Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pemko Medan Tak Punya Konsep Tangani Sampah
Search
Rabu 11 Desember 2019
  • :
  • :

Pemko Medan Tak Punya Konsep Tangani Sampah

Starberita – Medan, Ketua Fraksi  Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan, T Bahrumsyah, menilai Pemko Medan tidak memiliki konsep profesional dalam menangani sampah.

“Awalnya masalah sampah ditangani Dinas Kebersihan, lalu dialihkan ke pihak kecamatan dan kembali lagi ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Inikan namannya coba-coba dan tak punya konsep,” kata Bahrumsyah ketika mensoalisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan pada Sosialisasi II yang dilaksanakan di Lingkungan 11, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (10/2/2019).

Jika Pemko Medan komit menegakkan Perda Persampahan ini, menurut Bahrumsyah, harusnya ditangani secara profesional dan bukan coba-coba.

Saat ini, kata Ketua Komisi B ini, Kota Medan sudah darurat sampah. Sebab, penanganannya belum dilakukan secara profesional.

Cara menangani TPA yang dilakukan Pemko Medan, sebut Bahrusmyah, melanggar Undang-Undang Persampahan.

“TPA itu seharusnya ditangani secara Sanitary Landfill, tapi Pemko Medan masih menggunakan Open Dumping. Jadi, wajar saja Medan mendapatkan julukan kota terkotor berdasarkan penilaian Kementrian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Masyarakat Medan bagian utara, sambung Bahrumsyah, keberatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berada di utara. “Ada beberapa alasan keberatan itu,” katanya.

Pertama, sebut Bahrumsyah, wilayah utara Kota Medan itu berbatasan langsung dengan laut. “Laut itu harus indah dan asri. Faktanya, tepi laut itu tidak baik kondisinya karena berdekatan dengan TPA,” katanya.

Kedua, tambah Bahrumsyah, TPA itu berada di kawasan pemukiman penduduk. “Dampaknya, radius 10 Km masyarakat terkena polusi dan udara tidak sehat akibat dari sampah,” katanya.

Karenanya, Bahrumsyah, menyarankan agar Pemko Medan memindahkan TPA ke arah selatan. “Arah selatan itu dekat dengan pegunungan dan pegunungan itu identikan dengan pertanian dan perkebunan. Sementara sampah, bisa dijadikan kompos. Jika dijadikan kompos sebagai pupuk untuk pertanian, biaya produksi petani menjadi lebih murah,” ungkapnya. (sbc-02)

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

error: