Search
Sabtu 25 Mei 2019
  • :
  • :

Penderita Diabetes Beresiko Alami Sakit Tulang Belakang

Starberita – Jakarta, Masalah yang dihadapi penderita diabetes tidak sebatas kadar gula darah yang sangat tidak stabil. Peningkatan kadar gula menjadi hal menakutkan yang bisa mengarahkan mereka ke kematian. Penyakit lanjutan yang bisa dialami penderita diabetes adalah berbagai komplikasi mulai dari gangguan ginjal hingga masalah pada jantung.

Tapi, tahukah Kamu kalau ternyata diabetes juga menyerang tulang-tulang di tubuh? Sebuah penelitian dari University of Sydney menunjukkan orang dengan diabetes memiliki risiko 35 persen lebih tinggi mengalami nyeri punggung bawah dan 24 persen risiko lebih tinggi mengalami sakit leher dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes.

Bagaimana kaitan antara diabetes dengan penyakit atau gangguan pada tulang belakang?

Penyebab Nyeri Punggung Penderita Diabetes

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri punggung bawah minimal sekali sepanjang hidup mereka. Hampir setengahnya menderita sakit leher. Penderita diabetes memiliki risiko mengelami nyeri punggung bawah karena kondisi mereka yang umumnya mengalami obesitas dan kurang aktivitas fisik.

Profesor Manuela Ferreira dari Institute of Bone and Joint Research, Universitas Sidney, menjelaskan, ““Diabetes tipe 2 dan nyeri punggung bawah keduanya memiliki hubungan yang kuat dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. Itulah sebabnya pengendalian berat badan dan aktivitas fisik secara rutin sangat penting dalam pemeliharaan kesehatan penderita diabetes.”

Penyebab lain adalah efek samping obat-obat diabetes yang dapat mempengaruhi rasa nyeri. Namun peneliti sepakat untuk melakukan peneltian lebih besar sehingga hubungan nyeri punggung dengan diabetes lebih jelas.

Cara Mengatasi Nyeri Punggung karena Diabetes

Bagi penderita diabetes yang mengalami masalah tulang belakang, disarankan untuk melakukan beberapa hal yang bisa meminimalisir kondisi tersebut. Sebelumnya pastikan dulu bahwa penderita diabetes tidak memiliki kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit punggung, seperti radang sendi, fibromyalgia, atau penyakit ginjal.

Ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa sakit, meningkatkan suasana hati, dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Apa saja?

  1. Langkah pertama adalah mendiskusikan sakit punggung dengan dokterKamu. Pelajari dulu apakah nyeri uang dirasakan itu karena cedera (bersifat akut) atau sudah berlangsung lama (kronis). Nyeri kronis mungkin mulai dengan cedera akut  namun tidak diobati sehingga menjadi kronis. Bisa jadi nyeri punggung berhubungan dengan iritasi atau peradangan, yang sering dikaitkan dengan diabetes.
  1. Lakukan perawatan fisikuntuk meredakan sakit punggung kronis. Misalnya menggunakan alat panas atau dingin ke area punggung yang sakit. Kamu juga melakukan pijat untuk menghilangkan gejala nyeri, termasuk shiatsu dan akupresur. Istirahat cukup untuk mengurangi ketegangan.
  1. Olahragaseringkali merupakan cara yang sangat efektif untuk meredakan sakit punggung, termasuk beberapa jenis latihan beban dan ketahanan. Olahraga dapat  memperkuat otot-otot pendukung dan meringankan tekanan pada persendian dan tendon. Konsultasikan dulu dengan dokter, olahraga yang aman dan efektif.
  1. Kurangi berat badan. Kelebihan berat badan bisa menyebabkan sakit punggung. Kehilangan 10 persen dari berat tubuh sudah dapat meringankan tekanan di tulang belakang dan mengurangi sakit punggung.
  1. Coba lakukan teknik relaksasiseperti meditasi, yoga, pernapasan dalam, Tai Chi dan doa. Melakukan hobi dan menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan atau orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi ketegangan dan nyeri punggung.

Jika Diabestfriend menderita sakit punggung kronis, tidak perlu khawatir. Diskusikan pilihan terapi pada dokter untuk membantu Kamu tetap dapat beraktivitas tanpa gangguan rasa nyeri. Jangan luka selalu kontrol diabetes Kamu, apapun yang terjadi. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: