Search
Rabu 19 Juni 2019
  • :
  • :

Sama-Sama Bengkak, Ini Beda Gejala Radang & Kanker Amandel

Starberita – Jakarta, Meski menyerang bagian yang sama, peradangan dan kanker amandel memiliki gejala yang bisa dibedakan. Mengetahui perbedaan ciri antara radang dan kanker amandel membantu Anda agar tak keliru atau khawatir berlebih saat amandel mengalami pembengkakan. Untuk itu, yuk kenali masing-masing gejalanya.

Perbedaan gejala radang dan kanker amandel

Amandel atau yang memiliki nama lain tonsil adalah kelenjar getah bening yang terletak pada kedua sisi belakang tenggorokan.

Kedua bagian ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk membantu mencegah infeksi. Radang dan kanker amandel memiliki gejala yang cukup berbeda, berikut rinciannya:

Gejala radang amandel

Radang amandel (tonsilitis) adalah kondisi yang biasanya paling sering terjadi pada anak-anak. Ada dua jenis radang amandel, yaitu yang berulang dan kronis.

Tonsilitis yang berulang biasanya bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Sementara tonsilitis kronis adalah kondisi saat peradangan berlangsung dalam waktu yang lebih lama dari tonsilitis akut.

Selain bengkak, ciri lain dari radang amandel, yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Sulit dan sakit saat menelan
  • Suara parau
  • Bau mulut
  • Demam
  • Panas dingin
  • Sakit telinga
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Amandel tampak merah dan bengkak
  • Ada bintik putih atau kuning pada amandel
  • Nafsu makan menurun
  • Produksi air liur berlebih, terutama pada anak
  • Kelenjar getah bening di leher terasa lunak saat dipegang
  • Rahang dan leher terasa sakit karena ada pembengkakan kelenjar getah bening

Saat Anda atau anak mengalami berbagai gejala ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk meminta pengobatan yang tepat.

Gejala kanker amandel

Sama seperti radang, kanker amandel juga membuat bagian ini membengkak dan memiliki ukuran yang lebih besar dari biasanya. Namun, gejala lain yang ditunjukkan berbeda dengan radang amandel.

Ciri paling utama dari kanker amandel adalah adanya benjolan di leher.

Biasanya, orang dengan kondisi ini memiliki ukuran salah satu amandel yang lebih besra dari yang lainnya. Gejala yang muncul umumnya bergantung dari ukuran kanker. Berikut berbagai ciri lain yang menandainya:

  • Sakit tenggorokan terus-menerus
  • Suara serak
  • Kelelahan
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Sakit telinga, terutama di salah satu sisi
  • Sulit menelan atau membuka mulut
  • Keluar darah dari mulut

Gejala-gejala tersebut memang gejala yang umum muncul. Namun, bukan berarti adanya ciri tersebut di tubuh Anda menandakan bahwa Anda pasti menderita kanker amandel.

Masalah lain pada amandel dan tenggorokan yang bersifat nonkanker biasanya juga memiliki gejala yang sama.

Agar tak terus menduga-duga, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) untuk setiap keluhan. Apalagi jika infeksi amandel Anda tak kunjung membaik meski telah minum antibiotik.

Anda juga sebaiknya tak menganggap remeh sakit telinga yang tak kunjung hilang, sebab bisa jadi itu merupakan salah satu gejala dari penyakit serius.

Penyebab radang dan kanker amandel

Selain mengetahui perbedaan gejala antara radang dan kanker amandel, berikut penyebab dan beberapa pemicu yang perlu diketahui.

Penyebab radang amandel

Radang amandel biasanya paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti flu atau Epstein-Barr. Namun, tak menutup kemungkinan kondisi ini juga disebabkan karena infeksi bakteri.

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), sekitar 15 sampai 30 persen kasus radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri.

Biasanya bakteri yang paling sering menyebabkan tonsilitis adalah Streptococcus pyogenes(grup A streptococcus), yaitu bakteri penyebab radang tenggorokan.

Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak 5 hingga 15 tahun. Pasalnya anak-anak di usia ini cenderung mudah dan sering terpapar virus dan bakteri di sekolah.

Penyebab kanker amandel

Tak seperti peradangan, kanker amandel tidak memiliki penyebab pasti. Kondisi ini bisa saja datang karena faktor usia, genetika, dan faktor lingkungan yang membuat kanker berkembang. Namun, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker amandel, yaitu:

  • Merokok
  • Minum alkohol
  • Memiliki Human papillomavirus (HPV), virus yang ditularkan saat berhubungan intim

Mengetahui perbedaan ciri, penyebab, dan pemicu dari radang juga kanker amandel sangatlah penting. Dengan begitu, Anda menjadi tahu mengenai langkah apa yang seharusnya dilakukan demi kesembuhan Anda. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: