebagai tanaman penurun gula darah.

Menurut sebuah penelitian, konsumsi ruku-ruku memiliki manfaat positif terhadap kaar gula darah puasa dan setelah makan. Selain itu, ruku-ruku juga bisa meningkatkan proses sekresi insulin.

Bijak Mengonsumsi Herbal

Meskipun beberapa penelitian menunjukkan manfaat positif semua tanaman penurun gula darah yang disebutkan di atas, tetapi umumnya penelitiannya masih skala kecil. Untuk menjadi sebuah obat herbal yang berkhasiat dibutuhkan beberapa tahapan penelitian, termasuk uji coba pada manusia dengan jumlah sampel yang banyak.

Faktanya saat ini banyak obat herbal untuk diabetes yang malah berinteraksi dengan obat diabetes, termasuk suntik insulin, dan menyebabkan beberapa efek samping terutama hipoglikemia.

Oleh sebab itu, kalau Diabestfriends berencana mengonsumsi salah satu tanaman penurun gula darah di atas, harus berkonsultasi dulu dengan dokter. Dengan begitu, tidak mengganggu pengobatan yang tengah dijalani Diabestfriends saat ini. Ingat bahwa gula darah dapat diturunkan dengan menjaga pola makan, olahraga, dan minum obat diabetes secara teratur. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: