Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Walikota Marah Tinjau RS Pirngadi, Bahrumsyah: Telat Marahnya!
Search
Minggu 8 Desember 2019
  • :
  • :

Walikota Marah Tinjau RS Pirngadi, Bahrumsyah: Telat Marahnya!

Starberita – Medan, Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, T Bahrumsyah, menilai marah Walikota saat meninjau RSUD dr Pirngadi Medan sudah terlambat.

“Marahnya sudah telat. Kenapa baru sekarang marahnya, DPRD Medan sudah beberapa tahun lalu marah melihat kondisi RSUD dr Pirngadi dan pelayanannya yang tidak memuaskan,” ujar Barumsyah kepada wartawan di DPRD Medan, Selasa (19/3/2019).

Kondisi itu, kata Bahrumsyah, sudah lama disampaikan ke Pemko Medan, namun tidak ada tanggapan untuk perbaikan RS tersebut.

“Bisa dilihat rekam jejaknya Komisi B DPRD Medan beberapa tahun belakangan yang menyoroti kinerja RSUD dr Pirngadi Medan,” ujar Ketua Fraksi PAN itu.

Anggaran-anggaran untuk kemajuan RS milik Pemko Medan itu, sebut Bahrumsyah, sudah disetujui. pinjaman daerah dari dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) juga sudah dibuat Perda-nya. “Namun ini tidak bisa dimanfaatkan Pemko Medan,” ujarnya.

Ditambahkannya, RSUD dr Pirngadi sudah sudah disahkan jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dimana bisa berorientasi bisnis namun tidak meninggalkan prinsip pelayanan terhadap masyarakat. Namun penempatan di RS tersebut masih begitu-begitu saja. “Bagaimana bisa benar, kalau dewan pengawas dilakukan pemerintah kota, Sekda dibuat sebagai pengawas,” ujarnya.

Seharusnya, sambung Bahrumsyah, Pemko Medan menempatkan orang-orang profesional dalam mengelola rumah sakit tersebut, yang benar-benar bisa memahami pengelolaan RS dengan benar.

“Kita lihat, hampir seluruh RS di Medan ini penuh dengan pasien, namun di RSUD dr Pirngadi hanya 40 persen bisa memenuhi. Jadi, Wlikota hari ini marah-marah, sudah terlambat. Selama ini kemana Walikota kita,” tanya Bahrumsyah.

Ditambahkannya, kondisinya sekarang di RS dr Pirngadi ada 700 tenaga honor, namun hanya sekira 200-an tenaga medis, selebihnya tenaga administrasi. “Sementara dokter banyak yang paruh waktu. Pembangunan lebih banyak diarahkan ke fisik bangunan bukannya perbaikan SDM,” jelasnya.

Kalaupun Walikota marah saat ini, tambah Bahrumsyah, harusnya ada evaluasi setelah itu. “Bukan hanya marah-marah saja,” katanya.

Selama ini, Bahrumsyah, menilai Pemko Medan tidak ada melakukan langkah strategis terhadap perbaikan RSUD tersebut.

“Saat ini RSUD dr Pirngadi menjadi Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) di Dinkes Kota Medan. Dewan pengawas itu memiliki kekuasaan penuh, sehingga Direktur tunduk dan menjalankan amanah dari dewan pengawas yang profesional,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, marah saat meninjau RSUD dr Pirngadi di Jalan Prof HM Yamin Medan, Senin (18/3/2019).

Selain menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terhadap RSUD dr Pirngadi, peninjauan pelayanan serta sarana dan prasarana di RSUD milik Pemko Medan itu dilakukan untuk mengetahui kesiapan rumah sakit yang berdiri sejak 11 Agustus 1928 itu menjadi tempat digelarnya bakti sosial operasi hernia massal yang akan dilaksanakan Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: