Search
Sabtu 8 Agustus 2020
  • :
  • :

Mitos atau Fakta, Popcorn dari Microwave Bisa Picu Kanker?

Starberita – Jakarta, Siapa yang kalau makan popcorn susah berhenti? Popcorn saat ini tidak hanya memiliki rasa asin saja atau original, tetapi kadang diberi perasa karamel, cokelat, bahkan keju. Jika tidak membeli popcorn yang siap santap, Kamu bisa membuatnya sendiri.

Cukup masukkan popcorn dengan aneka rasa ke microwave. Tunggu 3 menit langsung jadi! Terkait popcorn yang dibuat di microwave, ada mitos yang mengaitkannya dengan kanker. Benarkah? Simak yuk fakta-faktanya!

Popcorn Lung, Nama Penyakitnya!

Sebenarnya mitos yang beredar selama ini tentang popcorn microwave dapat memicu kanker, merujuk pada penyakit yang disebut “popcorn lung”.

“Popcorn lung” adalah nama lain penyakit bronkiolitis obliterans. Ini adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan pada saluran udara terkecil di paru-paru sehingga menyebabkan penderitanya batuk dan sering sesak napas.

Salah satu penyebab popcorn lung adalah terlalu banyak menghirup bahan kimia. Salah satunya bahan kimia yang digunakan untuk membumbui popcorn microwave yaitu diasetil. Diasetil ini memberi aroma mentega pada popcorn yang siap dimasak di microwave.

Tetapi sebenarnya selain diasetil, ada beberapa bahan kimia lain yang juga dapat menyebabkan popcorn lung, misalnya asap dari oksidasi logam, yaitu produk sampingan dari proses pengelasan, formaldehid yaitu bahan kimia penyebab kanker yang digunakan dalam beberapa perekat dan bahan bangunan, sulfur dioksida yaitu polutan yang dilepaskan pembakaran bahan bakar fosil, amonia, klorin, nitogen oksida, asam hidroklorik dan masih banyak lagi.

Kondisi Paru pada Penyakit Popcorn Lung

“Popcorn lung” membuat saluran udara terkecil di paru-paru  atau bronkiolus berubah menjadi jaringan parut dan menyempit, sehingga tidak bisa menerima udara. Gejala utamanya adalah sesak napas, mengi, dan gejala lain yang mirip dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

“Popcorn lung” diketahui banyak menyerang pekerja di pabrik pembuatan popcorn kemasan microwave atau pabrik-pabrik lainnya yang menggunakan bahak kimia yang sudah disebutkan di atas. Umumnya mereka terpapar diasetil dan bahan kimia tersebut selama bertahun-tahun.

Sebuah penelitian pernah dilakukan oleh Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Amerika Serikat.Mereka meneliti dampak paparan diasetil di 6 pabrik popcorn microwave. Para peneliti menemukan memang ada hubungan antara paparan diasetil jangka panjang dan kerusakan paru-paru.

Namun, mesti dicatat di sini, “popcorn lung” tidak berdampak apapun pada mereka yang mengonsumsi makanan ini. Hanya saja pernah ada laporan, seorang pria Colorado dilaporkan mengalami kondisi ini setelah makan dua kantong popcorn microwave sehari, selama 10 tahun.

Bagaimana risiko “popcorn lung” ini bisa diminimalisir?

Sejak tahun 2007, produsen popcorn micorwave mulai menghapus diasetil dari produk mereka. Namun diduga masih ada beberapa bahan kimia lain yang tersisa dalam kemasan produk ini, yang bisa jadi perlu dipertanyakan keamanannya.

Namun otoritas kesehatan memastikan, makan popcorn dari microwave popcorn seharusnya tidak menimbulkan risiko kesehatan. Tetapi jika Kamu masih khawatir, sebaiknya jangan jadikan popcorn sebagai camilan rutin. Sesekali saja boleh, tetapi jangan makan setiap hari.

Atau sebagai alternatif, Kamu bisa mencoba popcorn yang dibuat di atas kompor. Menurut beberapa sumber, popcorn yang dibuat dikompor lebih bersahabat dengan tubuh manusia. Tapi, menjadi catatan di sini, Kamu jangan menggunakan margarin atau mentega berlebihan untuk memasak popcorn.

Margarin adalah sumber lemak yang kurang sehat. Sebagai gantinya, gunakan sekitar 2 sendok makan minyak zaitun untuk setiap setengah cangkir biji popcorn. Popcorn yang dimasak di atas kompor tetap enak kok. Kamu bisa tambahkan keju, coklat, kayu manis dan perasa lainnya. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: