Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Bahrumsyah: Medan Darurat Sampah!
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Bahrumsyah: Medan Darurat Sampah!

Starberita – Medan, Ketua Fraksi  Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan, T Bahrumsyah, mengatakan Kota Medan saat ini sudah darurat sampah. Sebab, saat ini  penanganannya belum dilakukan secara profesional.

Hal itu dikatakan, Bahrumsyah, ketika mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan pada Sosialisasi I yang dilaksanakan di Lingkungan 43, Kelurahan Belawan Indah II, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (5/2/2019).

Masyarakat Medan bagian utara, kata Bahrumsyah, keberatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berada di utara. “Ada beberapa alasan keberatan itu,” katanya.

Pertama, sebut Ketua Komisi B ini, wilayah utara Kota Medan itu berbatasan langsung dengan laut. “Laut itu harus indah dan asri. Faktanya, tepi laut itu tidak baik kondisinya karena berdekatan dengan TPA,” katanya.

Kedua, sambung Bahrumsyah, TPA itu berada di kawasan pemukiman penduduk. “Dampaknya, radius 10 Km masyarakat terkena polusi dan udara tidak sehat akibat dari sampah itu,” katanya.

Karenanya, Bahrumsyah, menyarankan agar Pemko Medan memindahkan TPA ke arah selatan. “Arah selatan itu dekat dengan pegunungan dan pegunungan itu identikan dengan pertanian dan perkebunan. Sementara sampah, bisa dijadikan kompos. Jika dijadikan kompos sebagai pupuk untuk pertanian, biaya produksi petani menjadi lebih murah,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Bahrumsyah, cara menangani TPA yang dilakukan Pemko Medan melanggar Undang-Undang Persampahan.

“Seharusnya TPA itu ditangani secara Sanitary Landfill, tapi Pemko Medan masih menggunakan Open Dumping. Jadi, wajar saja Medan mendapatkan julukan kota terkotor berdasarkan penilaian Kementrian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Bahrumsyah juga menilai, Pemko Medan masih melakukan coba-coba dalam menangani sampah dan belum dilakukan secara profesional.

“Awalnya sampah itu ditangani Dinas Kebersihan, lalu dialihkan ke pihak kecamatan dan kembali lagi ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Inikan namannya coba-coba dan tidak punya konsep profesional. Kalau Pemko Medan komit menegakkan Perda Persampahan ini, harusnya ditangani secara profesional dan bukan coba-coba,” pungkasnya. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: